Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Daftar Pengaruh Positif dan Negatif Tanaman Berdasarkan Posisinya di Pekarangan Rumah Orang Bali: Perhatikan Jepun dan Kembang Kertas

I Putu Suyatra • Minggu, 29 September 2024 | 17:19 WIB
Pohon jepun atau kamboja disarankan ditanam di merajan tapi tidak depan bale daja.
Pohon jepun atau kamboja disarankan ditanam di merajan tapi tidak depan bale daja.

BALIEXPRESS.ID - Keyakinan tentang baik atau buruknya tanaman yang ditanam di pekarangan rumah masih kuat dipegang oleh masyarakat Bali.

Beberapa jenis tanaman dipercaya membawa aura positif, sementara yang lain justru membawa aura negatif.

Hal ini menjadi bagian penting dari tradisi dan keyakinan masyarakat Hindu di Bali, sebagaimana tertuang dalam lontar Taru Premana.

Tanaman dengan Pengaruh Positif

  1. Nagasari

    • Lokasi: Merajan (tempat sembahyang)
    • Pengaruh: Membawa keselamatan, keamanan, dan kerukunan bagi keluarga.
  2. Tunjung (Teratai)

    • Lokasi: Merajan dan halaman rumah
    • Pengaruh: Membawa aura positif, cocok digunakan untuk sembahyang.
  3. Jepun (Kamboja)

    • Lokasi: Merajan
    • Pengaruh: Membawa aura positif jika ditanam di area merajan, tapi tidak dianjurkan di depan bale daja (rumah utama).
  4. Anggrek

    • Lokasi: Halaman rumah
    • Pengaruh: Membawa kesejukan dan kerukunan dalam rumah tangga.
  5. Tanaman Berduri (Mawar, Kem, Kaktus Blatung Gada)

    • Lokasi: Di luar rumah atau di depan angkul-angkul (pintu gerbang rumah)
    • Pengaruh: Melindungi rumah dari energi negatif dan serangan gaib.
  6. Semar Manjangan

    • Lokasi: Halaman rumah
    • Pengaruh: Meningkatkan aura positif di pekarangan rumah.

Baca Juga: Gunakan Bawang untuk Menenangkan Bayi yang Menangis Tanpa Sebab, Begini Caranya

Tanaman dengan Pengaruh Negatif

  1. Ketapang, Saba, Pule, Bingin, Kepuh

    • Lokasi: Tidak dianjurkan di pekarangan rumah
    • Pengaruh: Dapat menjadi hunian makhluk halus dan mengganggu penghuni rumah. Cocok ditanam di area umum seperti pura atau kuburan.
    • Catatan: Jika ditanam di pot, aura negatifnya berkurang, tetapi tetap lebih baik ditanam di tempat umum.
  2. Jepun (Kamboja)

    • Lokasi: Di depan bale daja
    • Pengaruh: Membawa aura negatif jika ditanam di halaman depan rumah.
  3. Kaktus

    • Lokasi: Tidak dianjurkan di pekarangan rumah
    • Pengaruh: Dapat memicu gejolak dan pertengkaran dalam rumah tangga. Lebih baik ditanam di luar rumah.
  4. Kembang Kertas

    • Lokasi: Tidak dianjurkan di depan bale daja
    • Pengaruh: Membawa aura negatif jika ditanam di pekarangan rumah, tapi membawa aura positif jika ditanam di merajan.
  5. Tanaman Berbuku (beruas-ruas)

    • Lokasi: Tidak dianjurkan di pekarangan rumah
    • Pengaruh: Dapat menghambat rezeki jika ditanam terlalu banyak.

Menurut Ida Bagus Putu Adi Suparta, pemilik Pasraman Upacara di Gianyar, keyakinan ini sudah menjadi bagian dari tradisi Bali yang dipercaya secara turun-temurun.

Setiap tanaman memiliki aura positif dan negatif yang akan lebih besar pengaruhnya jika ditanam di lokasi yang tepat atau tidak tepat.

Aura yang baik dalam pekarangan rumah akan tercipta dari kombinasi tanaman yang sesuai dengan posisinya, seperti Nagasari dan Tunjung di merajan, Anggrek dan Semar Manjangan di halaman, serta tanaman berduri di luar rumah.

Kombinasi ini dipercaya dapat merukunkan dan melindungi keluarga yang tinggal di dalam rumah. *** 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #lontar #taru pramana #jepun #aura #hindu #Negatif #positif