Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengungkap Keberadaan Pura Datua: Tempat Suci Hindu yang Dipenuhi Sejarah dan Keyakinan Umat, Asal Usul Terakait dengan Legenda Raja dari Jawa

I Dewa Gede Rastana • Sabtu, 28 September 2024 | 04:12 WIB

 

Pura Datua, salah satu tempat suci Hindu Bali di Desa Tunjuk, Tabanan.
Pura Datua, salah satu tempat suci Hindu Bali di Desa Tunjuk, Tabanan.

BALIEXPRESS.ID - Pura Datua, sebuah tempat suci Hindu Bali yang dihormati, merupakan linggih Ida Betara Siwa dan Ratu Niang Sakti, yang ditandai dengan arca dari taru.

Namun, bagaimana sebenarnya muasal dan keyakinan umat terhadap pura ini? Mari kita telusuri.

Asal Usul Pura Datua: Legenda Sang Raja dari Jawa

Pemangku Pura Datua, Jero Mangku Sukerta, mengungkapkan bahwa cerita turun-temurun menjelaskan asal usul Pura Datua yang terletak di Desa Tunjuk, Tabanan, Bali.

Legenda menyebutkan bahwa pura ini bermula dari seorang raja yang berasal dari Jawa dan ngayah di Bukit Pucak Adeng.

Raja tersebut memiliki seorang putri yang tidak menikah, sehingga dibangunkanlah pura di Banjar Tunjuk Tengah dengan nama Pura Datua.

Hari Pujawali: Saniscara Kliwon Uye dan Tumpek Kandang

Pura Datua memiliki hari pujawali yang jatuh setiap Saniscara Kliwon Uye, bertepatan dengan Tumpek Kandang.

Hari ini diyakini sebagai waktu yang tepat untuk memohon keselamatan bagi hewan ternak dan kelancaran dalam berjualan.

"Pura ini bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga tempat yang penuh harapan bagi umat," lanjut Jero Mangku Sukerta.

Utama Mandala: Palinggih yang Memukau

Di Utama Mandala Pura Datua, terdapat beberapa palinggih yang memiliki makna mendalam, antara lain Pasimpangan Gunung Agung, Pajenengan yang dihormati sebagai linggih Ida Betara Siwa dan Ratu Nyoman Sakti, serta Palinggih Taru Agung.

Menariknya, di tempat ini dulunya terdapat pohon beringin besar yang kini telah tiada, digantikan oleh taru atau pohon kecil.

Keterbukaan Pura Datua untuk Semua Umat

Meskipun Pura Datua hanya dikelola oleh 24 kepala keluarga, pura ini bersifat umum dan terbuka bagi siapa saja yang ingin menghaturkan bakti.

Keberadaan Pura Datua sebagai tempat suci tidak hanya mencerminkan tradisi dan keyakinan masyarakat lokal, tetapi juga menjadi simbol kerukunan antarumat beragama.

Mengapa Pura Datua Begitu Istimewa?

Dengan latar belakang sejarah yang kaya dan kepercayaan yang mendalam, Pura Datua tidak hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga merupakan warisan budaya yang patut dilestarikan.

Siapa pun yang mengunjungi pura ini akan merasakan aura spiritual yang kental dan kehangatan dari umat yang memuliakannya. ***

Editor : I Putu Suyatra
#bali #jawa #hindu #Pura Datua #raja #tabanan #legenda