Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Umat Hindu Wajib Tahu! Jangan Sampai Lupa nangkil ke Pura Dalem Puri Besakih, Ini Akibatnya

I Putu Mardika • Jumat, 9 Agustus 2024 | 16:26 WIB

Areal Jeroan Pura Dalem Puri Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem
Areal Jeroan Pura Dalem Puri Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem
BALIEXPRESS.ID-Pura Dalem Puri yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem Bali merupakan salah satu pura dalam gugusan Soring Ambal-Ambal di Besakih. Pura yang terletak di kawasan selatan Pura Besakih disebut sebagai Huluning Dalem di Bali.

Secara posisi, Pura Dalem Puri ini terletak di areal yang agak rendah, di sisi kiri jalan menuju Besakih. Pura ini sebagai stana Bhatari durga.

Bila dilihat sekilas, keberadaan Pura Dalem Puri terlihat tersembunyi. Hal ini karena posisinya berada di areal yang lebih rendah. Jaraknya sekitar 1 kilometer dari Pura Penataran Agung Besakih.

Pura Dalem Puri diyakini erat dengan roh orang yang telah meninggal. Sehingga dianggap sebagai stana dari Dewi Durga, sakti Dewa Siwa.

Pasalnya, Umat Hindu Bali setelah mengadakan upacara pitra yadnya atau ngaben dan mamukur atau ngaroras biasanya datang ke pura ini untuk mendak dan nuntun Sang Pitara untuk disthanakan di sanggah atau pamarajan.

Baca Juga: Pura Kiduling Kreteg Besakih, Stana Dewa Brahma, Tempat Memohon Nangluk Merana untuk Petani  

Hal ini mengingat bahwa Pura Dalem Puri ini merupakan lambang pengadilan Ida Sang Hyang Widhiwasa atas para pitara, yang menuju Para Loka. Para Loka inilah yang hendak digambarkan dalam Pura Dalem Puri ini.

Di palataran jeroan Pura Dalem Puri terdapat palinggih untuk memuja Dewi Durga atau Bhaṭari Giri Putri.

Palataran ini melambangkan Surga Loka. Sedangkan di luar pura terdapat sebidang tanah lapang yang disebut Tegal Panangsaran, yang merupakan gambaran Neraka Loka.

Roh orang yang semasa hidupnya banyak melakukan dharma, akan diterima di Pura Dalem Puri ini. Sedangkan mereka yang lebih banyak melakukan perbuatan adharma (kejahatan) akan tinggal di Tegal Panangsaran tersebut.

Lebih jauh menurut tradisi, konon di pura ini Sri Jayakasunu, salah seorang Raja Badahulu dari dinasti Warmadewa, menerima pawarah-warah atau arahan dari Dewi Durga tentang Upacara Eka Dasa Rudra, Tawur Kasanga, Galungan, dan Kuningan.

Saat itu Maya Danawa baru saja berhasil dikalahkan, karena selalu menghalangi masyarakat untuk melakukan puja di Pura Basakih

Pura Dalem Puri ini dibagi menjadi tiga mandala, yakni jaba sisi, jaba tengah dan jeroan. Di jaba sisi terdapat wantilan yang terletak di sisi utara pura.

Pada Jaba tengah merupakan area yang cukup luas dan dibatasi tembok penyengker. Di areal ini terdapat pelinggih yang cukup besar yang terletak di sisi utara, yang disebut Pelinggih Prajapati.

Di areal jaba tengah juga terdapat pohon besar dengan sebuah pelinggih di sebelahnya, yang merupakan pelinggih Parencangan Ida Bhatara.

Selanjutnya di areal jeroan terdapat pelinggih Gedong di sisi timur sebagai stana Dewi Durga Nini atau Dewi Uma. Pelinggih utama diapit oleh dua buah pepelik, masing-masing di sisi kanan dan kiri gedong

Selain pelinggh pokok juga terdapat bangunan suci yang merupakan pelengkap pura. Yakni Bale pesandekan dan Bale Pawedan yang berfungsi sebagai tempat sulinggih saat muput pujawali

Gusti Anglurah Mangku Kebayan Alitan, 40 menjelaskan di Pura Dalem Puri, terdapat Aci rutin setiap enam bulan disebut petrithan yakni Buda Kliwon Ugu.

Baca Juga: Pura Beji Taman Suranadi: Tempat Melukat dan Penyembuhan di Bali yang Dikenal Suci

Sedangkan setiap setahun sekali disebut Ngusbha yang dilaksanakan pada Selesai Tilem Kepitu, dengan mencari penanggal gasal menemu Kajeng yakni 3, 5, dan 7.

“Pantangan bagi leluhur yang belum diaben maka tidak boleh mesoda di areal Jeroan atau utama mandala. Melainkan cukup di Jaba. Sedangkan bagi yang sudah diaben, maka bisa mesoda di areal Jeroan,” katanya.

Tujuan dari Ngusabha adalah mesoda untuk leluhur yang nangkil ke Pura Dalem Puri. Sehingga bisa dipersembahkan oleh para pratisentananya atau keturunannya.

Seluruh umat Hindu di Bali, jika sudah menyelenggarakan pitra Yadnya yakni Atiwa-Tiwa, Ngaben, Memukur, Maligia, maka selanjutnya adalah mendak nuntun pitara di Kahayngan Jagat ini.

Ia menjelaskan, ada banyak yang kisah dari umat Hindu yang belum pernah mendak nuntun ke pitara ke Pura Dalem Puri.

Akibatnya banyak yang mengalami kabrebehan,kesakitan, kesana kemari  mencari obat namun tidak sembuh.

Akhirnya setelah ditanyakan di orang pintar, maka disebutkan belum pernah mendak nuntun para pitara.

“Sehingga setelah itu mereka nangkil dan memohon kepada Ida Bhatara di Pura Dalem Puri, mereka diberikan kesembuhan,” tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#durga #bali #besakih #hindu bali #Kecamatan Rendang #hindu #roh #pura dalem puri #pura #Pratisentana #karangasem #pitara #siwa