Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tanaman yang Dianjurkan dan Dilarang di Pekarangan Rumah Hindu Bali: Posisi Menentukan Aura Positif dan Negatif, Berikut Penjelasannya

Putu Agus Adegrantika • Minggu, 29 September 2024 | 17:07 WIB

Kaktus tidak disarankan di dalam rumah tapi baik di luar pekarangan dekat angkul-angkul.
Kaktus tidak disarankan di dalam rumah tapi baik di luar pekarangan dekat angkul-angkul.

BALIEXPRESS.ID - Di tengah modernisasi, keyakinan masyarakat Hindu Bali terkait tanaman di pekarangan rumah tetap terjaga.

Bukan sekadar dekorasi, tanaman dipercaya membawa aura tertentu, baik positif maupun negatif, yang dapat mempengaruhi kehidupan penghuni rumah.

Dalam budaya Bali, bahkan hingga kini, orang tua kerap menegur jika menemukan tanaman yang dianggap membawa aura buruk tumbuh di pekarangan.

Salah satu contohnya adalah Ketapang atau Saba, yang kerap dikaitkan dengan kehadiran makhluk halus.

Aura Positif dan Negatif Tanaman di Pekarangan Rumah

Menurut tradisi, tidak semua tanaman cocok ditanam di pekarangan rumah.

Beberapa tanaman dipercaya membawa keburukan, sementara yang lain justru dianggap membawa keberuntungan dan rezeki.

Hal ini diungkapkan oleh Ida Bagus Putu Adi Suparta, pemilik Pasraman Upacara, Pasraman Taman Prakerti Buana di Beng, Gianyar, yang mengatakan bahwa keyakinan ini tertuang dalam Lontar Taru Premana, sebuah kitab kuno Hindu yang memuat berbagai aturan tentang tanaman.

Ida Bagus Putu menjelaskan bahwa pohon Naga Sari adalah salah satu tanaman yang sangat dianjurkan untuk ditanam di areal merajan atau sanggah (tempat suci keluarga).

Tanaman ini diyakini membawa keselamatan, keamanan, dan kerukunan bagi penghuni rumah.

Selain itu, tumbuhan Tunjung dan Jepun (Kamboja) juga membawa aura positif jika ditanam di area merajan, terutama karena bunganya sering digunakan untuk sembahyang.

Namun, menariknya, meskipun Jepun memiliki aura positif di merajan, tanaman ini justru tidak disarankan untuk ditanam di pekarangan rumah, khususnya di depan bale daja (bangunan utama rumah tradisional Bali).

Hal yang sama berlaku untuk Kembang Kertas, yang juga diyakini membawa aura negatif jika ditanam di halaman rumah.

Sebaliknya, kedua tanaman ini akan membawa energi baik jika ditanam di area merajan.

Tanaman yang Membawa Kesejukan dan Pelindung Rumah Selain bunga untuk sembahyang, tanaman Anggrek juga disarankan untuk ditanam di pekarangan rumah.

Menurut Ida Bagus Putu, Anggrek memberikan kesejukan dan kerukunan dalam rumah tangga.

Di sisi lain, tanaman Kaktus justru diperingatkan untuk tidak ditanam secara berlebihan di pekarangan karena dapat menimbulkan gejolak dalam keluarga.

Menariknya, meski Kaktus tidak baik di pekarangan rumah, tanaman ini justru dianjurkan ditanam di luar rumah atau dekat angkul-angkul (gerbang masuk rumah).

Khususnya, Kaktus Blatung Gada dipercaya mampu melindungi rumah dari energi negatif.

Hal ini juga berlaku untuk tanaman berduri lainnya, seperti Mawar dan Kem yang diyakini mampu menjadi penjaga rumah.

Tanaman yang Menjadi Hunian Makhluk Halus Beberapa tanaman lainnya dianggap tidak pantas ditanam di pekarangan rumah karena dipercaya bisa menjadi tempat tinggal makhluk halus.

Ida Bagus Putu Adi Suparta menyebutkan bahwa pohon besar seperti Saba, Pule, Bingin, Kepuh, dan Ketapang sering dikaitkan dengan keberadaan makhluk lain seperti wong samar atau jin.

Oleh karena itu, tanaman-tanaman ini lebih cocok ditanam di tempat umum seperti pura atau kuburan.

Namun, Ida Bagus juga menjelaskan bahwa jika pohon-pohon tersebut ditanam di dalam pot, aura negatifnya dapat berkurang karena tidak langsung menyentuh tanah.

Meskipun begitu, ia tetap menyarankan agar pohon-pohon ini tidak ditanam di pekarangan rumah karena aura negatifnya masih ada.

Lokasi Menentukan Aura Tanaman

Pada dasarnya, Ida Bagus Putu Adi Suparta menekankan bahwa setiap tanaman memiliki aura positif dan negatif.

"Aura positif akan lebih dominan jika tanaman ditanam di tempat yang tepat, dan sebaliknya, aura negatif akan lebih kuat jika ditanam di lokasi yang tidak sesuai," ujarnya.

Oleh karena itu, pemilihan dan penempatan tanaman di pekarangan rumah menjadi hal penting untuk menjaga keharmonisan dan kesejahteraan keluarga.

Dengan keyakinan ini, masyarakat Bali tidak hanya memandang tanaman sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai penyeimbang energi di dalam rumah.

Jadi, tanaman apa yang ada di pekarangan rumah Anda? Apakah membawa kebaikan, atau justru sebaliknya? *** 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #lontar #merajan #Mahluk Halus #wong samar #jepun #kaktus #tanaman #hindu #jin #taru premana #pekarangan