BALIEXPRESS.ID - Sebuah kisah unik sekaligus misterius datang dari salah satu tempat suci Hindu Bali bernama, Pura Taman Sari Goa Batu Pageh di Kutuh, Pecatu, Badung.
Meski terletak di lokasi terpencil di sisi tebing curam yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, pura ini tetap ramai dikunjungi oleh pamedek yang ingin melakukan persembahyangan.
Namun, yang membuat tempat ini semakin menarik adalah kisah-kisah misteri yang menyelimutinya.
Di kawasan ini, terdapat dua pura utama, yakni Pura Dalem Goa Batu Pageh dan Pura Taman Sari Goa Batu Pageh, yang berdekatan dengan Hotel Bali Cliff.
Konon, kedua pura ini memiliki keterkaitan spiritual yang mendalam, dan masyarakat setempat seringkali mengalami kejadian di luar nalar ketika mengadakan upacara di sana.
Wong Samar Misterius yang Membantu Masyarakat
Jero Mangku Wayan Karbin, pemangku di Pura Taman Sari, menceritakan pengalaman aneh yang dialami pangempon pura saat persiapan Karya Agung dan Ngenteg Linggih.
Dengan jumlah warga yang sedikit, mereka sempat kewalahan menyiapkan upacara besar tersebut.
Namun, keajaiban terjadi saat pekerjaan yang sebelumnya diperkirakan tak akan selesai, tiba-tiba rampung tepat waktu.
"Saya berjaga malam itu, dan tiba-tiba saya mendengar banyak orang bekerja. Padahal, sepengetahuan saya, hanya saya yang berjaga. Saya melihat dari kejauhan ada orang-orang sibuk mempersiapkan upakara, namun keesokan harinya, tak ada yang mengaku datang. Ini membuat saya yakin bahwa wong samar membantu kami," ungkapnya.
Pengunjung Misterius yang Hilang Tanpa Jejak
Tak hanya kejadian tersebut, Jero Mangku Karbin juga kerap menerima tamu yang menghilang secara misterius.
"Biasanya wanita yang datang, bertanya ini dan itu, namun tiba-tiba saja mereka hilang," ujarnya.
Ia meyakini bahwa para pengunjung tersebut adalah wong samar, yang dipercaya sebagai pengikut Ida Bhetara Begawan Panglingsir dan Biyang Agung, entitas spiritual yang berstana di pura tersebut.
Tempat Nunas Kawisesaan dan Pengleakan
Pura ini juga dikenal sebagai tempat nunas kawisesaan atau ilmu spiritual, baik yang bersifat positif maupun negatif.
Biyang Agung, yang berstana di Pura Taman Sari, dipercaya sebagai simbol rwabhineda, atau keseimbangan hitam dan putih.
Mereka yang mencari ilmu pengobatan dan kebaikan akan nunas di sini, sementara mereka yang mendalami ilmu ngiwa (kiri) akan pergi ke Pura Dalem.
Uniknya, Pura Taman Sari juga dikenal sebagai tempat favorit para penari. Mereka yang datang untuk memohon anugerah sering kali berharap agar penampilan mereka di panggung terlihat lebih menarik dan memikat.
Bahkan, menurut kepercayaan, profesi sebagai penari akan lebih sukses jika datang dengan niat tulus.
Sukra Kliwon Sungsang: Momen Sakral di Pura Taman Sari
Setiap Sukra Kliwon Sungsang, Pura Taman Sari menggelar piodalan dan Karya Agung. Menjelang hari raya Galungan, pura ini semakin ramai dengan pamedek yang datang ngayah, baik dari dunia nyata maupun dari alam niskala.
Kisah-kisah misteri yang menyelimuti Pura Taman Sari Goa Batu Pageh tentu semakin menarik minat mereka yang penasaran akan dunia spiritual dan pengalaman di luar logika manusia.
Siapa sebenarnya wong samar yang kerap hadir di pura ini? Misteri tersebut masih menjadi tanda tanya yang belum terjawab hingga kini. ***
Editor : I Putu Suyatra