BALIEXPRESS.ID – Nunas tamba atau mohon kesembuhan bagi umat Hindu di Bali bisa dilakukan di banyak tempat.
Selain tempat melukat, ada banyak Pura atau tempat suci Hindu Bali lainnya yang bisa didatangi untuk nunas tamba.
Nunas tamba ini sendiri kebanyakan dilakukan untuk memohon kesembuhan atas penyakit non medis.
Berikut tiga tempat nunas tamba di Bali yang jarang diketahui masyarakat umum:
1. Misteri Sumur Bertuah di Pura Dalem Gede Kebon, Bali
Pura Dalem Gede Kebon: Sebuah tempat suci yang terletak di Desa Buduk, Mengwi, Badung, Bali menyimpan banyak keunikan.
Selain memiliki sejarah yang panjang, pura ini juga dikenal memiliki sumur bertuah yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Sejarah dan Kepemilikan
Dahulu, Pura Dalem Gede Kebon dimiliki oleh Desa Buduk. Namun, seiring berjalannya waktu, pengelolaannya diambil alih oleh warga Banjar Tengah dan Tampak Kerep.
Saat ini, pura ini menjadi tempat pemujaan bagi sekitar 100 kepala keluarga.
Palinggih dan Upacara
Di dalam pura ini terdapat beberapa palinggih utama, seperti Palinggih Ratu Gede, Gedong, dan Palinggih Ratu Biang.
Upacara keagamaan yang paling penting adalah piodalan yang jatuh setiap Anggara Kasih (Selasa Kliwon) Wuku Tambir.
Salah satu tradisi unik yang dilakukan sebelum piodalan adalah Tabuh Rah, sebuah ritual yang dipercaya dapat mengundang kehadiran roh-roh leluhur.
Sumur Bertuah
Salah satu daya tarik utama Pura Dalem Gede Kebon adalah sumur bertuah yang dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti herpes dan penyakit kulit.
Banyak pemedek yang datang ke pura untuk meminta air dari sumur ini sebagai obat.
Cara Nunas Tamba
Cara nunas tamba di pura ini sangat sederhana. Pemedek cukup membawa canang dan menyampaikan permohonan kepada pemangku. Setelah itu, pemangku akan mengambil air dari sumur dan memberikannya kepada pemedek.
Pantangan dan Tata Cara Bersembahyang
Sama seperti pura lainnya, ada beberapa pantangan yang harus diperhatikan saat mengunjungi Pura Dalem Gede Kebon.
Di antaranya adalah tidak boleh datang dalam keadaan cuntaka, haid, atau belum menikah secara niskala.
Uniknya Sarana Ritual
Selain sumur bertuah, Pura Dalem Gede Kebon juga memiliki sarana ritual yang unik, yaitu nasi wong berbentuk manusia, ular, dan kuda.
Nasi wong ini memiliki makna simbolis dalam upacara keagamaan.
2. Misteri Kuburan Dadong Guliang di Klungkung: Sakti Mandraguna dan Sumur Bertuah
Kuburan Dadong Guliang: Sebuah tempat mistis yang terletak di Desa Akah, Klungkung, Bali menyimpan banyak misteri.
Konon, kuburan ini merupakan makam dari seorang wanita sakti bernama Dadong Guliang yang hidup ratusan tahun lalu.
Kisah Dadong Guliang
Dadong Guliang dikenal memiliki kekuatan supranatural yang sangat tinggi. Setelah meninggal, makamnya menjadi tempat yang dianggap keramat dan sering dikunjungi oleh orang-orang yang ingin meminta pertolongan atau kesembuhan.
Pancuran Suci
Selain kuburan, terdapat juga sebuah pancuran suci di dekat Tukad Guliang yang dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit.
Pancuran ini sering digunakan oleh masyarakat sekitar untuk melakukan ritual pemandian.
Khasiat Pancuran Bertuah
Banyak orang yang telah merasakan khasiat dari tempat ini. Ada yang sembuh dari penyakit serius, ada pula yang mendapatkan keberuntungan setelah berdoa di kuburan Dadong Guliang.
Pantangan dan Peringatan
Meskipun tempat ini dianggap keramat, ada beberapa pantangan yang harus dipatuhi oleh pengunjung. Salah satunya adalah menghindari mengunjungi pancuran pada siang hari, karena dipercaya dapat membawa sial.
Kisah Mistis
Terdapat banyak kisah mistis yang beredar tentang kuburan Dadong Guliang. Mulai dari penampakan sosok wanita tua hingga pengalaman kesurupan yang dialami oleh pengunjung.
3. Misteri Pura Sakti: Dari Hutan Belantara Menjadi Pusat Spiritual di Bali
Pura Sakti: Sebuah nama yang mungkin terdengar asing bagi banyak orang, namun bagi mereka yang mencari kedamaian spiritual dan keajaiban, tempat ini adalah surga tersembunyi di Bali.
Terletak di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, pura ini memiliki sejarah yang unik dan penuh misteri.
Dari Hutan Belantara Menjadi Pusat Spiritual
Sebelum menjadi pura yang megah seperti sekarang, kawasan Pura Sakti hanyalah hutan belantara yang rimbun.
Namun, segalanya berubah setelah empat orang penekun spiritual menerima pawisik atau bisikan gaib untuk membangun sebuah pura di lokasi tersebut.
Pawisik dan Pencarian Sumur Gaib
Kisah bermula pada tahun 2006, saat keempat penekun spiritual tengah bermeditasi di Pura Mpu Baradah, Kediri, Jawa Timur.
Mereka menerima petunjuk untuk mencari sebuah sumur gaib di kawasan hutan di Buleleng. Setelah pencarian yang panjang dan melelahkan, akhirnya mereka menemukan sumur tersebut di bawah sebuah pohon besar.
Pura Sakti dan Kekuatan Penyembuhan
Diyakini bahwa sumur gaib ini memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa. Banyak orang yang datang ke Pura Sakti untuk memohon kesembuhan dari berbagai penyakit.
Air dari sumur ini dipercaya memiliki khasiat yang dapat menyembuhkan penyakit fisik maupun spiritual.
Kaitan dengan Dang Hyang Nirartha
Pura Sakti juga dikaitkan dengan sosok spiritual yang sangat dihormati di Bali, yaitu Dang Hyang Nirartha.
Konon, Dang Hyang Nirartha pernah bertapa di tempat ini dan meninggalkan energi spiritual yang sangat kuat.
Keunikan Pura Sakti:
- Lokasi: Terletak di tengah hutan yang sejuk dan asri.
- Sejarah: Memiliki sejarah yang unik dan penuh misteri.
- Kekuatan Spiritual: Dipercaya memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa.
- Arsitektur: Desain pura yang unik dan menarik.