Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri Tempat Angker di Candi Tebing Ubud: Penjaga Niskala hingga Kemunculan Kera Putih

I Putu Suyatra • Senin, 26 Agustus 2024 | 15:34 WIB
Candi Tebing di Banjar Jukut Paku, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali.
Candi Tebing di Banjar Jukut Paku, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Candi Tebing di Banjar Jukut Paku, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali bukan sekadar situs bersejarah dan tempat suci Hindu Bali.

Terletak di bawah Pura Penataran Agung dan di tepi Sungai Wos yang rindang, candi ini memancarkan aura angker yang memikat rasa penasaran.

Keberadaan goa-goa kecil di dinding sungai menambah kesan mistis yang kuat, terutama saat malam hari.

Saat memasuki kawasan Candi Tebing, terutama di malam hari, suasana berubah drastis.

Sepi dan hening, hanya diiringi suara gemericik aliran sungai.

Warga setempat, Ida Bagus Putra Pudharta, mengungkapkan bahwa candi ini sering menjadi tempat kemunculan makhluk gaib, termasuk ular dan sosok besar yang dipercaya sebagai penjaga dunia niskala.

“Kemunculan itu sering diceritakan oleh masyarakat setempat. Mereka adalah rencangan, penjaga yang kadang muncul sekelebat di hadapan orang tertentu, namun tidak mengganggu,” ungkapnya.

Bagi mereka yang memiliki kemampuan spiritual tinggi, kehadiran rencangan ini bisa terlihat dengan jelas.

Gus Pudharta menegaskan bahwa kemunculan makhluk-makhluk ini bukan pertanda buruk, melainkan sekadar aktivitas rutin untuk menjaga wilayah suci tersebut.

“Saat piodalan berlangsung, kadang ada yang kesurupan karena kehadiran mereka,” ujarnya.

Tokoh Banjar Jukut Paku, Gusti Made Wijayana, juga membenarkan cerita ini.

Ia bahkan menyebut pernah ada kemunculan seekor kera berbulu putih, yang dikenal sebagai Sang Anoman, penjaga setia kawasan candi tersebut.

“Selain rencangan, ada juga kera putih, ular, dan sosok besar lainnya yang sering terlihat di sana,” tambahnya.

Fenomena lain yang kerap terjadi adalah munculnya angin kencang secara tiba-tiba yang hanya berputar di sekitar candi hingga Pura Penataran.

“Angin ngelinus ini datang tiba-tiba dari arah timur, dan saat mencapai pura, angin itu hilang begitu saja,” ungkap Wijayana, menjelaskan bahwa kejadian tersebut diyakini sebagai tanda bahwa penjaga niskala sedang turun ke bumi.

Di tengah aura mistis yang mengelilingi Candi Tebing, Gusti Ngurah Ardinata, petugas kebersihan di candi ini, tetap menjalankan tugasnya tanpa banyak bicara soal hal-hal gaib.

Setiap hari, pria ini setia menyapu dan merawat areal candi di bawah naungan Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali.

“Pada hari-hari biasa, pembersihan tidak terlalu berat. Namun saat rahinan Bali seperti Kajeng Kliwon, Purnama, Tilem, atau hari suci lainnya, pekerjaan menjadi lebih berat karena banyaknya orang yang datang untuk sembahyang,” paparnya.

Keangkeran dan keindahan Candi Tebing di Banjar Jukut Paku tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang berani menelusuri jejak sejarah dan misteri di baliknya.

Apakah Anda berani menjelajahinya? *** 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #candi tebing #ubud #gianyar #mistis #hindu #angker