Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Watu Klotok di Klungkung: Situs Suci Hindu Bali dengan Sejarah dan Keunikan Batu Makocel, Diyakini Tempat Mohon Keturunan

I Putu Suyatra • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 04:05 WIB
Pantai Watu Klotok, Banjar Celepik, Desa Tojan, Kabupaten Klungkung, Bali.
Pantai Watu Klotok, Banjar Celepik, Desa Tojan, Kabupaten Klungkung, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Klungkung, dikenal sebagai salah satu daerah di Bali yang kaya akan bangunan suci Hindu. Salah satu pura yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah adalah Pura Watu Klotok, yang terletak di Pantai Watu Klotok, Banjar Celepik, Desa Tojan, Kabupaten Klungkung, Bali.

Pura ini tidak hanya memikat dengan keindahan arsitekturnya, tetapi juga menyimpan legenda tentang sebuah batu suci yang dikenal dengan nama Batu Makocel. 

Nama Pura Watu Klotok berasal dari dua kata dalam bahasa Bali: "Watu" yang berarti batu, dan "Klotok" yang berarti berbunyi.

Sesuai dengan namanya, pura ini menyimpan sebuah batu yang dapat mengeluarkan bunyi ketika digerakkan, menjadikannya salah satu peninggalan yang dikeramatkan dan dipercaya memiliki kekuatan magis.

Sejarah pendirian Pura Watu Klotok tercatat dalam Lontar Dewa Purana Bangsul yang mengisahkan perjalanan suci Mpu Kuturan ke Bali pada abad ke-10.

Dikisahkan bahwa Mpu Kuturan mendirikan pura ini di pantai tenggara yang dikenal sebagai Silajong Watu Klotok untuk menjaga keseimbangan alam dan mendatangkan kesuburan bagi tanaman.

Menurut Jro Mangku Gede I Ketut Gubah, Pemangku Pura Watu Klotok, ada sebuah mitos yang berkembang di masyarakat mengenai asal mula berdirinya pura ini.

Diceritakan, pada zaman dahulu, seorang petani menemukan batu ajaib di sawahnya yang ketika dikocok, mengeluarkan bunyi dari dalamnya.

Karena dianggap sebagai keajaiban, batu tersebut kemudian disungsung oleh subak setempat dan akhirnya menjadi bagian dari Pura Watu Klotok.

Keberadaan Batu Makocel ini dipercaya memiliki kekuatan magis, khususnya bagi para petani.

Warga Desa Tojan sering memanfaatkan air wangsuhpada, atau air basuhan dari batu tersebut, untuk melindungi tanaman mereka dari hama dan penyakit.

Oleh karena itu, Pura Watu Klotok menjadi tempat yang penting bagi petani setempat untuk memohon keselamatan bagi tanaman mereka.

Piodalan di Pura Watu Klotok diselenggarakan setiap Anggara Kasih Julungwangi, dan ritual tahunan seperti upacara Ngusaba dilakukan setiap Purnama Sasih Kalima.

Pura ini juga merupakan tempat pamlastian bagi Ida Bhatara Pura Besakih, di mana pada upacara besar seperti Panca Wali Krama dan Eka Dasa Rudra, Ida Bhatara dari Pura Besakih akan melakukan penyucian di Pura Watu Klotok.

Pura Watu Klotok tidak hanya penting bagi warga lokal, tetapi juga bagi umat Hindu di seluruh Bali.

Setiap Tilem Sasih Kapitu, Pemerintah Provinsi Bali mengadakan upacara Nangluk Merana di pura ini untuk menyucikan seluruh pulau Bali.

Tirta dari upacara ini kemudian disebar ke seluruh wilayah Bali sebagai simbol perlindungan dan kesejahteraan.

Selain Batu Makocel, Pura Watu Klotok juga diyakini memiliki beberapa unen-unen atau rencang Ida Bhatara, seperti tikus putih, ular belang, dan penyu macolek pamor yang hanya muncul seratus tahun sekali.

Salah satu penyu raksasa yang terdampar beberapa tahun silam menjadi dasar pembangunan Pura Segara yang berada di depan Pura Watu Klotok.

Kepercayaan umat Hindu terhadap kekuatan Pura Watu Klotok tidak luntur meskipun zaman terus berkembang.

Banyak yang datang untuk memohon berkah, termasuk dalam hal kesuburan dan perlindungan terhadap tanaman.

Salah satu contohnya adalah kisah seorang pasangan yang setelah bertahun-tahun tidak dikaruniai anak, akhirnya mendapatkan keturunan setelah memohon kepada Ratu Lingsir di Pura Watu Klotok.

Dengan segala keunikannya, Pura Watu Klotok di Klungkung bukan hanya sekadar situs suci, tetapi juga simbol kepercayaan dan spiritualitas yang kuat di Bali.

Pura ini terus menjadi tempat penting bagi umat Hindu untuk memohon perlindungan, kesejahteraan, dan kesuburan. *** 

 

 

Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : I Putu Suyatra
#Pura Watu Klotok #bali #keturunan #hindu #sejarah #klungkung #mpu kuturan