BALIEXPRESS.ID - Pura Luhur Sri Rambut Sedana, yang berlokasi di lereng Gunung Batukaru, tepatnya di Desa Pekraman Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali menyimpan sejumlah keunikan yang mengundang rasa penasaran para pamedek.
Tak hanya keunikan dari segi arsitektur dan posisi palinggihnya, pura ini juga menyimpan fenomena alam yang sulit dijelaskan secara logika.
Fenomena Pohon Aneh di Atas Palinggih
Di antara daya tarik Pura Luhur Sri Rambut Sedana adalah keberadaan pohon cemara yang tumbuh di atas Palinggih Ratu Nyoman dan Ratu Wayan.
Yang membuatnya istimewa, pohon tersebut memiliki dua jenis daun yang berbeda.
Sebagian besar daunnya adalah daun cemara hutan biasa, namun sebagian lagi merupakan daun pandak yang biasanya tidak tumbuh di pohon cemara.
Hingga saat ini, tidak ada yang bisa memberikan penjelasan ilmiah terkait fenomena ini.
"Pohonnya satu, tetapi memiliki dua jenis daun," ungkap Jero Mangku Gede, pemangku pura yang sehari-hari menjaga tempat suci ini.
Keunikan Palinggih Ida Betara Surya dan Ida Betara Candra
Tidak berhenti pada fenomena alam, keunikan lain di Pura Luhur Sri Rambut Sedana terletak pada dua palinggih yang berhadapan, yaitu Palinggih Ida Betara Surya dan Ida Betara Candra.
Menurut Jero Mangku Gede, dua palinggih ini memiliki fungsi sebagai penuntun cahaya: Sang Hyang Surya menyinari pada siang hari, sementara Sang Hyang Candra menyinari pada malam hari.
Keberadaan dua palinggih ini diyakini menunjukkan bahwa pura ini sudah berdiri sejak zaman dahulu kala, sebuah bukti kuat dari warisan leluhur yang masih dilestarikan hingga kini.
"Posisi palinggih yang saling berhadapan dan fungsinya ini membuat Pura Luhur Sri Rambut Sedana semakin unik dan berbeda dari pura lain di Bali," jelas Jero Mangku.
Status Kahyangan Jagat dan Pengunjung dari Berbagai Daerah
Pura Luhur Sri Rambut Sedana merupakan pura Kahyangan Jagat, yang berarti menjadi tempat suci bagi umat Hindu dari berbagai penjuru.
Meski diempon oleh 31 KK yang tersebar di Desa Pekraman Jatiluwih, ketika piodalan tiba pada Buda Wage Klawu, pamedek yang tangkil berasal dari berbagai daerah di Bali, bahkan dari luar pulau seperti Lampung, Lombok, dan Jawa Timur.
Yang lebih mengejutkan, pura ini juga menarik perhatian umat Hindu dari negara-negara lain seperti Kanada dan Rusia.
"Beberapa waktu lalu, ada saudara kita umat Hindu dari Kanada dan Rusia yang datang bersembahyang di sini. Mereka mengakui bahwa pura ini memiliki energi yang kuat dan sudah ada sejak lama," tambah Jero Mangku Gede.
Ritual Sakral: Upacara Nyibakang Manik Galih dan Nuur Manik Galih
Keunikan pura ini semakin lengkap dengan adanya upacara sakral yang digelar saat piodalan.
Di penghujung pujawali, akan dilangsungkan Upacara Nyibakang Manik Galih, di mana diyakini bahwa para Dedari dari langit akan turun ke dunia dan disambut oleh pamedek yang hadir.
Para dedari ini kemudian akan dilinggihkan di rumah-rumah pamedek yang mengikuti upacara tersebut.
Selain itu, setiap pujawali jelih, tepatnya pada dini hari sekitar pukul 04.00, dilaksanakan upacara Nuur Manik Galih Sri Rambut Sedana.
Pada saat ini, para pangabih Sang Hyang Dedari dan Sang Hyang Jaran sering kali mengalami kesurupan, sebagai tanda hadirnya energi spiritual yang kuat di tempat suci ini.
Pura yang Sarat Misteri dan Daya Tarik Spiritual
Keberadaan Pura Luhur Sri Rambut Sedana tidak hanya memberikan ketenangan batin bagi para pamedek, tetapi juga menyimpan berbagai misteri yang mengundang rasa penasaran.
Dari fenomena pohon aneh, fungsi unik palinggih, hingga ritual sakral yang berlangsung, pura ini menjadi saksi bisu dari kekuatan spiritual yang telah terjaga selama berabad-abad.
Bagi Anda yang penasaran dengan keunikan dan misteri Pura Luhur Sri Rambut Sedana, tak ada salahnya untuk datang dan merasakan langsung energi spiritual yang memancar dari pura ini.
Siapa tahu, Anda bisa menyaksikan sendiri fenomena unik yang tidak ditemukan di tempat lain. ***
Editor : I Putu Suyatra