BALIEXPRESS.ID - Masyarakat Hindu Bali memiliki kepercayaan yang sangat kuat tentang cara tidur, dan kepercayaan ini diwariskan turun-temurun.
Menariknya, ada banyak dampak yang dipercaya akan terjadi jika seseorang melanggar aturan tidur yang sakral ini. Tapi, apa benar ada konsekuensinya?
Salah satu kepercayaan yang menarik perhatian adalah tidur dengan kaki menyilang.
Mitos ini menyebutkan bahwa tidur dalam posisi ini bisa memicu mimpi buruk.
Meski belum ada bukti ilmiah yang mendukung, banyak masyarakat Bali yang merasakan dampaknya.
Mereka sering bermimpi buruk saat tanpa sadar tidur dengan kaki menyilang.
Tak heran, masyarakat Bali, terutama yang beragama Hindu, selalu berusaha meluruskan kaki sebelum tidur.
Menurut Jro Mangku I Wayan Satra, tidur dengan kaki yang lurus tidak hanya menghindarkan dari mimpi buruk, tetapi juga melancarkan aliran darah.
Jadi, posisi tidur yang tepat bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga kesehatan.
Ada lagi aturan yang cukup unik —tidur dengan seluruh tubuh tertutup selimut.
Dalam kepercayaan Bali, tidur dengan cara ini dianggap tabu karena menyerupai orang yang telah meninggal.
Lebih dari itu, tidur dengan seluruh tubuh tertutup selimut dipercaya bisa mengundang energi jahat.
Karena itu, masyarakat Bali dianjurkan hanya menutup tubuh hingga batas leher atau pundak.
Jika udara terlalu dingin, mengenakan penutup kepala lebih disarankan daripada membungkus seluruh tubuh dengan selimut.
Tak hanya posisi, waktu tidur juga menjadi perhatian.
Waktu tidur yang salah dipercaya dapat menyebabkan masalah seperti kapupungan, yaitu terbangun setengah sadar.
Meskipun tidak ada hukuman sosial bagi yang melanggar aturan ini, secara niskala—dalam dimensi spiritual—dampaknya bisa sangat serius, mulai dari penyakit hingga kematian.
Selain itu, ada aturan khusus mengenai tempat tidur.
Bila sebuah tempat tidur sudah digunakan selama tiga hari, tempat itu dianggap "hidup" seperti bangunan yang telah diupacarai.
Jika ada yang berani memotong atau mengubah tempat tidur itu, kemudian menggunakannya lagi, maka orang tersebut diyakini akan mengalami gangguan dalam kehidupannya.
Aturan ini telah menjadi bagian dari tradisi yang dipercaya secara luas, meski tidak diatur secara tertulis kecuali dalam Kidung Nitisastra.
Aturan tidur dalam kepercayaan Bali bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi juga diyakini memiliki manfaat besar untuk kesehatan. Jadi, masih mau sembarangan saat tidur? ***
Editor : I Putu Suyatra