Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Desa Sumerta: Dulu Bernama Wongaya, Ada Kaitannya dengan Ki Pasek Gelgel dan Ki Gusti Ngurah Sumerta

Nyoman Suarna • Senin, 30 September 2024 | 22:56 WIB
SUMERTA:  Kesenian janger sebagai warisan leluhur di Desa Sumerta. Sumber prasasti menyebutkan bahwa Desa Sumerta awalnya bernama Wongaya.
SUMERTA: Kesenian janger sebagai warisan leluhur di Desa Sumerta. Sumber prasasti menyebutkan bahwa Desa Sumerta awalnya bernama Wongaya.

BALIEXPRESS.ID - Sumerta merupakan salah satu wilayah desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Denpasar Timur, Kotamadya Denpasar, Provinsi Bali.

Ada beberapa versi sejarah yang memaparkan asal-usul nama Sumerta.

Dikutif dari ebooks.denpasartourism.com, konon Sumerta awalnya bernama “ Wongaya”.

Kata Sumerta diambil dari nama salah seorang pemimpin wilayah ini.

Prasasti Ki Kerobakan Badung menyebutkan: Walian ikang kata, ceritaneng manke tmajnira Ki Gusti Pasek Gelgel Aan, pada sihing Hyang Widhi.

Apasanakan rehning nalikaning rat, tembenia Gde Pasek Sumerta Tmajanira Ki Gusti Pasek Aan, angalih lungguh mareng jagat Bandana, Sira kawuwus Pasek Sumerta.

Muang lungguh hira laju ingaran Sumerta, apan sire Ki Pasek Gelgel Sumerta winuwus widagda wicaksana, sida pwa sira anampa sajnanira sang natheng Bandana……”

Pada masa kerajaan yang berpusat di Klungkung, ada salah seorang petinggi kerajaan dari keturunan Pasek Gelgel ditugaskan ke Bandana atau Badung (Denpasar)

Ditugaskannya Ki Pasek Gelgel Sumerta sebagai pemegang pucuk pimpinan di wilayah Sumerta (Bandana) terjadi pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong.

Sementara menurut cerita para orang tua di desa setempat,  Desa Sumerta pernah dipimpin oleh I Gusti Ngurah Sumerta.

Hal ini tersurat dalam sebuah piagam yang disimpan oleh Jro Mangku Puseh Sumerta di  Br. Sima, Sumerta.

Piagam tersebut antara lain menyebutkan tentang perintah dari I Gusti Ngurah Sumerta kepada Ki Bendesa Bekung ( Mangku Puseh ) di Sumerta Wangaya agar membangun pura Puseh dan Pura Kebon dalam jangka waktu selama 1  tahun dan diberikan imbalan berupa tanah/gumi.

Namun dalam perkembangan selanjutnya, nama Sumerta Wongaya berubah menjadi Sumerta.

Editor : Nyoman Suarna
#wongaya #sumerta #pasek gelgel #sejarah