BALIEXPRESS.ID - Pura Hindu di Bali, biasanya identik dengan tapakan barong dan rangda, serta memiliki hubungan dengan pura lain di luar desa.
Namun, Pura Dalem Belega di Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, memiliki keunikan tersendiri dengan adanya Palinggih Polisi dan Palinggih Sedaan Jaksa.
Palinggih Sedaan Jaksa di Pura Dalem Belega
Palinggih Sedaan Jaksa terletak di jaba tengah Pura Dalem Belega, sekitar 2 km ke arah timur dari Pasar Blahbatuh, Gianyar.
Banyak orang datang ke pura ini untuk memohon atau mencari kebenaran dari masalah yang menimpa mereka.
Beberapa orang yang telah memohon restu di sini terbukti tidak bersalah dan bebas dari tuntutan.
Pengalaman Pemangku Pura
Menurut pemangku pura, Ni Wayan Mayun, Pura Dalem Belega sering didatangi orang yang sedang menghadapi masalah hukum atau kesulitan.
"Pernah ada seseorang yang dibawa ke persidangan atas tuduhan sepele, tetapi dirinya tidak bersalah. Ia datang ke Palinggih Sedaan Jaksa untuk memohon agar kebenaran terungkap di persidangan," ungkap Mangku Mayun saat diwawancarai Bali Express.
Kisah Penemuan Pelaku Tabrak Lari
Mangku Mayun juga menceritakan bahwa beberapa orang datang ke Palinggih Sedaan Jaksa dan Palinggih Sedaan Polisi untuk memohon bantuan dalam kasus tabrak lari.
Setelah memohon doa, pelaku dan barang bukti tabrak lari sering kali ditemukan dengan cepat.
"Cukup dengan menghaturkan pejati atau banten lainnya, kemudian melaksanakan sembahyang dengan keyakinan, pasti cepat membuahkan hasil," jelas Mangku Mayun.
Perjalanan Menjadi Pemangku
Mangku Mayun telah menjadi pengayah di pura tersebut sejak tahun 2005 dan kini menjalankan tugasnya sendiri setelah suaminya meninggal dunia pada tahun 2011.
Ia juga mengurus upakara di pura mrajapati dan tinggal bersama putri bungsunya.
Kejadian Aneh di Pura Dalem Belega
Mangku Mayun menceritakan kejadian aneh yang pernah ia saksikan.
Seorang anak yang bermain di jaba pura pada siang bolong melihat debu sebagai air dan menggunakannya untuk mandi.
Anak tersebut kemudian jatuh sakit dan keluarganya datang ke Pura Dalem untuk memohon keselamatan.
"Saat mereka mau pulang, mobil mereka berputar sendiri tanpa ada yang menyetir. Mereka akhirnya mohon maaf dan menghaturkan canang di Sedahan Jaksa dan Sedahan Polisi," jelasnya.
Pantangan Bermain di Jaba Pura
Sejak kejadian tersebut, tidak ada yang berani bermain di jaba pura pada siang hari atau sandikala (pergantian sore hari).
Selain itu, truk pengangkut barang bekas pun tidak berani melintas atau parkir di jaba pura tersebut.
Pura Dalem Belega dengan keunikan dan cerita-cerita mistisnya terus menjadi tempat bagi masyarakat untuk memohon keadilan dan keselamatan.
Keberadaan Palinggih Sedaan Jaksa dan Palinggih Sedaan Polisi menjadi daya tarik tersendiri bagi pura ini. ***
Editor : I Putu Suyatra