Pura Watu Klotok Klungkung: Lokasi, Sejarah, dan Keunikan, Ada Hubungannya dengan Ritual Melasti dari Pura Agung Besakih
I Putu Suyatra• Senin, 5 Agustus 2024 | 15:14 WIB
Pura Watu Klotok, yang terletak di Klungkung, Bali, menjadi tujuan penting setiap tahunnya untuk ritual malasti dari Pura Agung Besakih.
BALIEXPRESS.ID – Pura Watu Klotok, yang terletak di Klungkung, Bali, menjadi tujuan penting setiap tahunnya untuk ritual melasti dari Pura Agung Besakih.
Tokoh Pura, Ngurah Widana, mengungkapkan bahwa prosesi ini dilakukan dengan berjalan kaki (mamarga).
Lokasi Pura Watu Klotok
Pura Watu Klotok mudah diakses. Dari pusat Kota Denpasar, hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Mengikuti Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, setelah memasuki wilayah Kabupaten Klungkung, petunjuk arah ke Pura Watu Klotok akan terlihat.
Setelah sekitar satu kilometer dari bypass, pengunjung akan sampai di jaba sisi pura setelah mengikuti jalan tembus pantai.
Sejarah Pura Watu Klotok
Menurut Ngurah Widana, dasar dari Pura Watu Klotok adalah bedawang nala (penyu), mengingat lokasinya di hilir Pura Segara Klotok.
Pura ini juga memiliki hubungan erat dengan Pura Agung Besakih, di mana Pura Besakih berperan sebagai purusa dan Watu Klotok sebagai pradana.
Setiap upacara Eka Dasa Rudra dan Panca Wali Krama di Pura Besakih, semua sasuhunan melaksanakan prosesi masuciang menuju Pura Watu Klotok.
Struktur dan Mandala Pura
Pura Watu Klotok terdiri dari tiga mandala: utama mandala, madya mandala, dan nista mandala.
Di utama mandala, terdapat 17 palinggih, termasuk palinggih Ida Ratu Makocel, sumber mata air (beji), dan meru bertumpang tiga untuk Dewi Danu.
Di madya mandala, terdapat dua bale gong yang mengapit candi bentar penghubung madya dan utama mandala.
Ritual dan Upacara
Pura ini diempon oleh Desa Pakraman Gelgel, dengan Banjar Tojan Kelod sebagai penanggung jawab pelaksanaan upakara saat piodalan.
Ritual utama termasuk upacara pujawali yang diadakan setiap 120 hari dan upacara bumi sudha tahunan yang melibatkan pencampuran tirta dari Pura Agung Besakih, Pura Ulun Danu Batur, dan Pura Watu Klotok.
Kejadian Aneh dan Keunikan
Ngurah Widana menceritakan kejadian aneh ketika sebuah penyu besar muncul pada awal renovasi pura tahun 2004.
Penyu tersebut, yang panjangnya sekitar empat meter, pertama kali dilihat oleh seorang nelayan dan kemudian dijadikan dasar sebuah palinggih di nista mandala.
Proses Persembahyangan
Menurut Jero Mangku Gede, proses persembahyangan dimulai di jaba sisi, di patung Dewa Baruna, dan dilanjutkan ke palinggih segara di sisi selatan pura.
Persembahyangan ini bertujuan untuk mohon keselamatan dan ucapan terima kasih kepada penguasa laut sebelum melanjutkan ke utama mandala.
Pura Watu Klotok dengan segala keunikan dan ritualnya merupakan bagian penting dari budaya dan spiritualitas Bali, menjadikannya destinasi yang wajib dikunjungi bagi para pemedek dan wisatawan yang ingin memahami lebih dalam tentang kekayaan tradisi Bali. ***