Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jangan Main-Main! Berani Masuk ke Pura Batu Mejan hanya Pakai Celana Pendek Bisa Diserang Ayam Jago Misterius

I Putu Mardika • Senin, 8 Juli 2024 | 01:26 WIB

Pura Batu Mejan di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung Bali yang kerap muncul Ayam Jago Misterius
Pura Batu Mejan di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung Bali yang kerap muncul Ayam Jago Misterius
BALIEXPRESS.ID-Keberadaan Pura Batu Mejan di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Bali. Di Pura ini juga dijadikan sebagai tempat melukat memohon pengobatan bagi pemedek yang sakit nonmedis.

Dikatakan Pengempon Pura Batu Mejan Nengah Siana, di depan pura terdapat batu lumbang yang posisinya di tepi Pantai. Nah di depan batu lumbang ini menjadi tempat dilaksanakan penglukatan yang dipandu pemangku.

“Banyak orang sakit, dan melukat, astungkara mendapatkan kesembuhan dengan air tirta, sangat ajaib dan istimewa. Ada kasus sampai menghabiskan biaya puluhan juta, namun setelah melukat disini sudah sembuh,” paparnya.

Selanjutnya ada goa penyimpenan di areal pura. Goa penyimpenan ini merupakan batu besar berlubang dan bisa tembus.

Uniknya, goa penyimpenan ini menjadi penangkal segala merana atau hama yang menggagu di sawah, baik hama tikus, hama walangsangit dan lainya baik di sawah maupun di tegalan.

Ada juga Pelinggih Ratu Gede Puting Beliung yang menghadang berbagai ombak ganas yang menerjang.

Mungkin gelombang tsunami penah hampir menerjang. Namun semua ditangkal oleh Ratu Gede Puting Beliung.

Di areal ini jika beruntung bisa menemukan tirtha sudhamala. Tirta ini bisa digunakan untuk melukat. 

Areal Pura Batu Mejan, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali
Areal Pura Batu Mejan, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Bali

Sarana yang digunakan untuk melukat dibebaskan.

“Apapun sarananya pasti akan diterima sesuai dengan kemampuannya. Bisa pejati, canang atanding juga bisa,” sebutnya.

Keunikan lain yang ada di pura ini adalah keberadaan Ayam Jago yang misterius.

Ayam jago ini bak penjaga pura secara niskala yang muncul kapan saja jika ada hal yang mencoba mengotori pura maupun menggunakan pakaian yang tidak semestinya saat ke pura.

Nengah Siana menyebutkan jika nangkil ke pura ini jangan coba-coba hanya menggunakan celana atau tidak menggunakan kamen ke pura.

Sebab, bisa diserang sama ayam jago yang muncul secara tiba-tiba tanpa diketahui arahnya. Jika sudah muncul, siapapun tak akan bisa melawan. Hingga bisa mundur dan balik arah.

“Ayam itu misterius. Siapapun yang mau aneh-aneh, biasanya disambar oleh ayam jago. Sampai orang itu keluar lagi. Apalagi kalau tidak menggunakan pakaian adat, berani hanya menggunakan celana ke pura, maka bisa diserang ayam jago. Ayam jago ini seperti sekuriti,” sebutnya.

Pujawali di pura ini dilaksanakan pada Purnamaning Kelima. Umat Hindu yang nangkil ke Pura Batu Mejan ini tidak hanya berasal dari Canggu saja atau Badung.

Tetapi juga dari berbagai pelosok Bali. Mereka datang untuk sembahyang, berobat dan nunas tamba.

Setelah itu ada juga upacara pecaruan pada Tilem Kedasa. Pengempon juga sering menggelar ritual Caru Amerta Gangga.

“Caru ini menggunakan sarana sapi belang angkeman. Ini dilaksanakan pada Sasih Tilem Kedasa. Tujuannya untuk menetralisir energi negative sehingga terhindar dari segala merana, wabah yang menyerang hewan, tumbuhan dan manusia,” tutupnya. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#melukat #bali #nonmedis #kuta utara #hindu bali #canggu #hindu #pura #Batu mejan #badung