Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Uniknya Pura Botoh: Bukan untuk Bebotoh, Melainkan Tempat Suci Hindu Bali, Ada Kaitannya dengan Dang Hyang Bang Manik Angkeran

I Putu Suyatra • Jumat, 12 Juli 2024 | 22:45 WIB
Pura Botoh di Jalan Tukad Melangit, Banjar Antap Desa Pakraman Panjer, Denpasar, Bali
Pura Botoh di Jalan Tukad Melangit, Banjar Antap Desa Pakraman Panjer, Denpasar, Bali

 

BALIEXPRESS.ID - Di antara deretan pura suci umat Hindu Bali yang terkenal dengan keunikannya, Pura Botoh di Jalan Tukad Melangit, Banjar Antap Desa Pakraman Panjer, Denpasar, memiliki daya tarik tersendiri.

Namanya yang unik, "Botoh", sering kali disalahartikan sebagai tempat bagi para bebotoh atau penjudi.

Namun, anggapan tersebut keliru. Pura Botoh tergolong Pura Dang Kahyangan, sebuah pura suci yang memiliki sejarah panjang dan lekat dengan legenda Dang Hyang Bang Manik Angkeran.

Baca Juga: Misteri Batu Mekocok di Pura Watu Klotok, Ada Penyu Muncul Seratus Tahun Sekali

Menelusuri Kisah Dang Hyang Bang Manik Angkeran dan Pura Botoh

Menurut Jro Mangku Istri Pura Botoh, A.A Ayu Setianingsih, pura ini merupakan tempat stana Ida Bhatara Dang Hyang Bang Manik Angkeran, putra dari Ida Dang Hyang Sidhi Mantra.

Legenda menceritakan bahwa Dang Hyang Bang Manik Angkeran melakukan perjalanan dari Jawa menuju Gunung Tohlangkir (Gunung Agung) untuk mencari harta karun peninggalan ayahnya.

Dalam perjalanannya yang penuh rintangan, ia melewati hutan belantara dan menggunakan ranting pohon sebagai tongkat untuk membantunya.

Baca Juga: Mistis! Pernah Muncul Pusaka Keris di Payogan Prapat Agung, Begini tanda-tandanya

Di suatu tempat, Dang Hyang Bang Manik Angkeran merasa kebingungan dan tidak tahu arah.

Tiba-tiba, ia mendengar suara gaib yang menawarkan bantuan untuk mengantarkannya ke Gunung Tohlangkir.

Ternyata, suara gaib tersebut berasal dari dua jin bernama Jin Lekap Sakti dan Jin Jaba Sakti, yang merupakan sahabat ayahnya dan telah membuntutinya.

Sebagai syarat untuk membantunya, Dang Hyang Bang Manik Angkeran diminta menancapkan tongkatnya di tempat tersebut.

Setelah tongkat ditancapkan, muncullah sinar merah kekuningan yang kemudian dikenal sebagai "Sinar Botoh" (bahasa Sansekerta).

Di tempat tersebut kemudian tumbuh pohon beringin dan dinamakan Pura Botoh hingga saat ini.

Lebih Dari Sekadar Nama: Makna Spiritual dan Budaya Pura Botoh

Pura Botoh bukan hanya tentang legenda dan sejarah, tetapi juga memiliki makna spiritual dan budaya yang mendalam bagi masyarakat Hindu di Bali.

"Pura ini menjadi tempat suci untuk memuja Ida Bhatara Dang Hyang Bang Manik Angkeran dan keturunannya," ungkap Jro Mangku Istri Pura Botoh.

Baca Juga: Apakah Roh Orang yang Bunuh Diri Bisa Amor Ing Acintya? Begini Pandangan Hindu soal Ulah Pati yang Marak di Bali

Upacara-upacara keagamaan rutin diadakan di pura ini, seperti piodalan (peringatan hari suci pura) dan lainnya. *** 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #pura dang kahyangan #Dang Hyang Sidhi Mantra #hindu #denpasar #sejarah #Manik Angkeran #Pura Botoh