BALIEXPRESS.ID - Pemujaan terhadap matahari sebagai pusat tata surya bukan sekadar warisan kuno, melainkan salah satu tradisi tertua di dunia yang hingga kini tetap hidup.
Dalam ajaran Hindu, matahari dipandang sebagai inti alam yang memancarkan kekuatan besar bagi kehidupan di Bumi.
Kitab Suci Veda menyebutkan, pemujaan terhadap matahari adalah jalan untuk mencapai kesehatan dan kemakmuran.
Menurut I Gusti Made Widya Sena, S.Ag., M.Fil.H., seorang instruktur yoga dan dosen UHN Sugriwa Denpasar, banyak praktik spiritual yang mengandung pemujaan terhadap matahari, termasuk yang disebutkan dalam Yuddha Kanda-Ramayana.
"Pemujaan ini bukan hanya ritual, tetapi memiliki makna mendalam," jelasnya.
Kisah Rama dan Rahwana: Simbol Yadnya Melawan Ego
Widya Sena menuturkan kisah Rama dalam Ramayana, di mana ia berjuang melawan Rahwana untuk menyelamatkan Sita. Ketika Rama kebingungan karena tak mampu mengalahkan Rahwana, para dewa menyarankan agar dia memohon bantuan Maha Rsi Agastya.
Rsi Agastya kemudian mengajarkan Rama cara memuja matahari. Berkat pemujaan ini, Rama berhasil mengalahkan Rahwana.
"Pertempuran Rama melawan Rahwana melambangkan perjuangan spiritual melawan ego, nafsu, dan amarah dalam diri. Sita adalah simbol kesadaran spiritual yang dicapai setelah seseorang berhasil menaklukkan musuh batin mereka," paparnya.
Surya Namaskara: Ritual Yoga Kuno yang Mendunia
Pemujaan matahari dalam bentuk Surya Namaskara, atau "Salam Matahari", memiliki akar kuat di India Selatan.
"Surya Namaskara adalah bagian dari Taittiriya Aranyaka dalam Yajur Veda. Dulu, ritual ini dipraktikkan hampir di setiap rumah Brahmana dan kini telah menyebar ke seluruh dunia," ungkap Widya Sena.
Ritual ini mencakup serangkaian gerakan yoga yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan fisik dan mental.
Matahari dianggap sebagai simbol kekuatan tak terbatas yang menyinari semua makhluk tanpa memandang status, ras, atau gender.
Manfaat Surya Namaskara untuk Tubuh dan Pikiran
Surya Namaskara bukan sekadar gerakan fisik, tetapi juga aktivitas yang memperkuat tubuh, meremajakan organ dalam, serta meningkatkan konsentrasi dan fungsi otak.
"Melakukan Surya Namaskara selama 30 menit dapat membakar hingga 417 kalori, lebih banyak dibandingkan olahraga lainnya," kata Widya Sena.
Gerakan ini juga merangsang sistem saraf, memperbaiki suplai oksigen ke organ vital, meningkatkan kapasitas paru-paru, dan memperlancar peredaran darah.
"Selain itu, Surya Namaskara juga membantu menurunkan berat badan, meredakan kram menstruasi, dan mempermudah proses persalinan," tambahnya.
Tidak hanya untuk wanita dan anak-anak, gerakan ini juga bermanfaat bagi pria.
"Surya Namaskara dapat menjaga kesehatan jantung dan mencegah berbagai penyakit," ujarnya.
Surya Namaskara: 12 Gerakan dengan Makna Mendalam
Setiap gerakan dalam Surya Namaskara memiliki kaitan dengan lambang zodiak dan disertai dengan mantra yang memperkuat maknanya.
Gerakan seperti Pranamasana (sikap berdoa), Hasta Uttanasana (kedua lengan terangkat), hingga Padahastasana (tangan sampai kaki) dirancang untuk memperbaiki postur tubuh, melenturkan otot, dan memperkuat tulang belakang.
Widya Sena menjelaskan, gerakan ini juga memperbaiki pencernaan, mengatasi sembelit, dan menstabilkan tekanan darah.
"Surya Namaskar menghubungkan setiap individu dengan kekuatan alam semesta, memungkinkan mereka untuk merasakan keseimbangan mental dan fisik," ujarnya.
Penutup: Pintu Menuju Keharmonisan Diri
Surya Namaskara bukan sekadar yoga fisik, tetapi sebuah jalan menuju kesadaran spiritual yang lebih tinggi.
"Dengan mengamalkan Surya Namaskara, kita bisa mengatasi kekakuan tubuh, meredakan stres, dan meningkatkan fleksibilitas serta stamina mental," tutup Widya Sena.
Ritual ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan spiritual umat Hindu di seluruh dunia, menghadirkan kekuatan, kedamaian, dan keharmonisan dalam diri setiap praktisinya. ***
Editor : I Putu Suyatra