BALIEXPRESS.ID - Setiap tahunnya, Desa Sengkidu di Kecamatan Manggis, Karangasem, memeriahkan upacara Ngusaba Sambah atau Usaba Sambah, sebuah tradisi Hindu Bali yang menarik dan penuh makna.
Salah satu bagian paling mencolok dari perayaan ini adalah pemotongan kerbau, yang tidak hanya menambah semarak acara, tetapi juga melambangkan kesejahteraan warga desa.
Menurut Ni Luh Putu Nita Yulianti, warga Desa Sengkidu, saat ini kondisi ekonomi warga telah membaik sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam upacara ini secara lebih bermakna.
"Dulu, perekonomian desa sempat krisis sehingga kami tidak bisa menghadirkan seekor kerbau. Namun, sekarang, berkat kemajuan banyak warga dalam karir mereka, banyak yang kembali menghaturkan sesangi saat Ngusaba Sambah," ungkap Nita, yang ditemui oleh Bali Express (Jawa Pos Group).
Proses Ngusaba Sambah dimulai dengan upacara nyujukan, yaitu pendirian Sang Hyang Sambah dari janur.
Keesokan harinya, bagian dari perayaan ini adalah penampahan, di mana seekor kerbau disembelih.
"Bagian kepala kerbau dihaturkan pada Sambah, sementara bagian tubuh lainnya diolah menjadi lawar, yang kemudian dibagikan kepada warga sebagai simbol kesejahteraan," jelas Nita.
Di hari pangeramen dan panyuud, pemotongan kerbau juga menjadi bagian dari ritual. Selain kerbau, banten dan bahan upacara lainnya disiapkan.
Nita, yang ikut menari pendet dalam upacara, menambahkan, "Kalau ngayah menari, semua orang boleh ikut, tapi khusus pemuda-pemudi diwajibkan menari pendet. Jika tidak, ada denda sebesar Rp 50 ribu. Biayanya memang lebih mahal daripada ke salon, tetapi ini adalah bentuk ngayah dengan hati tulus, jadi tidak masalah."
Peserta yang tidak ikut serta dalam penari pendet dapat mengenakan kebaya biasa tanpa harus berhias ke salon.
Selama prosesi Ngusaba Sambah, Nita turut menari dari jaba pura hingga depan Sang Hyang Sambah.
Setelah persembahyangan bersama, Sang Hyang Sambah diarak dengan meriah, disoraki oleh warga, dan akhirnya dilebar di tanah lapang di seberang jalan selatan Pura Desa dan Puseh.
Upacara ini tidak hanya tentang ritual dan tradisi, tetapi juga tentang komunitas yang berkumpul, merayakan, dan menunjukkan rasa syukur mereka.
Bagi yang penasaran dengan kemeriahan Ngusaba Sambah dan tradisi yang memukau ini, kunjungi Desa Sengkidu pada purnama sasih kalima dan saksikan sendiri keindahan dan keunikan upacara ini. ***
Editor : I Putu Suyatra