BALIEXPRESS.ID - Dalam suasana sakral Hari Umanis Galungan, umat Hindu di Banjar Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Bali, menggelar tradisi turun-temurun yang penuh makna, yakni nunas sari.
Tradisi ini dilakukan pada pagi hari sebelum matahari terbit sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan memohon berkah keselamatan serta kesejahteraan.
Setiap Umanis Galungan, ratusan warga berbondong-bondong menuju Pura Beji setempat.
Dengan membawa canang sari dan wadah untuk menampung tirta suci, mereka berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang cukup menantang.
Meskipun harus memulai perjalanan saat fajar menyingsing, semangat mereka tak pernah padam untuk mendapatkan tirta yang dipercaya membawa berkah.
"Tradisi nunas sari ini sudah dilakukan sejak dulu oleh leluhur kami," ujar Jro Sandat, salah seorang warga yang ditemui di lokasi.
"Kami percaya, tirta suci ini akan membawa keberkahan bagi keluarga dan seluruh umat," tambahnya.
Sesampainya di Pura Beji, warga akan menghaturkan canang sari sebagai bentuk bakti.
Kemudian, mereka akan mengambil tirta suci yang diambilkan oleh pemangku pura.
Tirta suci ini nantinya akan dipercikkan ke seluruh banten yang telah disiapkan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Galungan.
Jero Mangku Istri Pura Beji menjelaskan bahwa tradisi nunas sari memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat setempat.
"Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, tradisi ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga kesucian diri dan lingkungan," ungkapnya. ***
Editor : I Putu Suyatra