Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

KHUSUS UNTUK YANG PERCAYA! Pura Peneduhan, Tempat Suci Hindu Bali yang Diyakini Tempat Mohon Keturunan dan Jodoh

I Putu Suyatra • Minggu, 29 September 2024 | 01:54 WIB
Pura Peneduhan di Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali.
Pura Peneduhan di Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Pepatah mengatakan, "Bangsa yang baik adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya." Ungkapan ini tak hanya berlaku bagi peristiwa-peristiwa besar, tetapi juga situs-situs suci yang menyimpan jejak sejarah penting, seperti Pura Peneduhan di Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali.

Apa yang membuat salah satu tempat suci Hindu Bali ini begitu istimewa? Kisah mistis dan sejarah yang terjalin di tempat ini akan memancing rasa penasaran Anda.

Lokasi Pura Peneduhan sebenarnya mudah dijangkau. Dari By Pass Ir. Soekarno, Kediri, perjalanan ke arah barat melewati Hardys Tabanan, lalu belok ke utara.

Jalanan kecil berkapur yang diapit perumahan membawa Anda menuju sebuah pura mungil yang berdiri di antara pesawahan.

Namun, jangan terkecoh oleh ukurannya. Pura ini menyimpan cerita besar yang berhubungan dengan sejarah Kerajaan Badung.

Saat Bali Express (Jawa Pos Group) tiba di pura tersebut menjelang sore hari, suasana mistis langsung terasa.

Tak ada petani yang tampak di sawah, hanya kicauan burung yang mengiringi kunjungan. Keheningan ini menghidupkan kembali kisah yang telah berusia ratusan tahun.

Asal Usul Pura Peneduhan bermula dari perjalanan Raja Badung ke Kerajaan Tabanan untuk menghadiri hajatan besar.

Bersama bala pasukan dan pengiringnya, rombongan ini tiba di Sanggulan, yang kala itu masih berupa hutan lebat.

Namun, kelelahan menghalangi mereka untuk melanjutkan perjalanan. Menurut Jero Mangku Made Jata, pemangku Pura Peneduhan, Raja Badung kemudian memohon tirta (air suci) di sekitar lokasi dan memercikkannya kepada pasukan. Keajaiban pun terjadi, mereka kembali bugar dan siap melanjutkan perjalanan.

Sejak itu, tempat tersebut dikenal sebagai Peneduhan, berasal dari kata teduh yang berarti beristirahat.

Namun, sejarah Pura Peneduhan tidak berhenti di situ. Ketika perang melawan Belanda pecah, pura ini menjadi tempat perlindungan para pejuang Tabanan.

Pasalnya, kehadiran musuh tak mampu mendeteksi mereka yang bersembunyi di dalam pura ini.

"Ida Betara selalu memberikan perlindungan dan keselamatan, seperti arti nama Pura Peneduhan itu sendiri," ungkap Jero Mangku Jata.

Keajaiban Pura Peneduhan juga dirasakan oleh banyak orang yang memohon keturunan, pasangan hidup atau jodoh.

Menurut Jero Mangku Jata, beberapa pasangan suami istri yang datang dengan niat tulus telah membuktikan hal tersebut.

Setelah memohon kepada Ida Betara, mereka akhirnya dikaruniai keturunan, bahkan ada yang memiliki anak laki-laki seluruhnya.

Pura ini diempon oleh 65 kepala keluarga dari Banjar Sanggulan, Banjar Demung, dan Gerokgak Gede. Namun, siapa pun bisa tangkil ke sini dengan niat tulus.

Seperti pura lainnya, Pura Peneduhan memiliki tri mandala yang terdiri dari nista mandala, madya mandala, dan utama mandala, dengan banyak palinggih di masing-masing area, seperti Palinggih Penembahan Agung Sakti Luhur Peneduhan, Palinggih Mekel Gede, dan lain-lain.

Piodalan Pura Peneduhan jatuh setiap Budha Wage Merakih atau Budha Cemeng Merakih.

Sejarah, mistis, dan keajaiban—semua berpadu dalam cerita Pura Peneduhan. Apakah Anda penasaran untuk mengungkap lebih banyak rahasia di balik pura kecil ini? *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #jodoh #keturunan #pura peneduhan #hindu #tabanan