Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Alas Sari Batu Aya: Misteri Tempat Suci Hindu Bali, Pantangan Keluar Saat Ngayah dan Kisah Mistis di Baliknya

I Putu Suyatra • Selasa, 24 September 2024 | 17:18 WIB
Pura Alas Sari Batu Aya di Banjar Wani, Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan
Pura Alas Sari Batu Aya di Banjar Wani, Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan

BALIEXPRESS.ID - Pura Alas Sari Batu Aya, yang terletak di Banjar Wani, Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, bukan sekadar tempat suci Hindu Bali.

Pura ini menyimpan banyak kisah mistis dan keunikan yang membuatnya berbeda dari pura lainnya.

Salah satu pantangan yang dipercayai oleh warga setempat adalah larangan untuk pulang atau keluar dari area pura saat sedang ngayah, terutama pada jam-jam tertentu.

Apa yang sebenarnya terjadi di pura ini?

Aura Mistis di Pura Alas Sari Batu Aya

Seperti pura pada umumnya, Pura Alas Sari Batu Aya memiliki sejumlah palinggih di Utama Mandala.

Di antara palinggih tersebut, terdapat Palinggih Ida Betara Lingsir, Ratu Gede Mas Mecaling, dan Ida Pedanda Sakti yang menambah kesakralan pura ini.

Konon, patung-patung naga dan macan tutul yang menghiasi pintu masuk pura adalah wujud ancangan atau penjaga dari Ida Betara yang berstana di pura tersebut.

Kehadiran pura ini, yang diyakini telah ada sejak zaman perang, terus menarik pamedek dari berbagai daerah untuk "nangkil" atau memohon petunjuk dan penyembuhan.

Menurut warga sekitar, tidak sedikit orang yang datang ke pura ini setelah mendapatkan petunjuk melalui mimpi, terutama saat mengalami kabrebehan atau masalah hidup yang berat.

Larangan Keluar Pura Saat Jam Tertentu

Keunikan lain yang membuat Pura Alas Sari Batu Aya berbeda adalah adanya larangan bagi warga untuk keluar dari pura pada jam-jam tertentu, yakni antara pukul 11.00 hingga 13.00 Wita.

Pada jam tersebut, diyakini sebagai waktu jegjeg matan ai, di mana energi gaib di pura sangat kuat.

Banyak cerita mistis yang menyebutkan bahwa mereka yang melanggar pantangan ini akan mengalami kejadian aneh, seperti bertemu dengan ular besar di jalan.

Namun, setelah dicek lebih lanjut, ular tersebut tiba-tiba hilang begitu saja.

Seorang juru sunggi, I Wayan Kodi, mengungkapkan bahwa larangan ini sudah berlangsung lama dan menjadi kepercayaan yang dipegang erat oleh warga.

Bahkan, pura ini tidak memiliki tembok panyengker, namun secara ajaib, tidak ada hewan liar yang berani masuk ke area pura.

Pemberian Gaib dan Kejadian Aneh

Tidak hanya itu, beberapa warga mengaku mendapatkan "pica" atau benda keramat setelah sering ngayah di pura ini.

Salah seorang warga, Ni Nyoman Mertiniasih, menceritakan pengalamannya mendapatkan uang kepeng yang konon diberikan oleh sosok gaib yang berstana di pura.

Setelah mendapatkan pica tersebut, ia tiba-tiba memiliki kemampuan memijat yang sebelumnya tidak dimilikinya.

"Percaya atau tidak, sejak saat itu saya bisa memijat," ungkapnya.

Pura Tanpa Panyengker, Namun Terjaga Secara Gaib

Meskipun Pura Alas Sari Batu Aya tidak memiliki tembok panyengker yang mengelilingi areanya, aura mistisnya sangat terasa sejak memasuki kawasan pura.

Warga yang tangkil atau datang untuk berdoa di sana sering kali merasakan kedamaian, tetapi bagi yang memiliki niat buruk, pengalaman tidak menyenangkan bisa terjadi.

"Banyak yang datang untuk meditasi, tetapi mereka yang niatnya buruk pasti akan mengalami hal-hal tidak enak di sini. Kalau niatnya tulus, dipastikan akan menjalani meditasi dengan lancar," ungkap I Made Marta, salah seorang prajuru pura.

Pura Alas Sari Batu Aya dengan segala keunikan dan kisah mistisnya terus menjadi tempat yang menarik bagi pamedek dari berbagai daerah.

Setiap piodalan, pura ini selalu dipenuhi oleh warga yang datang untuk ngayah dan tangkil, mencari petunjuk, atau sekadar merasakan kedamaian di tengah aura magis yang menyelimuti.

Kesimpulan

Pura Alas Sari Batu Aya bukan hanya sebuah tempat ibadah, tetapi juga sebuah pusat spiritual yang menyimpan banyak misteri dan cerita unik.

Larangan untuk keluar saat jam tertentu, kisah pica pemberian gaib, serta keberadaan pura tanpa panyengker yang tetap terjaga membuat pura ini semakin menarik perhatian, baik bagi pamedek maupun mereka yang penasaran dengan dunia mistis.

Apakah Anda berani mencoba ngayah di sana dan merasakan sendiri keajaibannya? ***

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Pura Alas Sari Batu Aya #hindu #tabanan