Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rekomendasi Tiga Tempat Melukat di Bali yang Unik dan Memiliki Kisah Menakjubkan: Lokasi di Denpasar - Badung, Nomor 3 Diyakini Tempat Mohon Keturunan

I Putu Suyatra • Minggu, 28 Juli 2024 | 17:44 WIB

Pura Catur Kandapat Sari Pengideran Dewata Nawa Sanga.
Pura Catur Kandapat Sari Pengideran Dewata Nawa Sanga.
    

BALIEXPRESS.ID – Umat Hindu di Bali dan sebagian masyarakat di Nusantara memiliki keyakinan bahwa ada cara pengobatan non medis atau alternatif.  

Yang cukup terkenal di Bali, adalah dengan cara melukat atau penyucian diri. Ini diyakini bisa membantu menyembuhkan penyakit non medis dan menenangkan pikiran.

Berikut adalah rekomendasi tiga tempat melukat yang unik dan memiliki cerita menakjubkan di wilayah Bali. Lokasinya berada di Denpasar dan Badung. Salah satunya juga diyakini sebagai tempat memohon keturunan:

Pura Catur Kandapat Sari, yang terletak di Jalan Antasura, Banjar Pondok, Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara, Bali, merupakan salah satu pura suci yang sangat dihormati oleh umat Hindu.
Pura Catur Kandapat Sari, yang terletak di Jalan Antasura, Banjar Pondok, Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara, Bali, merupakan salah satu pura suci yang sangat dihormati oleh umat Hindu.

1.  Pura Catur Kandapat Sari: Pusat Spiritual di Bali yang Dikunjungi Pemedek dari Seluruh Nusantara

Pura Catur Kandapat Sari, yang terletak di Jalan Antasura, Banjar Pondok, Desa Peguyangan Kaja, Denpasar Utara, Bali, merupakan salah satu pura suci yang sangat dihormati oleh umat Hindu.

Pura ini dikenal sebagai salah satu dari sembilan pura utama yang menjadi stana Dewata Nawa Sanga, yaitu sembilan dewa penjaga arah mata angin.

Sejarah dan Penyungsung Pura

Pura Catur Kandapat Sari telah ada sejak 11 abad lalu dan dikelola secara turun-temurun oleh keluarga Ratu Niang Rai.

Meskipun demikian, pura ini juga disungsung oleh lima banjar di Desa Peguyangan, yaitu Banjar Pondok, Banjar Punduh Kulit, Banjar Benbiu, Banjar Umadesa, dan Banjar Kedua.

Keunikan Pura Catur Kandapat Sari

Pura Catur Kandapat Sari memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya menjadi tujuan bagi pemedek dari seluruh Nusantara. Beberapa keunikan tersebut antara lain:

Kisah Mukjizat Kesembuhan

Banyak kisah ajaib yang terjadi di Pura Catur Kandapat Sari.

Salah satu kisah yang paling terkenal adalah kisah seorang umat yang sembuh dari penyakit parah setelah melakukan ritual melukat di pura ini.

Kisah ini semakin memperkuat keyakinan umat akan kekuatan spiritual yang ada di pura ini.

Beji Waringin Pitu, yang terletak di Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali
Beji Waringin Pitu, yang terletak di Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali

2.  Beji Waringin Pitu: Tempat Melukat Suci di Bali dengan 7 Pancoran Sakral dan Sejarah Unik

Beji Waringin Pitu, sebuah tempat suci yang terletak di Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, telah lama menjadi tujuan bagi umat Hindu yang ingin melakukan ritual melukat (pengruwatan).

Tempat ini tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena sejarahnya yang unik dan tujuh pancoran sakral yang dipercaya memiliki khasiat khusus.

Lokasi dan Akses

Untuk mencapai Beji Waringin Pitu, Anda dapat mengikuti petunjuk berikut: dari Jalan Raya Kapal, ambil jalan aspal ke arah utara.

