Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengungkap Misteri Pura Patih di Desa Kubutambahan: Benteng Niskala dengan Sejarah dan Keunikan Hindu Bali yang Memukau

I Putu Mardika • Selasa, 22 Oktober 2024 | 13:52 WIB
Pura Patih di Kubutambahan, Buleleng, Bali.
Pura Patih di Kubutambahan, Buleleng, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Desa Pakraman Kubutambahan, Buleleng, memiliki banyak keistimewaan yang jarang diketahui. Selain terkenal dengan pura-pura yang berkonsep Trias Politika, desa ini juga menyimpan sebuah tempat suci Hindu Bali yang unik, yakni Pura Patih.

Pura ini diyakini memiliki kekuatan sebagai benteng pertahanan secara niskala dan sering dianalogikan oleh warga setempat sebagai "Markas TNI Niskala."

Banyak keunikan lain yang menyelimuti pura ini. Apa saja yang membuat Pura Patih begitu istimewa?

Pura Patih: Benteng Niskala Penjaga Bali Utara

Berlokasi di Dusun Kubu Anyar, Desa Kubutambahan, Pura Patih berdiri di sebelah Pura Madue Karang, hanya dipisahkan oleh jalan.

Tempat suci ini merupakan Dang Kahyangan yang memuja Patih Kebo Parud, seorang figur yang dikenal sebagai penjaga Bali dari serangan perompak pada abad ke-12.

Meskipun tidak ada catatan sejarah yang mendalam tentang Pura Patih, kepercayaan ini telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Menurut cerita, sekitar tahun 1250 Masehi, Patih Kebo Parud berperan penting dalam menjaga Bali Utara, khususnya Pelabuhan Kuta Banding (yang terletak di sebelah utara Kubutambahan), dari ancaman perompak.

Hingga saat ini, warga desa masih percaya bahwa Pura Patih berfungsi sebagai penjaga gaib Bali Utara dari serangan luar.

Uniknya Pura Tanpa Piodalan

Tidak seperti pura pada umumnya yang memiliki hari piodalan atau pujawali, Pura Patih justru tidak memiliki piodalan tetap.

Menurut Jro Ketut Warkadea, Kelihan Adat Desa Pakraman Kubutambahan, Ida Bhatara yang berstana di Pura Patih sering diundang saat piodalan di berbagai pura di Kubutambahan dan Desa Bulian.

Oleh karena itu, pura ini tidak menetapkan piodalan sendiri, tetapi selalu ikut dalam setiap upacara besar di pura lain.

“Setiap ada piodalan di pura lain, Beliau (Ida Bhatara) diundang untuk hadir, dan katuran (diberi persembahan). Karena sering diundang, maka tidak ada piodalan khusus di Pura Patih, kecuali pada hari-hari besar keagamaan," ujar Jro Warkadea.

Pura Patih: Kekuatan Niskala dan Markas Gaib

Pura Patih dikenal sebagai tempat dengan kekuatan gaib yang kuat, di mana pralingga Ida Bhatara berperan sebagai pengawal dalam prosesi upacara suci, seperti melancaran dan masucian.

Pralingga ini memiliki posisi penting, sehingga tidak boleh ada yang mendahului ketika prosesi sedang berlangsung.

Bagi yang melanggar, mereka akan mendapat peringatan gaib berupa pengongongan (tindakan gaib yang memperingatkan).

“Fungsi utama Pura Patih adalah sebagai sumber kekuatan bala bantuan niskala. Pura ini ibarat markas pertahanan TNI secara niskala untuk menjaga Bali dari ancaman yang tak terlihat,” jelas Jro Warkadea.

Di Desa Pakraman Kubutambahan, terdapat tiga pura utama yang berkonsep Trias Politika, yaitu Pura Negara Gambur Anglayang, Pura Dalem Puri, dan Pura Puseh Penegil Dharma. Pura Patih sendiri berfungsi sebagai markas pertahanan gaib.

Pasupati Tirta dan Kekuatan Sakral

Selain sebagai markas pertahanan gaib, Pura Patih juga memiliki peran penting dalam upacara pasupati tirta, yaitu menyucikan air suci yang digunakan dalam berbagai upacara.

Di pura ini dipuja Dewa Siwa Pasupati, yang memberikan kekuatan untuk menyucikan tirta sebelum digunakan dalam upacara di desa-desa sekitarnya.
Baca Juga: Sejarah Desa Penatih: Jejak Perjalanan Murid Rsi Markandya di Tanah Putih yang Dikuasai Arya Wang Bang Pinatih

"Misalnya, saat Desa Bungkulan mendak tirta di Pura Batur, tirta tersebut harus dipasupati terlebih dahulu di Pura Patih sebelum dibawa untuk digunakan dalam upacara pujawali," kata Jro Warkadea.

Kulkul Ajaib yang Berbunyi Sendiri

Keunikan lain dari Pura Patih adalah keberadaan kulkul yang menjulang tinggi.

Kulkul ini memiliki keistimewaan sebagai sinyal bencana, di mana ia akan berbunyi sendiri tanpa ada yang memukul ketika bencana besar akan terjadi.

Sejumlah kejadian telah membuktikan keajaiban kulkul ini, seperti saat Gunung Agung meletus pada tahun 1963 dan saat penumpasan G30S/PKI pada tahun 1965.

“Ketika kulkul ini berbunyi sendiri, kami meyakini bahwa akan terjadi bencana besar. Ini sudah terbukti beberapa kali,” ujar Jro Warkadea.

Penutup: Pura Patih sebagai Warisan Sakral

Pura Patih di Desa Kubutambahan bukan sekadar tempat suci biasa. Dengan berbagai keunikan, mulai dari fungsi sebagai benteng gaib hingga kehadiran kulkul ajaib yang menjadi sinyal bencana, pura ini terus menjaga tradisi dan spiritualitas masyarakat Bali Utara.

Dalam setiap upacara dan prosesi, Pura Patih berperan besar sebagai pelindung tak kasat mata yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Penasaran dengan cerita lainnya tentang Pura Patih? Keberadaan dan misterinya menjadikannya sebagai salah satu pura yang sangat unik dan penuh pesona di Bali. *** 

 
Editor : I Putu Suyatra
#bali #pura patih #unik #niskala #hindu #kubutambahan #buleleng