BALIEXPRESS.ID - Data arkeologi dan sumber sejarah menunjukkan bahwa keris berasal dari Jawa dan kemudian menyebar ke berbagai tempat di nusantara.
Masuknya keris ke Bali mulai terjadi pada zaman Kerajaan Kediri (jawa Timur) yang berkuasa pada abad ke-11 sampai abad ke-13.
Dalam babad disebutkan, masuknya pengaruh Jawa ke Bali berawal dari pengiriman pasukan kerajaan Singasari yang dipimpin oleh Ki Kebo Bungalan tahun 1284.
Pengiriman pasukan tersebut atas perintah Prabu Kertanegara untuk menyerang raja Bali bernama Prameswara Seri Hyangning Hyang Adidewa Lancana.
Raja Bali berhasil dikalahkan lalu dibawa ke Singasari. Sedangkan Kebo Bungalan diangkat sebagai pemimpin Bali di bawah kekuasaan Singasari.
Karena usianya sudah tua, tahun 1296 kedudukannya diganti oleh anaknya bernama Kebo Parud.
Karena kondisi Bali sudah aman, pada masa pemerintahan Raja Jayanegara (Raja Majapahit) tahun 1324, kedudukan raja Bali dikembalikan kepada Sri Dharma Uttungga Dewa Warmadewa sebagai keturunan wangsa Warman menggantikan Kebo Parud.
Tahun 1324 posisi raja Bali diganti oleh anaknya bernama Sri Walajaya Kertaningrat. Kemudian tahun 1337 Walajaya Kertaningrat wafat, kedudukannya diganti oleh Sri Asta Asura Ratna Bumi Banten.
Selanjutnya diteruskan pada zaman Majapahit dari abad ke-14 hingga abad ke-17.
Berawal penolakan Sri Asta Asura Ratna Bumi bergabung dengan Majapahit yang diperintah oleh Tribhuwana Uttungga Dewi maka dilakukan ekspedisi yang dipimpin oleh Gajah Mada.
Bali berhasil ditundukkan. Untuk menjaga keamanan Bali, Kerajaan Majapahit menganugerahkan sejumlah pusaka kepada Raja Bali.
Sejak zaman tersebut, keris Majapahit masuk ke Bali.
Editor : Nyoman Suarna