Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah dan Keajaiban Phallus "Dewa Gede Celak Kontong" di Pura Desa Kayu Putih: Berntuknya Mirip Kelamin Pria yang Disunat

I Putu Mardika • Sabtu, 21 September 2024 | 22:36 WIB

 

Dewa Gede Celak Kontong di salah satu tempat suci Hindu Bali di Buleleng.
Dewa Gede Celak Kontong di salah satu tempat suci Hindu Bali di Buleleng.

BALIEXPRESS.ID - Desa Adat Kayu Putih, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, menyimpan sebuah peninggalan purbakala unik yang penuh misteri. Di Pura Desa, tempat suci Hindu Bali, terdapat sebuah lingga yang dikenal dengan nama Dewa Gede Celak Kontong, berbentuk menyerupai alat kelamin laki-laki.

Bentuk lingga ini menarik perhatian tidak hanya karena keunikannya, tetapi juga karena kisah mitos yang menyertainya.

Jejak Megalitik di Desa Kuna Kayu Putih

Desa Kayu Putih dikenal sebagai salah satu desa kuna di Buleleng. Hal ini dibuktikan dengan penemuan artefak megalitik seperti sarkofagus, terakota, guci, dan menhir yang masih digunakan hingga saat ini.

Salah satu peninggalan penting lainnya adalah lingga dan yoni yang tersimpan di Pura Munduk Duhur.

Namun, Phallus Dewa Gede Celak Kontong yang tersimpan di Pura Desa menjadi yang paling menarik perhatian, karena bentuk dan kisahnya yang tak biasa.

Phallus Dewa Gede Celak Kontong: Simbol yang Unik dan Sakral

Phallus ini tidak hanya berfungsi sebagai peninggalan purbakala, tetapi juga menjadi sarana pemujaan bagi masyarakat setempat.

Terbuat dari batu hitam dengan panjang sekitar 25 cm dan diameter 10 cm, Phallus ini menyerupai alat kelamin laki-laki yang telah disunat, sehingga lekukan dan bentuk ujungnya terlihat jelas.

Bentuknya yang lurus dan besar sering kali menimbulkan imajinasi bagi siapa saja yang melihatnya.

Pemimpin Ritual Khusus untuk Phallus Sakral

Keberadaan Phallus ini di Pura Desa tidak lepas dari upacara-upacara keagamaan yang dipimpin oleh pemangku dari keturunan Kubayan.

Pemangku ini, termasuk Jero Mangku Kubayan Made Mesin, bertugas memimpin persembahyangan di Palinggih Dewa Gede Celak Kontong, di mana masyarakat memuja Dewa Brahma.

Ritual ini dipercaya mampu menjaga keseimbangan spiritual dan memohon keselamatan bagi desa.

Kisah Ajaib di Balik Phallus Dewa Gede Celak Kontong

Mitos yang menyertai Phallus ini menjadi daya tarik tersendiri. Menurut cerita yang berkembang, Desa Kayu Putih pernah mengalami kekeringan hebat yang menyebabkan kelaparan dan penyakit.

Kisah ajaib ini bermula saat istri Ki Kubayan mengalami kejadian mistis di Permandian Samong.

Rambutnya ditarik oleh seekor burung betet dan berubah menjadi sangat panjang, menyentuh tanah.

Namun, keajaiban tidak berhenti di situ. Ki Kubayan, yang mendengar cerita istrinya, tidak percaya dan pergi membuktikan sendiri.

Dia meminta burung betet yang sama untuk menarik kemaluannya.

Ajaibnya, kemaluan Ki Kubayan memanjang hingga bisa dililitkan di tubuhnya.

Dalam sebuah upacara di pura, kemaluan tersebut tiba-tiba terpotong secara gaib, dan Ki Kubayan meninggal dunia.

Potongan kemaluan itulah yang kemudian diberi nama Dewa Gede Celak Kontong.  

Misteri Lanjutan: Apa yang Terjadi Setelahnya?

Cerita tentang Dewa Gede Celak Kontong masih menyisakan banyak tanda tanya. Bagaimana nasib potongan kemaluan Ki Kubayan?

Apa makna di balik kejadian ini? Masyarakat Desa Kayu Putih menyimpan kisah ini sebagai bagian dari warisan leluhur mereka. Untuk menjawab rasa penasaran, tunggu kelanjutan kisah menarik ini!

Terus ikuti perkembangan cerita unik dan misteri lainnya dari peninggalan purbakala di Bali hanya di sini! *** 

Editor : I Putu Suyatra
#Dewa Gede Celak Kontong #bali #pura desa #kelamin #hindu #Disunat