Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri Ngereh dalam Ilmu Leak Bali: Mengungkap Ritual Sakral Hindu Bali dan Simbolisme Sanggah Cucuk

I Putu Suyatra • Kamis, 17 Oktober 2024 | 21:59 WIB
Sanggah cucuk
Sanggah cucuk

BALIEXPRESS.ID - Dalam tradisi mistis Bali, Ilmu Leak memiliki satu ritual yang sangat penting, yakni ngereh atau ngerehan. Ritual ini memiliki makna mendalam, yaitu memohon kekuatan atau kesaktian di hadapan Ida Bhatara, salah satu aspek tertinggi dalam kepercayaan spiritual Hindu Bali.

Di antara berbagai jenis ngereh, yang paling sering dibicarakan adalah ngereh pangleakan, yaitu prosesi puncak dalam ilmu pangleakan.

Ritual ngereh ini memiliki beberapa elemen penting, salah satunya adalah penggunaan sanggah cucuk.

Mengapa sanggah cucuk menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual ini? Apa makna di baliknya?

Menurut Dr. Jro Mangku Gede Made Subagia, seorang praktisi Ilmu Leak dan doktor dalam Ilmu Agama, ngereh memiliki arti yang sama dengan ngarereh, yaitu "mencari" kekuatan spiritual atau kasiddhian.

Dalam proses ritual ngereh, sanggah cucuk menjadi salah satu sarana penting yang digunakan.

"Sanggah cucuk merupakan simbol suci yang melambangkan konsep Tri Murti dalam kepercayaan Hindu Bali. Bentuk segitiga pada sanggah cucuk melambangkan Tri Murti (Brahma, Wisnu, Siwa), sedangkan tiangnya melambangkan Sang Hyang Acintya, Tuhan yang tidak dapat dipikirkan," jelas Dr. Jro Mangku Subagia kepada Bali Express.

Simbolisme dalam Sanggah Cucuk: Membangkitkan Kekuatan Spiritual

Lebih jauh lagi, Dr. Jro Mangku Subagia menegaskan bahwa sanggah cucuk bukan hanya sekadar alat ritual, melainkan juga yantra, atau simbol yang membantu manusia memusatkan pikiran dalam memuja Tuhan.

"Tanpa simbol, manusia yang terbatas ini akan kesulitan dalam mencapai Tuhan. Sama halnya dengan palawatan seperti Rangda dan Barong, yang berfungsi sebagai perantara dalam pemujaan," tuturnya.

Banten dalam Ngereh Pangleakan: Perlengkapan Sakral untuk Menggapai Kesaktian

Salah satu hal yang tak kalah menarik dalam ritual ngereh pangleakan adalah penggunaan banten (persembahan) yang ditempatkan di atas sanggah cucuk. Dr. Jro Mangku Subagia memaparkan secara detail beberapa banten penting yang digunakan, di antaranya adalah:

Semua banten ini memiliki makna tersendiri dan menjadi bagian integral dalam memohon kekuatan spiritual dari alam gaib.

Tingkatan Ngereh: Mencapai Kesaktian dengan Jnana yang Mendalam

Meski ngereh pangleakan dikenal sebagai ritual yang kompleks, Jro Mangku Subagia menjelaskan bahwa ada tingkatan-tingkatan dalam praktiknya.

Pada tingkatan awal, praktisi harus melakukan ritual di pamuhunan (tempat pembakaran mayat di kuburan) atau di depan palinggih rong tiga, tempat pemujaan di desa.

Namun, bagi mereka yang telah mencapai tingkat spiritual tinggi, tempat pelaksanaan ngereh bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

"Semua tergantung pada tingkat jnana (pengetahuan spiritual) seseorang. Jika jnananya sudah tinggi, dia tidak perlu pergi kemana-mana. Dengan jnana yang dimiliki, cakra-cakra dalam tubuh akan hidup dan memancarkan sinar atau api spiritual yang bisa bergerak ke berbagai tempat, bahkan ke Pura Dalem," katanya.

Ritual ngereh ini menyimpan misteri yang mendalam, dan hanya mereka yang benar-benar mendalami ilmu spiritual yang dapat memahaminya secara penuh.

Apakah kekuatan yang diperoleh dari ngereh benar-benar bisa diwujudkan dalam bentuk nyata? Atau apakah ini hanya simbol dari pencapaian spiritual tertinggi dalam ajaran Leak? Semua itu tetap menjadi teka-teki yang terus menarik minat banyak orang. ***

 

DAY6: Banner empat member Day6 yang telah terpasang H-1 sebelum Day6 3rd World Tour Forever Young di Surabaya berlangsung.
DAY6: Banner empat member Day6 yang telah terpasang H-1 sebelum Day6 3rd World Tour Forever Young di Surabaya berlangsung.
Editor : I Putu Suyatra
#bali #sanggah cucuk #hindu #Leak #ngerehan