BALIEXPRESS.ID – Umat Hindu di Bali dan sebagian masyarakat di Nusantara memiliki keyakinan bahwa ada cara pengobatan non medis atau alternatif.
Yang cukup terkenal di Bali, adalah dengan cara melukat atau penyucian diri. Ini diyakini bisa membantu menyembuhkan penyakit non medis dan menenangkan pikiran.
Berikut adalah rekomendasi tiga tempat melukat yang unik dan memiliki cerita menakjubkan di wilayah Bali. Lokasinya berada di Denpasar dan Badung. Salah satunya juga diyakini sebagai tempat memohon keturunan:
1. Pura Catur Kandapat Sari: Pusat Spiritual di Bali yang Dikunjungi Pemedek dari Seluruh Nusantara
Pura Catur Kandapat Sari, yang terletak di Jalan Antasura, Banjar Pondok, Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara, Bali, merupakan salah satu pura suci yang sangat dihormati oleh umat Hindu.
Pura ini dikenal sebagai salah satu dari sembilan pura utama yang menjadi stana Dewata Nawa Sanga, yaitu sembilan dewa penjaga arah mata angin.
Sejarah dan Penyungsung Pura
Pura Catur Kandapat Sari telah ada sejak 11 abad lalu dan dikelola secara turun-temurun oleh keluarga Ratu Niang Rai.
Meskipun demikian, pura ini juga disungsung oleh lima banjar di Desa Peguyangan, yaitu Banjar Pondok, Banjar Punduh Kulit, Banjar Benbiu, Banjar Umadesa, dan Banjar Kedua.
Keunikan Pura Catur Kandapat Sari
Pura Catur Kandapat Sari memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya menjadi tujuan bagi pemedek dari seluruh Nusantara. Beberapa keunikan tersebut antara lain:
- Pusat spiritual: Pura ini dianggap sebagai pusat spiritual yang dapat memberikan ketenangan dan kedamaian bagi siapa saja yang datang.
- Tempat memohon keselamatan: Banyak pemedek yang datang ke pura ini untuk memohon keselamatan dan berkah dari Ida Bhatara.
- Tempat memohon taksu: Para seniman, terutama penari dan penabuh, sering datang ke pura ini untuk memohon taksu atau kekuatan spiritual agar penampilan mereka semakin memukau.
- Tempat melukat: Pura ini juga menjadi tempat yang populer untuk melakukan ritual melukat atau pembersihan diri.
Kisah Mukjizat Kesembuhan
Banyak kisah ajaib yang terjadi di Pura Catur Kandapat Sari.
Salah satu kisah yang paling terkenal adalah kisah seorang umat yang sembuh dari penyakit parah setelah melakukan ritual melukat di pura ini.
Kisah ini semakin memperkuat keyakinan umat akan kekuatan spiritual yang ada di pura ini.
2. Beji Waringin Pitu: Tempat Melukat Suci di Bali dengan 7 Pancoran Sakral dan Sejarah Unik
Beji Waringin Pitu, sebuah tempat suci yang terletak di Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, telah lama menjadi tujuan bagi umat Hindu yang ingin melakukan ritual melukat (pengruwatan).
Tempat ini tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena sejarahnya yang unik dan tujuh pancoran sakral yang dipercaya memiliki khasiat khusus.
Lokasi dan Akses
Untuk mencapai Beji Waringin Pitu, Anda dapat mengikuti petunjuk berikut: dari Jalan Raya Kapal, ambil jalan aspal ke arah utara.
Setelah menempuh jarak sekitar 1 kilometer, Anda akan menemukan plang penunjuk arah menuju Beji Waringin Pitu di sebelah kiri jalan. Tersedia area parkir yang cukup luas di dekat lokasi.
Sejarah Beji Waringin Pitu
Menurut Ida Bagus Ngurah Suparsa, pemangku Beji Waringin Pitu, tempat ini telah ada sejak lama.
Nama "Waringin Pitu" diambil dari keberadaan tujuh pohon beringin tua yang dahulu tumbuh subur di sekitar lokasi.
Sayangnya, bencana banjir beberapa waktu lalu telah merenggut enam pohon beringin tersebut.
