BALIEXPRESS.ID - Pura Raksa Bhuana Medan adalah sebuah pura yang berdiri megah di wilayah Polonia, Medan, Sumatera Utara.
Terdapat satu buah pelinggih Padmasana yang kokoh dan megah berdiri di areal utama mandala.
Pura ini memiliki luas 40x75 meter persegi, berlokasi di Jalan Polonia dan bisa ditempuh kurang lebih 45 menit dari Bandara Kualanamu serta berada di pusat Kota Medan.
Lahirnya Pura Agung Raksa Bhuana berkat perjuangan para anggota TNI - Polri yang bertugas di wilayah Sumatera Utara.
"Pura ini berawal dari ide para sesepuh kita seperti Purnawirawan Mayor Bapak Gede Partana, ada Bapak Pastika, Bapak Gede Urip, Bapak Made Patra, serta warga lainnya yang bermukim di Medan, khususnya di Polonia," ujar Jero Mangku Pura Raksa Bhuana Medan, Letkol (Purn) Pinandita I Nyoman Nyeneng, S.Ag didampingi Kompol I Wayan Danu Wijaya, SH.MH selaku koordinator keamanan pura.
Jero Mangku Nyeneng menambahkan, lahirnya pura ini berkat inisiasi salah satu sesepuh yakni Made Partana yang kemudian meminta tanah untuk didirikan sebuah pura.
"Awalnya kumpul di rumah masing-masing ketika ada hari persembahyangan seperti Purnama, Tilem, Galungan, Kuningan dan hari suci yang lain," sambung Jero Mangku Nyeneng yang sudah menetap di Medan sejak tahun 1987 ini.
Kata Jero Mangku Nyeneng, awalnya Pura Agung Raksa Bhuana tak semegah saat ini. Sedikit demi sedikit dipugar agar terlihat megah.
Bahkan mendatangkan seniman dan undagi dari Bali. Sehingga Pura Agung Raksa Bhuana sama persis dengan pura umumnya di Bali yakni memiliki Tri Mandala.
"Termasuk batu juga dikirim dari Bali, namun secara bertahap," tegasnya.
Pujawali di Pura Raksa Bhuana ini jatuh pada Hari Manis Kuningan. Untuk pengempon pura, dikatakannya, sebanyak 75 KK terdiri dari anggota TNI - Polri, guru, hingga pegawai.
"Totalnya 75 KK, namun yang aktif sekitar 50-an KK. Meski sedikit, tapi semangat kami selalu tinggi untuk menghaturkan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa," imbuh jero mangku yang berasal dari Banjar Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar ini.
Jero mangku Nyeneng juga menuturkan bahwa Pura Raksa Bhuana sempat terkena musibah, di mana salah satu bale di Utama Mandala hancur terkena angin puting beliung.
"Kejadiannya sekitar satu tahun yang lalu. Karakteristik cuaca di Medan dan Bali itu kan berbeda, sehingga pondasinya tidak mengikuti pakem. Tapi pihak pura langsung ngaturang Guru Piduka atas kejadian tersebut," kata jero mangku yang sudah purna tugas dari TNI ini pada tahun 2023 lalu.
Terkait gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 yang berlangsung di Sumatera Utara, pihak pengempon pura sangat senang. Apalagi Pura Raksa Bhuana digunakan sebagai posko Kontingen Bali.
Memang, di belakang pura terdapat sebuah bangunan besar yang memiliki beberapa kamar tidur dan tempat beristirahat.
"Sangat senang begitu Kontingen Bali menjadikan Pura Raksa Bhuana sebagai posko. Pura jadi ramai setiap hari," tandasnya.
Editor : Nyoman Suarna