Setelah menempuh jarak sekitar 1 kilometer, Anda akan menemukan plang penunjuk arah menuju Beji Waringin Pitu di sebelah kiri jalan. Tersedia area parkir yang cukup luas di dekat lokasi.

Sejarah Beji Waringin Pitu

Menurut Ida Bagus Ngurah Suparsa, pemangku Beji Waringin Pitu, tempat ini telah ada sejak lama.

Nama "Waringin Pitu" diambil dari keberadaan tujuh pohon beringin tua yang dahulu tumbuh subur di sekitar lokasi.

Sayangnya, bencana banjir beberapa waktu lalu telah merenggut enam pohon beringin tersebut.

Namun, satu pohon beringin yang tersisa masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Tujuh Pancoran Sakral

Ketujuh pancoran di Beji Waringin Pitu memiliki simbol-simbol khusus yang mewakili berbagai unsur dan organ tubuh. Setiap pancoran memiliki fungsi pembersihan yang berbeda-beda, antara lain:

Ritual Melukat

Ritual melukat di Beji Waringin Pitu dilakukan dengan cara mandi di tujuh pancoran secara berurutan. Setiap pancoran memiliki makna filosofis yang mendalam dan diyakini dapat membersihkan tubuh dan jiwa dari segala kotoran.

Mengapa Melukat di Beji Waringin Pitu?

Banyak umat Hindu yang memilih Beji Waringin Pitu sebagai tempat untuk melakukan ritual melukat karena beberapa alasan, antara lain:

Pura Wulakan, Tempat Memohon Kesembuhan dan Keturunan
Pura Wulakan, Tempat Memohon Kesembuhan dan Keturunan

3.  Pura Taman Sari dan Wulakan: Sumber Air Suci untuk Kesembuhan dan Keturunan di Mengwi

Pura Taman Sari, yang terletak di Banjar Alengkajeng, Desa Adat Mengwi, Bali, adalah salah satu pura suci yang memiliki sejarah panjang dan makna spiritual yang mendalam.

Pura ini tidak hanya menjadi tempat pemujaan, tetapi juga dikenal sebagai pusat penyembuhan dan tempat memohon berkah, terutama berkat keberadaan Pura Wulakan.

Pura Wulakan: Mata Air Sakral Warisan Dang Hyang Nirartha

Pura Wulakan adalah sebuah pura kecil yang terletak di belakang Pura Taman Sari.

Tempat ini memiliki sejarah yang sangat tua dan dipercaya sebagai lokasi pertama kali ditemukannya mata air suci oleh Dang Hyang Nirartha, salah seorang tokoh penting dalam penyebaran agama Hindu di Bali.

Mata air di Pura Wulakan dipercaya memiliki kekuatan magis yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, terutama penyakit non-medis.

Selain itu, banyak umat Hindu yang datang ke Pura Wulakan untuk memohon keturunan.

Ritual Melukat di Pura Wulakan

Ritual melukat di Pura Wulakan dilakukan dengan menggunakan air suci yang berasal dari mata air di bawah pohon beringin tua.

Umat yang ingin melukat cukup membawa banten pejati alit sebagai sarana.

Setelah melakukan melukat di Pura Wulakan, umat biasanya melanjutkan persembahyangan di Pura Taman Sari.

Pura Taman Sari: Pusat Pemujaan dan Sejarah

Pura Taman Sari merupakan salah satu dari sembilan pura yang dibangun oleh Dang Hyang Nirartha.

Pura ini memiliki sejarah yang panjang dan dipercaya sebagai tempat untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Piodalan di Pura Taman Sari jatuh pada Purnama Kapat (purnama bulan Oktober).

Keunikan Pura Taman Sari dan Wulakan

***

 

Editor : I Putu Suyatra
#BEJI WARINGIN PITU #melukat #bali #Pura Catur Kandapat Sari #keturunan #mengwi #Pura Wulakan #hindu #denpasar #pura taman sari #kesembuhan #badung