Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah dan Kesakralan Pura Luhur Sri Rambut Sedana: Tempat Suci Hindu Bali untuk Memohon Kemakmuran

I Putu Suyatra • Jumat, 4 Oktober 2024 | 14:44 WIB

 

Pura Luhur Sri Rambut Sedana, yang terletak di lereng Gunung Batukaru, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali.
Pura Luhur Sri Rambut Sedana, yang terletak di lereng Gunung Batukaru, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Setiap umat Hindu Bali tentu tak asing dengan doa yang dipanjatkan sehari-hari demi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan.

Salah satu tempat yang diyakini memiliki kekuatan spiritual dalam mewujudkan doa-doa tersebut adalah Pura Luhur Sri Rambut Sedana, yang terletak di lereng Gunung Batukaru, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali.

Pura ini dikenal sebagai pusat spiritual bagi mereka yang ingin memohon kesejahteraan, kemakmuran, dan kesuburan.

Terletak di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, pura ini menyuguhkan suasana asri, dikelilingi oleh perkebunan hijau nan subur.

Pamedek (umat yang bersembahyang) yang ingin nangkil ke Pura Luhur Sri Rambut Sedana hanya perlu mengikuti petunjuk arah menuju Desa Jatiluwih, yang juga merupakan situs warisan dunia.

Tak heran, pura ini sering menjadi tujuan utama bagi mereka yang mencari ketenangan dan kesejahteraan dalam hidup.

Sejarah yang Terkubur dalam Waktu

Jero Mangku Gede Pura Luhur Sri Rambut Sedana, I Nengah Sukra, mengungkapkan kepada Bali Express bahwa pura ini telah ada sejak tahun 1400-an.

Menurut cerita yang diturunkan oleh para panglingsir, warga dari Desa Buduk, Badung, melarikan diri ke kawasan ini setelah kekalahan melawan Raja Mengwi.

Mereka kemudian menetap di sekitar pura yang kala itu belum dinamakan Jatiluwih. Saat warga menemukan tumpukan batu yang diyakini sebagai tempat suci untuk memohon keselamatan dan kemakmuran, mereka mulai menyembahnya.

 

Baca Juga: Barong Festival, Upaya Menjaga Seni, Tradisi, dan Budaya Bali

Ajaibnya, rezeki pun mengalir kepada warga, membuat tempat ini semakin disucikan dan dipuja oleh warga Pasek Badak serta masyarakat sekitar.

Kekuatan Spiritual yang Mengakar

Pura Luhur Sri Rambut Sedana menganut konsep Nyegara Gunung, yang menghubungkan laut dan gunung dalam keseimbangan alam.

Sebagai bentuk penghormatan kepada laut, masyarakat membangun palinggih Ida Betara Batu Ngaus.

Selain itu, terdapat pula palinggih Gerombong Nakaloka sebagai simbol penghormatan terhadap hutan dan gunung.

Keberadaan pura yang sakral ini semakin dikuatkan dengan penemuan ribuan uang kepeng kuno saat pemugaran pada tahun 2004.

Uang tersebut dipercaya tertanam bersama kelapa yang digunakan dalam upacara Karya Ngenteg Linggih tahun 1933.

"Uang kepeng kuna tersebut kemudian dipindahkan dan diletakkan di Palinggih Rambut Sedana," tambah Jero Mangku Gede.

Susunan Pura yang Penuh Makna

Pura ini memiliki tiga tingkatan utama atau Tri Mandala. Di Utama Mandala, terdapat Palinggih Utama atau Palinggih Rambut Sedana, tempat paling suci untuk bersembahyang.

Sementara itu, Madya Mandala menampung Palinggih Ratu Nyoman dan Ratu Wayan, yang berfungsi memberikan izin kepada pamedek sebelum melanjutkan persembahyangan ke palinggih utama.

Sedangkan di Nista Mandala, terdapat Bale Pasamuhan, Bale Kulkul, dan berbagai bangunan suci lainnya yang semakin menambah kesakralan pura ini.

Palinggih Taksu dan Burung Celepuk: Simbol Kebijaksanaan

Selain tempat memohon kemakmuran, pura ini juga memiliki Palinggih Taksu, tempat yang dipercaya dapat memberikan kebijaksanaan.

Pada tahun 2007, seekor burung hantu (celepuk) pernah bertengger di Palinggih Taksu ini dan tiba-tiba mati.

Setelah ditanyakan kepada orang pintar, diketahui bahwa burung celepuk tersebut merupakan simbol kebijaksanaan.

Hingga kini, Palinggih Taksu menjadi tempat yang khusus didatangi pamedek untuk memohon kebijaksanaan.

Jero Mangku Gede menambahkan, proses sembahyang di pura ini memiliki urutan tersendiri.

Pamedek pertama-tama harus memohon izin di Palinggih Ratu Nyoman dan Ratu Wayan, sebelum melanjutkan persembahyangan ke Palinggih Taksu dan akhirnya ke Palinggih Utama.

Pura Tujuan Para Pedagang dan Pengusaha

Dari etimologi, Sri berarti cantik, makmur, dan subur, sedangkan Sedana berarti memberi. Oleh karena itu, Ida Betara Sri Sedana diyakini sebagai pemberi kemakmuran, kesuburan, dan kemuliaan.

Tak heran jika banyak pedagang, pengusaha, serta instansi keuangan yang rutin tangkil ke pura ini untuk memohon rezeki dan kelancaran usaha.

Jero Mangku Gede menyebutkan, "Banyak pedagang dan pengusaha yang datang setelah mendapatkan pawisik (ilham) untuk memohon petunjuk saat usaha mereka sedang dalam masalah."

Dengan sejarah yang kaya, kesakralan spiritual, serta keajaiban-keajaiban yang terjadi di dalamnya, Pura Luhur Sri Rambut Sedana bukan hanya sekadar tempat sembahyang. Pura

ini adalah simbol kekuatan spiritual yang telah mengakar sejak ratusan tahun lalu, dan terus menjadi tempat bagi banyak orang untuk mencari kesejahteraan, kebijaksanaan, serta kemakmuran hidup. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#raja mengwi #bali #Pura Luhur Sri Rambut Sedana #Kemakmuran #hindu #Jatiluwih #Batukaru #tabanan