BALIEXPRESS.ID - Pura Dalem Hyang Soka yang terletak di Banjar Blumbang, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung adalah salah satu tempat suci Hindu Bali yang menyimpan berbagai keunikan yang membuatnya istimewa.
Salah satu yang menarik perhatian adalah adanya unen-unen Ratu Mas berupa arja Cupak Gerantang, yang peralatannya berupa gelung (hiasan kepala).
Arja yang sakral ini wajib dipentaskan setiap manis piodalan, menjadikannya sebuah tradisi yang kental dengan nuansa magis dan mistis.
Yang membuat penasaran, meskipun sakral, Cupak Gerantang dan Ratu Mas diperbolehkan dipentaskan di berbagai acara, bahkan sudah terkenal di berbagai wilayah.
Menurut Jro Mangku I Made Ari Arnawa, arja ini kerap dipentaskan di berbagai tempat, termasuk di Pesta Kesenian Bali (PKB) hampir setiap tahun.
"Istilahnya kaupah, setiap kali Cupak dipentaskan, pawayangan Beliau berupa rangda Ratu Mas juga turut ditampilkan," ujar Jro Mangku.
Tak hanya di PKB, Cupak Gerantang juga kerap dipentaskan di berbagai kabupaten di Bali.
Salah satu hal unik dari pementasan ini adalah pemeran Cupak yang selalu disediakan makanan dalam jumlah besar.
Anehnya, meski secara normal makanan tersebut tidak mungkin dihabiskan, begitu pemeran Cupak telah ketakson (dirasuki), sebanyak apa pun makanan itu akan habis seketika.
Fenomena ini menambah aura mistis pada setiap pementasan Cupak Gerantang.
Keunikan lain dari Pura Dalem Hyang Soka adalah tradisi tabuh rah yang diadakan sehari sebelum piodalan.
Ritual ini harus dilakukan sebelum pukul 10.00 WITA di jaba tengah pura.
"Jika lewat dari jam tersebut, ayam akan terbang tak terkendali dan menyebabkan kekacauan," jelas Jro Mangku.
Selain itu, orang yang sedang dalam proses perkawinan atau yang baru meninggal tidak diizinkan melewati depan pura, karena dipercaya bisa menyebabkan perceraian.
Misteri lain yang menyelimuti Pura Dalem Hyang Soka adalah kisah Ratu Gede.
Diceritakan, dahulu jenggot Ratu Gede secara tiba-tiba mengeluarkan tirtha. Hingga kini, tirtha itu masih disungsung di gedong sebagai simbol perlindungan dan keselamatan bagi pamedek yang datang memohon restu.
Selain itu, keangkeran beji atau bebengan (danau kecil) di area pura juga menjadi bagian dari daya tarik mistisnya.
Beberapa waktu lalu, seorang warga dari luar desa yang memancing di danau tersebut mengalami kejadian tak terduga.
Saat memancing, kailnya menangkap seekor empas (sejenis penyu air tawar). Namun, keesokan harinya, pemancing itu kembali ke pura dan mengaturkan guru piduka, setelah mengaku dihantui oleh makhluk halus yang memintanya untuk mengembalikan penyu tersebut. ***
Editor : I Putu Suyatra