Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Waspada! Ini Cara Makhluk Astral Masuk ke Rumah, Hindari Duduk di Depan Pintu

I Putu Mardika • Kamis, 10 Oktober 2024 | 05:04 WIB

Jro Panca selaku penekun spiritual
Jro Panca selaku penekun spiritual
BALIEXPRESS.ID-Ada berbagai cara makhluk astral atau energi negatif dapat memasuki rumah, yang kemudian berdampak negatif bagi penghuninya. Namun, terdapat beberapa metode untuk menetralkan pengaruh negatif tersebut.

Menurut Penekun spiritual, Jro Putu Agus Panca Saputra, energi negatif yang masuk ke rumah sebagian besar disebabkan oleh kesalahan penghuninya sendiri.

Secara geografis, lokasi lahan yang dipilih untuk mendirikan rumah juga tak bisa diabaikan, seperti lahan panas, posisi rumah yang menghadap langsung ke jalan, hingga posisi tusuk sate.

Membangun di lahan bekas fasilitas umum seperti balai banjar, pura, tempat suci, bekas tempat upacara ngaben massal, bekas griya atau tanah kuburan juga berpotensi mendatangkan energi negatif.

Jro Panca menambahkan bahwa membiarkan ruangan kosong atau tidak dihuni dalam waktu lama menjadi salah satu penyebab masuknya energi negatif.

Kondisi ruangan yang gelap dan lembap memperbesar kemungkinan energi tersebut masuk.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah kebiasaan penghuni duduk di depan pintu, yang dapat mengganggu sirkulasi energi.

Hal ini bisa menyebabkan dominasi energi negatif di dalam rumah. "Hindari juga menaruh sisir di atas kepala karena bisa memancing masuknya energi negatif," tambahnya.

Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah ketika penghuni rumah kembali dari bepergian. Sebaiknya mereka mencuci kaki hingga ujung jari, membasuh tangan dan muka, untuk menghilangkan energi negatif yang mungkin menempel.

"Pastikan juga untuk melaksanakan upacara pembersihan diri, seperti mebanyuawangan, setelah pulang dari melayat, agar dapat menetralisir pengaruh negatif," paparnya.

Penggunaan jimat atau benda keramat juga perlu diperhatikan, karena bisa jadi secara niskala penghuni rumah tidak cocok dengan benda tersebut, sehingga energi yang ada malah bertabrakan dan merugikan penghuni.

Untuk menghindari pamali, disarankan tidak memindahkan barang pada waktu Kajeng karena dipercaya dapat memicu pamali dengan cepat dan membahayakan penghuni rumah.

Mengambil benda bekas dari tempat suci, seperti bekas sanggah atau pura, juga berpotensi membawa energi negatif, karena benda tersebut sudah dipralina (disucikan).

"Lebih baik dibuang daripada membawa efek negatif," sarannya.

Dalam hal pembangunan, penting untuk tidak menggunakan bahan bangunan bekas, terutama untuk dapur, karena dapur dianggap tempat yang paling tinggi secara filosofis.

Namun, jika bahan bangunan bekas berasal dari dapur lama, masih diperbolehkan digunakan.

Furniture dari kayu tertentu, seperti kayu nangka, kayu yang pernah tersambar petir, atau kayu yang tumbuh kembali setelah dipotong, dianggap tidak baik untuk digunakan.

Bahkan kayu yang tumbuh di tempat yang melintasi jalan atau sungai juga harus dihindari, karena disebut "kayu panas."

Jro Panca juga menyarankan menggunakan potongan kayu tehep di pintu atau bagian rumah lainnya untuk menghindari masuknya energi negatif.

Hindari pula memasang lambang atau rangka atap dengan posisi terbalik dan selalu perhatikan waktu pemasangan atap agar tidak dilakukan saat Dewasa Geni Rwana, yang bisa menyebabkan kebakaran.

Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah menimbun fondasi rumah yang tidak terpakai, yang dapat mengakibatkan penyakit bagi penghuninya.

"Jika energi negatif sudah masuk ke rumah, orang lain akan enggan mampir. Rumah akan tampak ramai saat sepi, dan sebaliknya. Ini menandakan adanya energi negatif di rumah," tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#astral #energi #makhluk #sisir