Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Pura Samuan Tiga, Tonggak Konsep Pura Khayangan Tiga bagi Umat Hindu Bali: Ternyata Dulu Namanya Pura Gunung Goak

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 4 September 2024 | 23:49 WIB
Pura Samuan Tiga, tempat penting umat Hindu Bali di Gianyar.
Pura Samuan Tiga, tempat penting umat Hindu Bali di Gianyar.

 

BALIEXPRESS.ID - Bali, pulau yang kaya akan tradisi dan budaya Hindu, memiliki keunikan tersendiri di setiap kabupatennya, terutama dalam hal spiritualitas.

Setiap kabupaten di Bali memiliki Pura Khayangan Jagat, yang tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga menyimpan sejarah dan cerita unik yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Salah satu pura yang memiliki sejarah mendalam dan penuh makna adalah Pura Samuan Tiga, yang terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.

Pura Samuan Tiga dipercaya sebagai cikal bakal terbentuknya konsep Pura Khayangan Tiga bagi umat Hindu di Bali.

Bahkan, pura ini juga diyakini sebagai awal mula berdirinya desa pakraman di Bali.

Nama "Samuan Tiga" sendiri memiliki makna mendalam, di mana "Samuan" berarti pertemuan dan "Tiga" merujuk pada angka tiga, yang mengacu pada keputusan penting yang diambil dalam sebuah rapat besar pada masa Kerajaan Udayana di abad ke-10 Masehi.

Pemangku Pura Samuan Tiga, Gusti Ngurah Mudrana, mengungkapkan hal ini dalam wawancaranya dengan Bali Express (Jawa Pos Group).

Gusti Ngurah Mudrana, warga yang tinggal berdampingan dengan pura ini, menjelaskan bahwa pada masa itu, Bali mengalami gejolak akibat perbedaan keyakinan di antara sembilan sekte yang ada.

Perbedaan ini menimbulkan ketegangan di masyarakat, hingga akhirnya Raja Udayana mengambil langkah bijak untuk mengadakan pertemuan di Pura Samuan Tiga dengan mengundang semua sekte yang ada.

Menurut penuturan Jero Mangku Ngurah Mudrana, Pura Samuan Tiga awalnya dikenal dengan nama Pura Gunung Goak, mengingat lokasinya yang berada di dataran tinggi.

Nama tersebut berubah ketika raja memutuskan untuk menjadikan tempat ini sebagai lokasi pertemuan penting.

Gunung, yang dianggap sebagai tempat suci, menjadi pilihan tepat untuk menyelenggarakan rapat besar tersebut.

Dalam rapat besar itu, raja dan para pemimpin sekte menyepakati pemujaan kepada Tri Murti, yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa.

Keputusan ini kemudian diwujudkan dengan membangun Pura Khayangan Tiga di setiap desa di Bali, yang bertujuan untuk menyatukan desa pakraman dan Pura Khayangan Tiga sebagai pusat spiritual desa.

“Di setiap desa, kita disatukan oleh Pura Khayangan Tiga, yang menjadi pusat kegiatan spiritual dan sosial masyarakat,” ujar Jero Mangku Ngurah Mudrana, yang juga seorang pensiunan PNS Purbakala.

Ia menambahkan bahwa di setiap desa pakraman terdapat tiga pura yang menjadi simbol Tri Murti, yaitu Pura Puseh, Pura Desa, dan Pura Dalem.

Pura Samuan Tiga sendiri terdiri atas tujuh mandala, yang masing-masing memiliki fungsi dan nama khusus yang diwariskan secara turun-temurun.

"Di sini, mandala-mandala tersebut dikenal dengan sebutan Mandala Jaba, Mandala Jaba Tengah, Mandala Duur Kangin, dan lainnya," ungkapnya.

Pura Samuan Tiga, hingga kini, masih menjadi salah satu Pura Khayangan Jagat yang ramai dikunjungi oleh pamedek dari seluruh Bali.

Menurut Gusti Ngurah Mudrana, pura ini memiliki beberapa kesamaan dengan Pura Besakih, terutama dalam hal palinggih seperti Pura Melanting, Pasar Agung, dan Tegal Penangsaran.

Piodalan di Pura Samuan Tiga diselenggarakan setiap enam bulan sekali, tepatnya pada Saniscara Kliwon Kuningan, bersamaan dengan perayaan Kuningan.

Selain piodalan, upacara ngusaba juga menjadi bagian penting dari tradisi di Pura Samuan Tiga.

Upacara ini diselenggarakan setiap tahun sekali dan dikenal dengan nama Karya Turun Kabeh, yang biasanya jatuh pada Purnama Kadasa.

Menariknya, upacara ini tidak bertepatan dengan Purnama Kadasa di Pura Besakih, tetapi berjarak sekitar sepuluh hari setelahnya.

“Purnama Kadasa di sini dikenal sebagai purnama wayah (tua), berbeda dengan yang di Besakih yang disebut purnama nguda (muda),” jelasnya.

Selain itu, tradisi ngambeng menjadi bagian yang tak terpisahkan dari persiapan piodalan. Lima belas hari sebelum piodalan, anak-anak pangemong pura secara sukarela mengunjungi rumah-rumah warga untuk mengumpulkan sesaji yang akan dihaturkan di pura.

Tradisi ini hanya dilakukan oleh warga pangemong pura dan telah berlangsung secara turun-temurun.

Dalam hal persembahyangan, Pura Samuan Tiga menawarkan pengalaman spiritual yang kaya dengan tujuh titik persembahyangan, dimulai dari Pura Beji yang merupakan sthana Bhatara Wisnu untuk memohon panglukatan, hingga Mandala Pasamuan, tempat di mana semua prosesi upacara dilaksanakan.

Bendesa Pakraman Bedulu, Gusti Ngurah Made Serana, menambahkan bahwa pangemong Pura Samuan Tiga terdiri atas lima desa pakraman, yaitu Desa Pakraman Bedulu, Wanayu Mas, Taman, Tangkulak Kaja, dan Tangkulak Tengah.

Upacara ngusaba di pura ini diselenggarakan setahun sekali, dengan siklus padudusan agung pada tahun genap dan padudusan alit pada tahun ganjil.

Salah satu momen penting dalam ngusaba adalah perjalanan mlasti ke Pantai Masceti, yang dilakukan dengan berjalan kaki dan memakan waktu sehari penuh.

Perjalanan ke Pura Samuan Tiga cukup mudah, hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam dari Pusat Kota Denpasar. Melewati Jalan Raya Mas – Sukawati, lalu lurus ke Utara hingga menemukan Patung Bayi Sakah, dan dilanjutkan sekitar dua kilometer hingga mencapai Desa Bedulu.

Di timur desa ini, Pura Samuan Tiga berdiri megah, menjadi saksi bisu sejarah panjang Bali yang sarat akan makna dan kebijaksanaan. *** 

 

PERSEMIAN : PT PLN (Persero) meresmikan pengoperasian Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kilo Volt (kV) Tambak Lorok III di Kota Semarang.
PERSEMIAN : PT PLN (Persero) meresmikan pengoperasian Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kilo Volt (kV) Tambak Lorok III di Kota Semarang.
PERESMIAN GIS  : PT PLN (Persero) meresmikan pengoperasian Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kilo Volt (kV) Tambak Lorok III di Kota Semarang.
PERESMIAN GIS : PT PLN (Persero) meresmikan pengoperasian Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kilo Volt (kV) Tambak Lorok III di Kota Semarang.
Editor : I Putu Suyatra
#Pura Samuan Tiga #bali #gianyar #hindu #sejarah