Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri Tempat Suci Hindu Bali, Pura Goa Raja: Tempat Panglukatan Suci yang Dijaga Tiga Naga di Dasar Jurang serta Kisah Nyata yang Sulit Dipercaya

I Putu Mardika • Minggu, 29 September 2024 | 14:53 WIB
Terletak di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Pura Goa Raja bukanlah tempat suci Hindu Bali biasa.
Terletak di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Pura Goa Raja bukanlah tempat suci Hindu Bali biasa.

BALIEXPRESS.ID – Terletak di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Pura Goa Raja bukanlah tempat suci Hindu Bali biasa.

Pura ini dikenal sebagai tempat malukat yang sakral, berfungsi untuk menyucikan diri dari segala kotoran rohani atau dikenal sebagai dasa mala.

Keunikan Pura Goa Raja tidak hanya terletak pada fungsi spiritualnya, tetapi juga lokasinya yang tersembunyi di kedalaman 177 meter di dasar sebuah jurang yang dijaga oleh tiga naga mistis: Naga Basuki, Naga Taksaka, dan Naga Ananta Bhoga.

Pada Rabu, 10 Mei 2017, bertepatan dengan Purnama Sasih Jyestha yang juga berbarengan dengan Buda Kliwon Pegatwakan, tim redaksi Bali Express (Jawa Pos Group) berkesempatan nangkil (berziarah) ke Pura Goa Raja.

Perjalanan dimulai dengan menyusuri jalan menuju Desa Bayad, dan pura ini terletak di sebelah timur Pura Bukit Sinunggal.

Untuk mencapai Pura Goa Raja, para pemedek (umat yang beribadah) harus memiliki stamina yang kuat, karena ribuan anak tangga yang curam harus dituruni untuk mencapai pura di dasar jurang.

Perjalanan yang Melelahkan, Tapi Penuh Kesucian

Saat menuruni anak tangga, udara sejuk langsung menyambut.

Pepohonan besar yang tumbuh subur di sepanjang jalan menjadi saksi bisu keasrian hutan di sekitar pura, memberikan suplai oksigen yang melimpah dan menjadikan suasana sekitar begitu segar.

Suara burung yang bersahutan menambah nuansa alami hutan ini, seolah menegaskan bahwa tempat ini masih sangat terjaga keasriannya.

Sebelum mencapai dasar, suara gemuruh air terjun sudah terdengar jelas, memecah kesunyian hutan.

Setelah melewati ribuan anak tangga yang curam dan ekstrem, akhirnya kami tiba di dasar jurang yang menjadi aliran sungai dari sebuah air terjun besar yang dihiasi bebatuan megah.

Pura Goa Raja: Tersembunyi di Tengah Goa Mistis

Meskipun sudah sampai di dasar jurang, Pura Goa Raja belum langsung terlihat.

Pura ini berada di dalam sebuah goa yang tersembunyi di sebelah kiri air terjun, dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi.

Sementara itu, mata air yang digunakan untuk melukat (ritual penyucian diri) terletak di sisi kanan air terjun.

Sesampainya di lokasi, kami disambut oleh Jero Mangku Nyoman Sukrai, pemangku (pendeta) di Pura Goa Raja.

Saat itu, Jero Sukrai tengah melukat beberapa pemedek yang juga tangkil ke pura.

Dengan khidmat, Jero Sukrai mengambil air suci dari dalam goa kecil, di mana terdapat gentong sebagai penampung air yang secara misterius selalu terisi.

Keunikan dan Kesakralan Tirta Pingit Sang Hyang Tunggal

Menurut penuturan Jero Nyoman Sukrai, kebanyakan pemedek yang datang ke Pura Goa Raja biasanya mendapat pawisik atau bisikan gaib secara niskala (secara spiritual).

Hal ini cukup masuk akal mengingat keberadaan Pura Goa Raja yang masih jarang diketahui orang banyak.

Letaknya yang tersembunyi di dasar jurang membuat pura ini tidak mudah dijangkau.

Namun, setiap Purnama dan Tilem, pura ini selalu ramai didatangi oleh umat yang ingin melakukan panglukatan.

"Sumber mata air di sini disebut Tirta Pingit Sang Hyang Tunggal. Air ini diyakini memiliki kemampuan untuk melebur dasa mala serta memberikan khasiat penyembuhan. Yang unik, gentong di dalam goa selalu terisi meski tidak ada pancuran atau kelebutan (mata air) yang jelas," ungkap Jero Nyoman Sukrai.

Kisah Nyata Pemedek yang Sembuh Setelah Melukat

Salah satu pemedek yang berhasil ditemui saat melukat di Pura Goa Raja adalah Made Sumada, asal Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar.

Made mengaku mendapat petunjuk lewat mimpi untuk melukat di Pura Goa Raja setelah menderita sakit jantung selama dua tahun.

"Dalam mimpi, saya melihat sebuah pura dengan air terjun di dekatnya. Meskipun belum pernah ke sini sebelumnya, gambaran dalam mimpi itu sangat jelas. Setelah saya nangkil ke sini, ternyata pura ini persis seperti yang saya lihat dalam mimpi," ungkap Made, yang merasa mendapatkan penyembuhan setelah melukat.

Proses Panglukatan yang Khidmat

Sebelum melukat, para pemedek harus terlebih dahulu menghaturkan banten pejati atau canang sari.

Jero Mangku kemudian mempersembahkan banten tersebut ke Palinggih di Pura Goa Raja.

Sebelum memulai persembahyangan, para pemedek diwajibkan untuk melukat menggunakan air suci dari dalam goa. Setelah melukat, barulah para pemedek diizinkan melaksanakan persembahyangan di area pura.

Pura Goa Raja: Misteri dan Keajaiban yang Menanti untuk Dijelajahi

Pura Goa Raja tidak hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga menyimpan keunikan dan misteri yang menarik untuk diungkap.

Bagi mereka yang berani menuruni ribuan anak tangga dan menantang alam, pengalaman spiritual dan keajaiban dari Tirta Pingit Sang Hyang Tunggal menanti.

Siapa sangka, di dasar jurang tersembunyi, terdapat sumber penyembuhan yang tidak hanya melebur dosa tetapi juga menyembuhkan penyakit fisik.

Apakah Anda tertarik menjelajahi keajaiban Pura Goa Raja dan mengalami sendiri kekuatan mistisnya?

Bagi yang mendapat panggilan niskala, mungkin Pura Goa Raja adalah tempat yang tepat untuk melukat dan menemukan ketenangan spiritual.***

 
Editor : I Putu Suyatra
#bali #Mimpi #hindu #malukat #kisah nyata #Pura Bukit Sinunggal #Pura Goa Raja #buleleng