BALIEXPRESS.ID - Desa Pandak Gede, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, memiliki tradisi unik dalam menyambut Hari Raya Galungan.
Jika umumnya masyarakat Bali memotong babi saat Penampahan Galungan, warga desa ini justru memilih untuk menyembelih kerbau dalam sebuah upacara yang disebut Nampah Kebo.
Tradisi Turun-Temurun
Nampah Kebo merupakan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun di Desa Pandak Gede.
Setiap menjelang Hari Raya Galungan yang dirayakan umat Hindu Bali, warga desa berkumpul untuk bersama-sama menyembelih kerbau.
Baca Juga: Pura Beji Taman Suranadi: Tempat Melukat Sakral di Bali dengan Sejarah Ratusan Tahun
Daging kerbau yang diperoleh kemudian dibagi rata kepada seluruh warga dan diolah menjadi berbagai macam masakan khas Bali, seperti sate, dendeng, dan lawar.
Alasan Memilih Kerbau
Ada beberapa alasan mengapa warga Desa Pandak Gede memilih kerbau sebagai hewan kurban.
Salah satunya adalah karena kerbau memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan dengan babi.
Baca Juga: Menelisik Air Suci yang Ditemukan di Kawasan GWK Bali, Dipercaya Dapat Sembuhkan Penyakit
Selain itu, daging kerbau juga dianggap lebih lezat dan memiliki cita rasa yang khas.
"Daging kerbau itu lebih gurih dan cocok untuk diolah menjadi berbagai macam masakan," ujar I Made Mertayasa, salah satu tokoh setempat.
"Selain itu, memelihara kerbau juga bisa membantu petani dalam mengolah sawah," tambahnya.
Proses Nampah Kebo
Proses Nampah Kebo dimulai dengan pemilihan kerbau yang berkualitas. Kerbau yang dipilih biasanya berjenis betina dengan berat sekitar 450 kilogram.
Setelah disembelih, daging kerbau kemudian dipotong-potong dan dibagikan kepada seluruh warga.
Sejarah Nampah Kebo
Menurut sejarah, tradisi Nampah Kebo di Desa Pandak Gede sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
Baca Juga: Begini Sejarah Desa Kedisan Kintamani, Erat dengan Sosok Raja Perempuan
Dahulu, ketika Desa Buahan menjadi pusat pemerintahan Tabanan, masyarakat mengadakan pesta besar untuk merayakan kemakmuran.
Salah satu hidangan utama dalam pesta tersebut adalah daging kerbau. Sejak saat itu, tradisi memotong kerbau saat Galungan terus lestari di Desa Pandak Gede.
Pelestarian Budaya
Tradisi Nampah Kebo bukan hanya sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Desa Pandak Gede.
Dengan melestarikan tradisi ini, generasi muda dapat belajar tentang nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan terhadap leluhur. ***
Editor : I Putu Suyatra