Namun, satu pohon beringin yang tersisa masih berdiri kokoh hingga saat ini.
Tujuh Pancoran Sakral
Ketujuh pancoran di Beji Waringin Pitu memiliki simbol-simbol khusus yang mewakili berbagai unsur dan organ tubuh. Setiap pancoran memiliki fungsi pembersihan yang berbeda-beda, antara lain:
- Pancoran pertama: Membersihkan pori-pori kulit
- Pancoran kedua: Membersihkan mata
- Pancoran ketiga: Membersihkan mulut
- Pancoran keempat: Membersihkan hidung
- Pancoran kelima: Membersihkan telinga
- Pancoran keenam: Membersihkan organ reproduksi pria
- Pancoran ketujuh: Membersihkan anus
Ritual Melukat
Ritual melukat di Beji Waringin Pitu dilakukan dengan cara mandi di tujuh pancoran secara berurutan. Setiap pancoran memiliki makna filosofis yang mendalam dan diyakini dapat membersihkan tubuh dan jiwa dari segala kotoran.
Mengapa Melukat di Beji Waringin Pitu?
Banyak umat Hindu yang memilih Beji Waringin Pitu sebagai tempat untuk melakukan ritual melukat karena beberapa alasan, antara lain:
- Suasana yang tenang dan damai
- Sejarah dan nilai spiritual yang tinggi
- Tujuh pancoran sakral dengan khasiat khusus
- Akses yang mudah
3. Pura Taman Sari dan Wulakan: Sumber Air Suci untuk Kesembuhan dan Keturunan di Mengwi
Pura Taman Sari, yang terletak di Banjar Alengkajeng, Desa Adat Mengwi, Bali, adalah salah satu pura suci yang memiliki sejarah panjang dan makna spiritual yang mendalam.
Pura ini tidak hanya menjadi tempat pemujaan, tetapi juga dikenal sebagai pusat penyembuhan dan tempat memohon berkah, terutama berkat keberadaan Pura Wulakan.
Pura Wulakan: Mata Air Sakral Warisan Dang Hyang Nirartha
Pura Wulakan adalah sebuah pura kecil yang terletak di belakang Pura Taman Sari.
Tempat ini memiliki sejarah yang sangat tua dan dipercaya sebagai lokasi pertama kali ditemukannya mata air suci oleh Dang Hyang Nirartha, salah seorang tokoh penting dalam penyebaran agama Hindu di Bali.
Mata air di Pura Wulakan dipercaya memiliki kekuatan magis yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, terutama penyakit non-medis.
Selain itu, banyak umat Hindu yang datang ke Pura Wulakan untuk memohon keturunan.
Ritual Melukat di Pura Wulakan
Ritual melukat di Pura Wulakan dilakukan dengan menggunakan air suci yang berasal dari mata air di bawah pohon beringin tua.
Umat yang ingin melukat cukup membawa banten pejati alit sebagai sarana.
Setelah melakukan melukat di Pura Wulakan, umat biasanya melanjutkan persembahyangan di Pura Taman Sari.
Pura Taman Sari: Pusat Pemujaan dan Sejarah
Pura Taman Sari merupakan salah satu dari sembilan pura yang dibangun oleh Dang Hyang Nirartha.
Pura ini memiliki sejarah yang panjang dan dipercaya sebagai tempat untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Piodalan di Pura Taman Sari jatuh pada Purnama Kapat (purnama bulan Oktober).
Keunikan Pura Taman Sari dan Wulakan
- Sumber air suci: Pura Wulakan memiliki mata air suci yang dipercaya memiliki kekuatan penyembuhan.
- Sejarah panjang: Kedua pura ini memiliki sejarah yang sangat panjang dan terkait erat dengan sejarah penyebaran agama Hindu di Bali.
- Tempat memohon berkah: Banyak umat Hindu yang datang ke pura ini untuk memohon berkah, terutama kesembuhan dan keturunan.
- Keindahan alam: Pura Taman Sari dan Wulakan terletak di lingkungan yang asri dan tenang, sehingga memberikan suasana yang nyaman untuk beribadah.
***
Editor : I Putu Suyatra