BALIEXPRESS.ID - Pura Dalem Sempua, yang terletak di perbatasan timur Desa Dalung, memiliki peran penting sebagai pelindung secara niskala untuk wilayah tersebut.
Tempat suci Hindu Bali ini dikenal sebagai tempat berstana Ida Bhatara, putra dari Pura Dalem Khayangan Desa Adat Dalung, yang diyakini melindungi desa dari sisi timur.
Panduan Menuju Pura Dalem Sempua
Bagi Anda yang ingin mengunjungi Pura Dalem Sempua, tugu Kayonan Wayang di Jalan Made Bulet dari arah utara, Dalung, menjadi penanda jalur menuju pura ini.
Terletak di pinggiran Sungai Yeh Poh yang membelah Desa Adat Dalung, akses menuju pura ini dikenal cukup menantang dengan jalan yang terjal dan curam.
Namun, keindahan alam sekitar dan suasana sunyi yang menyelimuti pura ini menjadi daya tarik tersendiri.
Sejarah dan Fungsi Spiritual Pura Dalem Sempua
Pura Dalem Sempua, yang namanya bermakna "kesejukan" atau dalam bahasa Bali disebut 'Tis', memiliki sejarah yang hingga kini masih belum dapat dipastikan kapan berdirinya.
Menurut Jro Mangku Ni Luh Candra, Pemangku Pura Dalem Sempua, pura ini awalnya berada di tengah Sungai Yeh Poh, sehingga menyulitkan masyarakat untuk tangkil atau bersembahyang karena harus menyeberangi sungai.
Namun, masalah ini telah diatasi dengan mengurug sebagian sungai sehingga akses menjadi lebih mudah.
Pura ini memiliki sejumlah palinggih penting, termasuk Palinggih Pangayat Ida Bhatara Gunung Agung, Palinggih Pangayat Ida Bhatara Ulun Danu Batur, dan Palinggih Ratu Gede Nusa.
Selain itu, terdapat pula wantilan, arena sabung ayam, dan Bale Kulkul di jaba sisi pura, yang menambah kekayaan arsitektur pura ini.
Keunikan dan Ritual di Sekitar Pura Dalem Sempua
Di sekitar Pura Dalem Sempua, terdapat dua pura lainnya yaitu Pura Taman atau Beji dan Pura Gelebeg.
Pura Taman dikenal sebagai tempat pemandian Ida Bhatara sebelum pemujaan di Pura Dalem Sempua.
Tiga lobang sumur di Pura Taman merupakan tempat suci untuk pembersihan spiritual sebelum umat melakukan sembahyang di Pura Dalem Sempua.
Menurut Mangku Luh Candra, yang telah mengabdi sejak 1999, menyucikan diri sebelum sembahyang sangat penting untuk memastikan kebersihan dan kesucian spiritual.
Suasana tenang dan asri di tepi Sungai Yeh Poh serta keberadaan Pura Gelebeg, yang diyakini sebagai tempat berstana wong samar atau makhluk halus, menambah nuansa magis di sekitar pura.
Piodalan dan Pengabdian Warga Dalung
Piodalan atau upacara besar di Pura Dalem Sempua dilaksanakan setiap enam bulan sekali pada Waraspati Wuku Bala.
Dahulu, upacara ini dilakukan oleh para pemangku yang mendapatkan laba atau tanah milik pura, namun kini dilakukan oleh warga Banjar Tegeh, Desa Adat Dalung.
Dengan berbagai kisah dan ritualnya, Pura Dalem Sempua menjadi tempat yang penuh misteri dan keagungan spiritual, mengundang umat dan penekun spiritual untuk merasakan kesejukan dan kekhidmatan di tempat suci ini. ***
Editor : I Putu Suyatra