Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Banten, Ritual, dan Pantangan Saat Tumpek Landep: Hari Suci Hindu Bali untuk Memperkuat Ketajaman Pikiran dan Keselamatan

I Putu Suyatra • Selasa, 22 Oktober 2024 | 02:33 WIB
PASUPATI: Upacara pasupati pusaka di Pura Pengaruman pada hari Tumpek Landep dilaksanakan tepat pada pukul 12 siang.
PASUPATI: Upacara pasupati pusaka di Pura Pengaruman pada hari Tumpek Landep dilaksanakan tepat pada pukul 12 siang.

BALIEXPRESS.ID - Umat Hindu Bali merayakan Tumpek Landep, yang jatuh pada Saniscara Kliwon, wuku Landep. Namun, apa sebenarnya makna di balik Tumpek Landep, dan bagaimana kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari?

Tumpek: Tiga Hari Sakral dalam Agama Hindu Bali

Ritual Tumpek merupakan bagian integral dalam ajaran Hindu, di mana umat merayakan dan memanjatkan doa untuk tumbuhan, hewan, serta perkakas yang terbuat dari besi atau keris.

Ada tiga jenis Tumpek yang dikenal, yaitu Tumpek Ubuh, Tumpek Wariga, dan Tumpek Landep. Masing-masing memiliki makna dan tujuan spesifik.

Menurut Ida Pandita Mpu Putra Yoga Parama Daksa, seorang sulinggih asal Mengwi, istilah "Tumpek" berasal dari kata 'tampa', yang berarti turun.

Dalam perjalanan waktu, istilah ini mengalami perubahan dan kini diartikan sebagai hari suci di mana manifestasi Tuhan turun ke dunia dalam bentuk tertentu.

Sementara itu, "Landep" berarti tajam, sehingga Tumpek Landep dipahami sebagai hari di mana Tuhan memberikan ketajaman pikiran dan kekokohan kepada manusia dalam memilih baik dan buruk.

Makna Spiritual Tumpek Landep

Dalam Lontar Sundarigama, Tumpek Landep dijelaskan sebagai hari inti yang membawa anugerah dari Tuhan.

Dalam salah satu baitnya, tertulis bahwa umat diingatkan untuk selalu dekat dengan Sang Hyang Maha Wisesa dan menjalankan persembahyangan pada hari yang suci ini.

“Saniscara Kliwon ngaran, wekasing tuduh rikang wwang,” demikian penjelasan Mpu Mengwi. Hari ini menjadi momen penting bagi umat untuk memohon keselamatan kepada Tuhan, yang dalam manifestasinya sebagai Dewa Senjata (Pasupati).

Rangkaian Ritual Tumpek Landep

Perayaan Tumpek Landep dilakukan dua kali setahun, setiap enam bulan sekali. Dalam pelaksanaannya, umat mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas ketajaman pikiran yang diberikan.

Mpu Parama Daksa menjelaskan bahwa ketajaman ini mirip dengan senjata tajam, seperti keris, pisau, dan pedang.

Bagaimana cara melaksanakannya? Tumpek Landep dapat dilakukan di rumah atau pura.

Pertama, kumpulkan benda-benda pusaka atau semua benda tajam berbahan logam di atas dulang yang dilapisi kain kasa bersih.

Setelah dibersihkan dan diolesi minyak khusus, umat dapat mengadakan banten Tumpek Landep, yang biasanya berlangsung dari pagi hingga sore.

Banten dan Pantangan dalam Tumpek Landep

Dalam banten Tumpek Landep, beberapa rangkaian yang biasa dihaturkan antara lain sesayut jayeng perang, sesayut kesuma yuda, dan segehan agung pasupati.

Setiap jenis banten disesuaikan dengan tempat dan tujuan pemujaan, misalnya, jika dilakukan di kendaraan seperti motor atau mobil, maka dihaturkan sesayut jayeng perang a tanding.

Mpu Parama Daksa menegaskan pentingnya menjaga kesucian saat merayakan Tumpek Landep.

Dalam lontar tersebut, ditekankan bahwa pada malam hari perayaan, umat tidak diperkenankan melakukan pekerjaan jasmani, memasak, atau berbicara kotor.

Sebaliknya, disarankan untuk melakukan meditasi, renungan suci, dan persembahyangan.

“Orang yang tidak melaksanakan kerti, yasa, dan karma diyakini tidak akan mendapatkan keselamatan,” ujarnya, mengingatkan bahwa perbuatan baik adalah kunci untuk mendapatkan berkah Tuhan.

Kesimpulan

Tumpek Landep bukan sekadar perayaan, tetapi juga momen refleksi dan penguatan spiritual bagi umat Hindu.

Dengan memahami makna di balik setiap ritual, kita diajak untuk lebih menghargai dan menerapkan ketajaman pikiran dalam kehidupan sehari-hari.

Mari manfaatkan hari suci ini untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan meningkatkan kualitas diri, sehingga kita bisa hidup dalam keharmonisan dan keselamatan. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#ritual #bali #pantangan #Banten #hindu #Tumpek Landep