Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Tradisi Makotek di Desa Munggu Bali, Dahulu Gunakan Tombak tapi Dilarang Belanda

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 30 Juli 2024 | 13:47 WIB
Pelaksanaan Makotek di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.
Pelaksanaan Makotek di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

BALIEXPRESS.ID- Desa Munggu yang terletak di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali memiliki sebuah tradisi yang diberi nama Makotek.

Tradisi Makotek di Desa Munggu ini pun sangat kental dengan nilai sejarah yang juga menyangkut keberadaan desa tersebut. 

Tradisi Makotek di Desa Munggu digelar setiap Hari Raya Kuningan yakni 210 hari sekali. 

Makotek ini telah ada sejak zaman kerajaan Mengwi.  Sejarah tradisi berawal dari peperangan pasukan Mengwi melawan Kerajaan Blambangan di Jawa Timur. 

Kemudian Kerajaan Mengwi pun berhasil memenangkan peperangan kala itu. 

Waktu itu pasukan yang dikirim ke Jawa adalah Taruna Munggu atau yang dikenal sebagai Pasukan Guak Selem. 

Tradisi Makotek pun digelar sebagai simbol kegembiraan atas kemenangan tersebut. 

Dahulu Makotek digelar menggunakan tombak, namun hal tersebut dilarang oleh kolonial Belanda.  Sebab hal itu dinilai sebagai simbol pemberontakan. 

Sehingga penggunaan tombak diganti menjadi kayu pulet yang kulitnya dikupas dengan panjang 2 sampai 3,5 meter.

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #Makotek #Desa Munggu