Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengapa Setiap Umat Hindu Bali Beli Kendaraan Diupacarai? Berikut Penjelasan dan Alasan Menggunakan Pisang Tembaga Lengkap dengan Mantra Pasupati

I Putu Mardika • Kamis, 29 Agustus 2024 | 00:30 WIB
Pisang Tembaga menjadi salah satu rana dalam banten pasupati kendaraan umat Hindu Bali.
Pisang Tembaga menjadi salah satu rana dalam banten pasupati kendaraan umat Hindu Bali.

BALIEXPRESS.ID - Di Bali, setiap kali umat Hindu membeli kendaraan atau mesin, mereka diwajibkan untuk melaksanakan upacara sakral bernama Banten Pasupati.

Ritual ini tidak sekadar formalitas, melainkan sebuah langkah penting untuk memastikan kendaraan dapat menyatu dengan pemiliknya.

Banten Pasupati yang terdiri dari Sesayut Pasupati ini dipersembahkan kepada Dewa Pasupati, salah satu manifestasi Dewa Siwa, dengan tujuan agar kendaraan tersebut bisa menemukan 'chemistry' yang harmonis dengan penggunanya.

Menurut Ketut Agus Nova, S.Fil.H, M.Ag, yang akrab disapa Jro Anom, upacara Masupati ditujukan untuk Dewa Pasupati atau Dewa Kehidupan.

“Ritual ini bertujuan untuk menghidupkan jiwa dari kendaraan, sehingga senantiasa dapat bersinergi dengan manusia saat dikendarai,” jelasnya.

Dalam kepercayaan Hindu di Bali, upacara Pasupati merupakan bagian dari upacara Dewa Yadnya, di mana energi atau kekuatan Tuhan disalurkan ke dalam benda-benda yang disakralkan.

Jro Anom menambahkan bahwa prosesi Pasupati meliputi berbagai tahapan seperti ngastawa tirta, ngaturang banten pareresik, mapiuning, dan natab banten Pasupati.

"Inti dari upacara mantenin motor ini adalah banten Sesayut Pasupati, yang digunakan untuk memuja Dewa Pasupati. Untuk mesin-mesin besar, upakara yang digunakan bisa lebih kompleks dengan tambahan banten Peras Pajati, Pangulapan Pangambean, dan Sesayut Prayascita," ungkapnya.

Upacara Masupati ini tidak hanya dilakukan untuk kendaraan baru, tetapi juga untuk kendaraan bekas.

"Pokoknya, setelah membeli kendaraan, baik baru maupun bekas, wajib hukumnya untuk membuatkan banten Pasupati. Ritual ini juga berlaku untuk mesin-mesin, alat pertanian, dan perkakas dari besi. Setiap Tumpek Landep, upacara ini dilakukan secara rutin," lanjut pria asal Desa Kekeran ini.

Namun, apa yang terjadi jika banten Pasupati tidak dibuat?

Jro Anom mengingatkan, tanpa ritual ini, kendaraan bisa saja mengalami masalah yang tidak terduga, seperti sering rusak atau terlibat kecelakaan.

“Dengan menstanakan Dewa Pasupati dalam kendaraan tersebut, kita berharap akan selalu dilindungi dan diberi keselamatan saat berkendara,” tegasnya.

Menariknya, setelah jiwa pemilik menyatu dengan kendaraannya melalui upacara ini, mereka akan lebih peka terhadap kondisi kendaraan.

“Biasanya, pemilik kendaraan bisa mendeteksi masalah lebih awal karena sudah ada kontak batin yang kuat,” tambah Jro Anom.

Untuk melaksanakan upacara Masupati, sarana yang digunakan pun beragam.

Yang paling sederhana adalah canang sari, dupa Pasupati, dan tirtha Pasupati.

Untuk ritual yang lebih besar, bisa dilengkapi dengan banten peras, daksina, atau pejati.

Selain itu, dalam sesayut, terdapat kelengkapan banten prayascita, sorohan alit, banten durmanggala, dan pejati.

Jro Anom juga menjelaskan bahwa dalam upacara mantenin kendaraan, penggunaan biu tembaga (pisang berwarna merah tembaga) sangat dianjurkan sebagai sarana banten Pasupati.

Hal ini dimaksudkan agar kendaraan memiliki kekuatan sekuat tembaga.

"Di Bali, sangat disarankan memakai biu tembaga untuk sesayut Pasupati. Namun, jika tidak tersedia, bisa diganti dengan yang lain. Sebisa mungkin tetap menggunakan biu tembaga, karena itu sangat dianjurkan," ujarnya.

Ritual ini juga dilengkapi dengan mantram Masupati yang diucapkan selama prosesi.

Berikut adalah salah satu mantra yang digunakan:

Mantram Pasupati: 

Om Sanghyang Pasupati Ang-Ung Mang Ya Namah Svaha. Om Brahma Astra Pasupati, Visnu Astra Pasupati, Siva Astra Pasupati, Om Ya Namah Svaha.

Om Sanghyang Surya Chandra tumurun maring Sanghyang Aji Sarasvati, tumurun maring Sanghyang Gana, angawe Pasupati maha sakti, angawe Pasupati maha siddhi, angawe Pasupati mahasuci, angawe pangurip mahasakti, angawe pangurip mahasiddhi, angawe pangurip mahasuci, angurip sahananing raja karya teka urip, teka urip, teka urip.

Om Sanghyang Akasa Pertivi Pasupati, angurip……..Om Eka Vastu Avighnam Svaha, Om Sang-Bang-Tang-Ang-Ing-Nang-Mang-Sing-Wang-Yang Ang-Ung-Mang. Om Brahma Pasupati, Om Visnu Pasupati, Om Siva Sampurna Ya Namah Svaha. (*)

Editor : I Putu Suyatra
#bali #pasupati #hindu #kendaraan #mantra