Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Alasan Palinggih Pan Balang Tamak di Setiap Pura Puseh lan Desa Umat Hindu Bali: Ada Pesan Tak Terduga di Bali Kisah Cerdiknya

Putu Agus Adegrantika • Senin, 23 September 2024 | 04:17 WIB
Pura Puseh lan Desa masyarakat Hindu Bali selalu memiliki palinggih Pan Balang Tamak.
Pura Puseh lan Desa masyarakat Hindu Bali selalu memiliki palinggih Pan Balang Tamak.

BALIEXPRESS.ID - Kisah Pan Balang Tamak selalu menjadi daya tarik tersendiri di tengah masyarakat Hindu Bali. Meski ia dikenal cerdik dan sering dianggap licik, pesan moral dalam ceritanya masih hidup hingga kini.

Pan Balang Tamak bukan sekadar legenda, tetapi sebuah refleksi kehidupan yang terus diaplikasikan dalam keseharian serta aturan adat yang berlaku di desa-desa Bali.

Makna Dibalik Nama Pan Balang Tamak

I Made Tragia, seorang tokoh adat dari Desa Sayan, Gianyar, Bali, mengungkapkan makna mendalam di balik nama Pan Balang Tamak.

"Pan" berasal dari kata "Bala" yang berarti rakyat biasa, sedangkan "Tamak" bermakna pemikiran yang melampaui.

"Inilah sebabnya ia dianggap cerdik dan licik, karena pemikirannya selalu lebih maju dibandingkan orang lain, meskipun ia hanya seorang rakyat biasa," jelas Tragia, yang juga berprofesi sebagai dalang.

Meski tindakannya kerap dianggap menyimpang, Tragia menekankan bahwa Pan Balang Tamak hanya mengikuti aturan dan arahan yang diberikan oleh pemuka desa.

Ia mencontohkan saat Pan Balang Tamak diharuskan turun ke banjar mengikuti waktu ayam berkokok, meski dirinya tidak memiliki ayam jantan.

"Ini menggambarkan bahwa arahan harus jelas dan tegas. Jika tidak, akan ada celah bagi seseorang untuk bertindak seperti Pan Balang Tamak," tambah Tragia.

Pesan Moral yang Tetap Hidup

Meski zaman telah berubah, pesan moral dalam kisah Pan Balang Tamak masih diterapkan dalam kehidupan masyarakat Bali.

Tragia memberikan contoh pada pelaksanaan upacara ngaben, di mana tidak diperbolehkan ada suara kegembiraan seperti tertawa atau berteriak senang.

"Pada setiap prosesi ngaben, aturan ini harus ditegaskan dalam awig-awig (peraturan desa) agar tidak ada penyimpangan," ujarnya.

Palinggih Pan Balang Tamak, Lambang Kebenaran Rakyat

Palinggih Pan Balang Tamak yang ditempatkan di Pura Puseh memiliki makna penting dalam kehidupan masyarakat.

Menurut Tragia, hal ini sesuai karena Pan Balang Tamak mewakili rakyat yang cerdik dan memiliki kebenaran yang khas.

"Meskipun belum ada lontar (naskah kuno) yang secara spesifik mengisahkan Pan Balang Tamak, cerita ini sudah menjadi bagian dari warisan rakyat yang menunjukkan betapa pentingnya kebenaran yang dipertahankan oleh rakyat kecil," tambahnya.

Dengan segala kecerdikannya, Pan Balang Tamak tetap menjadi sosok yang terus dikenang karena berhasil memperdaya para pemuka desa dan masyarakat setempat.

Kisahnya bukan hanya legenda, tetapi juga pengingat akan pentingnya kejelasan aturan dan kepemimpinan yang tegas di masyarakat. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #hindu #Pan Balang Tamak #pura puseh