BALIEXPRESS.ID - Batu di sungai memang biasa, tetapi bagaimana jika sebuah batu memiliki cerita mistis di baliknya? Di Sungai Ayung, tepatnya di Banjar Karangdalem I, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali terdapat sebuah batu unik bernama Batu Lesung.
Bentuknya yang memiliki ceruk di bagian atas menjadikannya istimewa di mata warga setempat.
Mereka percaya, batu ini bukan sekadar hasil fenomena alam, melainkan menyimpan kekuatan yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit.
Batu Lesung ini, meski terlihat biasa, diduga terbentuk secara alami.
Namun, tak sedikit yang mempercayai adanya kisah mistis di baliknya.
Tak heran jika batu yang berada di salah satu sungai terbesar di Bali ini mengundang rasa penasaran banyak orang, termasuk tim Bali Express yang datang langsung ke lokasi.
Kisah Mistis di Balik Batu Lesung
Untuk mencapai Batu Lesung, diperlukan usaha ekstra dengan menuruni ratusan anak tangga hingga ke bibir Sungai Ayung.
Pada hari itu, bertepatan dengan rahinan purnama, pemilik lahan tempat Batu Lesung berada, Wayan Nantiyasa, turut hadir dan berbagi kisah misterius yang ia alami selama menjaga tempat tersebut.
Awal Mula Perjalanan Mistis Nantiyasa
Nantiyasa, pertama kali merasakan keanehan saat bibinya yang tinggal di Sumatera mengalami penyakit misterius.
"Sakitnya aneh, seperti orang terkena gangguan jiwa," katanya.
Saat itu, bibinya bahkan mengalami trance dan meminta Nantiyasa untuk membersihkan pemandian di dekat Batu Lesung.
Setelah kejadian tersebut, Nantiyasa mulai mengalami hal-hal di luar nalar. Ia mengaku sering melihat sosok makhluk gaib berwajah dewa-dewi dan bahkan sebuah kerajaan di sekitar Batu Lesung.
"Ada salah satu dewi yang memperkenalkan dirinya sebagai Ida Bhatara Sri Sedana Mulet, dewi yang dipercaya membawa kemakmuran," ungkapnya.
Pengalaman-pengalaman tersebut membuatnya merasa cemas akan kesehatan mentalnya, namun semakin lama, ia mulai memahami bahwa ada kekuatan lain yang melindunginya.
Tangan Ajaib dan Kejadian di Luar Nalar
Nantiyasa menceritakan lebih lanjut bahwa setiap kali rahinan tertentu tiba, seperti Kajeng Kliwon, ia sering merasakan badannya bergerak sendiri, bahkan melakukan yoga tanpa disadari.
"Tangan saya tiba-tiba bisa bergerak memijat orang, seperti memiliki jiwa sendiri," ujarnya.
Pengalaman ini makin diperkuat ketika suatu hari, tangannya secara refleks membunyikan klakson mobil, tepat sebelum kendaraan lain hampir menabraknya.
Meski sempat mencoba menolak kekuatan ini, Nantiyasa akhirnya menerima dan memahami bahwa hal tersebut adalah bentuk perlindungan gaib.
Namun, ia tetap rendah hati dan mengakui bahwa dirinya hanyalah orang biasa, bukan seorang pamangku atau balian.
Batu Lesung: Tempat Sakral yang Dikeramatkan
Setelah mendalami lebih lanjut, Nantiyasa mengetahui bahwa Batu Lesung memang telah lama dikeramatkan oleh masyarakat setempat.
Bahkan, kakek dan pamannya, yang merupakan balian terkenal, sering menggunakan tempat ini untuk pengobatan.
Nama tempat ini dikenal sebagai Taman Beji Bhuana Sari, dengan Batu Lesung yang diberi nama Ketung Pangasari, simbol berkah dan kemakmuran.
Rencana Pengembangan Tempat Suci
Kini, Nantiyasa berencana untuk menata tempat ini sehingga lebih bermanfaat bagi masyarakat. Ia berniat membangun pancuran sebagai tempat malukat (pembersihan diri) agar siapa pun bisa datang untuk bersembahyang dan meditasi.
"Saya percaya, air bisa membersihkan tubuh kita, baik secara fisik maupun spiritual. Mungkin saja, ada yang cocok dengan tempat ini dan bisa sembuh dari penyakitnya," katanya penuh keyakinan.
Penutup
Meskipun pengalaman mistis yang dialami membuatnya merasa tak pantas, Nantiyasa kini semakin mendalami ajaran agama Hindu untuk mendapatkan bimbingan yang lebih dalam. "Semoga Tuhan dan leluhur senantiasa membimbing saya," pungkasnya. ***
Editor : I Putu Suyatra