Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

SATU-SATUNYA DI BALI! Mengenal Sejarah dan Keunikan Pura Catur Kandapat Sari Pengideran Dewata Nawa Sanga

I Putu Suyatra • Kamis, 25 Juli 2024 | 18:23 WIB
Pura Catur Kandapat Sari Pengideran Dewata Nawa Sanga. Pura Hindu Bali di Peguyangan Kaja
Pura Catur Kandapat Sari Pengideran Dewata Nawa Sanga. Pura Hindu Bali di Peguyangan Kaja

BALIEXPRESS.ID - Tak banyak yang tahu tentang keberadaan Pura Catur Kandapat Sari Pengideran Dewata Nawa Sanga.

Salah satu Pura Hindu Bali ini terletak di Jalan Antasura, tepatnya di Banjar Pondok, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara.

Akses Mudah ke Pura Catur Kandapat Sari

Lokasi Pura Catur Kandapat Sari sangat mudah dijangkau dari pusat Kota Denpasar.

Dari Jalan Nangka Utara, Anda hanya perlu lurus melewati perempatan Warung Mina, terus ke utara sekitar 200 meter.

Pura ini berada di sebelah kanan, tepat di depan pertigaan Jalan Sentanu.

Sejarah dan Usia Pura Catur Kandapat Sari

Meskipun tidak semencolok Pura Kahyangan Jagad lainnya, Pura Catur Kandapat Sari memiliki sejarah yang panjang.

Menurut Desak Nyoman Rai, Ratu Niang Mangku Pura Catur Kandapat Sari, usia pura ini sudah lebih dari 11 abad.

"Dari cerita pengelingsir saya, Pura ini sudah kami sungsung sejak beberapa abad lalu, saya sekarang adalah generasi ke-11," jelasnya.

Kerusakan dan Renovasi Pura

Pada era 1970-an, Pura Catur Kandapat Sari sempat mengalami kerusakan parah akibat bencana alam dan cuaca buruk.

"Pada tahun 1970-an, yang tersisa hanya gegumuk batu. Pura ini direnovasi sekitar 10 tahun lalu," ungkap Ratu Niang Rai.

Setelah renovasi, pura ini mengalami banyak perbaikan, mulai dari pelinggih gedong hingga didirikan wantilan di sisi barat pura, lengkap dengan taman yang dibangun di tengah areal pura.

Keunikan Pura Catur Kandapat Sari

Sebagai pura dengan usia yang cukup tua, Pura Catur Kandapat Sari memiliki konsep yang unik.

Ratu Niang Rai menjelaskan bahwa konsep pura ini satu-satunya di Bali, dengan tata letak pelinggih yang mengikuti arah mata angin.

Pura ini memiliki sembilan pelinggih yang ditempatkan sesuai dengan pengideran arah mata angin sebagai stana dari Dewata Nawa Sanga.

Pelinggih dan Dewata yang Dihormati

Pura Catur Kandapat Sari memiliki sembilan pelinggih yang dipuja, yaitu Bhatara Brahma, Bhatara Maheswara, Bhatara Mahadewa, Bhatara Pesimpangan Goa Lawah, Pelinggih Bhatara Besakih, Pelinggih Bhatara Batukaru, Pelinggih Bhatara Uluwatu, dan Pelinggih Bhatara Siwa.

Dewa tertinggi di pura ini adalah Dewa Siwa, yang pelinggihnya menempati urutan terakhir dalam prosesi persembahyangan.

Keunikan Palinggih Perantenan

Keunikan lain dari Pura Catur Kandapat Sari adalah adanya empat palinggih perantenan, yaitu Perantenan Bhatara Brahma, Perantenan Bhatara Mahadewa, Perantenan Bhatara Wisnu, dan Perantenan Bhatara Siwa.

Masing-masing perantenan memiliki satu sumur sebagai sumber tirta. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Pura Catur Kandapat Sari #hindu #denpasar #sejarah #tata letak