BALIEXPRESS.ID - Bukan hanya Parangtritis di Yogyakarta yang dikenal akan mitos Nyi Roro Kidul. Di Bali, tepatnya di Pura Taman Alit Banyumala, Buleleng, masyarakat Hindu mengenal sosok yang serupa, yaitu Ida Bhatari Ratu Ayu Manik Segara.
Pura ini menjadi tujuan pemedek yang ingin memohon berkah untuk kesembuhan, keturunan, dan kelancaran rezeki.
Apa saja yang membuat pura ini istimewa?
Sejuk dan Asri, Berlokasi di Pinggir Pantai
Pura Taman Alit menawarkan suasana sejuk dengan pepohonan rimbun, berada di dekat Sungai Banyumala dan hanya sekitar 200 meter dari Pantai Camplung.
Di sini, pemujaan kepada Nyi Roro Kidul atau Ida Bhatari Ratu Ayu Manik Segara diwujudkan dalam pelinggih yang serba hijau.
Di depan pelinggih, terdapat patung naga berwarna hijau sebagai simbol penjaga.
Mata Air Sakral untuk Penglukatan dan Kesembuhan
Selain sebagai tempat pemujaan, pura ini memiliki kolam mata air jernih yang sering digunakan untuk penglukatan, atau pembersihan spiritual.
Banyak pemedek yang datang untuk memohon kesembuhan dari penyakit melalui sarana niskala.
Kesakralan mata air ini dipercaya memberikan berkah bagi yang memohonnya dengan tulus.
Kisah Pendirian Pura dari Pawisik Nyi Roro Kidul
Jro Wayan Karya, pengempon Pura Taman Alit, mengungkapkan asal mula pura ini. Awalnya, lokasi ini hanyalah rawa yang dianggap angker.
Pada tahun 1980-an, ayahnya, Made Juni Yasa atau Jro Petapakan, mendapatkan petunjuk untuk membangun pelinggih setelah memperoleh nomor keberuntungan dari Nyi Roro Kidul.
Dari kemenangan itu, dana pun terkumpul untuk mendirikan pelinggih.
Munculnya "Ancangan" Mistis: Ular Python hingga Buaya Putih
Di area pura, sering terlihat fenomena mistis seperti munculnya ular python dan buaya putih yang dipercaya sebagai ancangan atau penunggu gaib pura.
Kejadian mistis juga dialami Jro Wayan, yang pernah mendengar suara tangisan dari seekor ular python yang kemudian dilepaskan kembali ke kolam pura.
Kolam Tanda Bencana: Pertanda dari Alam?
Kolam di pura ini diyakini memberikan tanda-tanda alam sebelum bencana terjadi. Jro Wayan menuturkan bahwa kolam tersebut pernah bergolak sebelum terjadinya peristiwa besar seperti banjir di Singaraja pada tahun 2002.
Pada tahun 2017, peristiwa serupa kembali terjadi menjelang banjir bandang yang menelan korban jiwa.
Tempat Memohon Berkah untuk Sukses dalam Karier dan Pilkada
Menariknya, Pura Taman Alit sering didatangi para pejabat yang ingin mendapatkan restu sebelum mengikuti Pilkada.
Jro Wayan menceritakan bagaimana salah satu Bupati di Bali datang untuk memohon petunjuk dan kemudian terpilih sebagai pemimpin daerah.
Dewi Kwan Im di Sisi Nyi Roro Kidul: Sinergi Dua Kepercayaan
Pura Taman Alit juga memiliki pelinggih Dewi Kwan Im yang didirikan atas petunjuk seorang spiritualis.
Konon, jika ingin menstanakan Nyi Roro Kidul, maka pelinggih Dewi Kwan Im juga harus ada sebagai pelengkap. Berkat sumbangan dari donatur, pelinggih ini pun akhirnya diwujudkan.
Berbagai Persembahan dan Pantangan di Pura Taman Alit
Bagi pemedek yang hendak melukat di pura ini, biasanya membawa sesajen sederhana seperti Banten Pejati. Namun, ada pantangan khusus: tidak boleh menghaturkan babi guling.
Hari-hari tertentu seperti Kajeng Kliwon dan Purnama menjadi waktu yang diyakini membawa berkah khusus untuk melukat dan memohon Daksina Linggih.
Pura Taman Alit Banyumala menyimpan banyak misteri dan dipercaya memberikan berkah bagi setiap pemedek yang datang dengan niat tulus.
Tidak hanya dikunjungi oleh umat Hindu Bali, tetapi juga lintas agama dan bahkan wisatawan mancanegara, pura ini menjadi bukti kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap Ida Bhatari Ratu Ayu Manik Segara.
Berikut adalah 11 fakta menarik tentang Pura Taman Alit Banyumala di Kelurahan Banyuasri, Buleleng:
1. Tempat Suci Bersejarah dengan Legenda Nyi Roro Kidul
- Pura ini memiliki pelinggih yang diyakini sebagai tempat berstana Ida Bhatari Ratu Ayu Manik Segara, yang dihubungkan dengan sosok Nyi Roro Kidul. Tempat ini tak hanya untuk melukat, tetapi juga menjadi tujuan pemedek yang memohon kesembuhan, keturunan, rezeki, hingga jabatan.
2. Lokasi di Pinggir Sungai dan Dekat Pantai
- Berada tepat di tepi sungai dan hanya sekitar 200 meter dari Pantai Camplung, Pura Taman Alit dikelilingi oleh alam yang sejuk dan asri dengan pepohonan rindang.
3. Kolam Mata Air Berkhasiat
- Di dalam pura terdapat kolam mata air berwarna kehijauan yang dipercaya memiliki kekuatan penyembuhan. Banyak pemedek melakukan penglukatan dan memohon "tamba" untuk penyembuhan penyakit niskala di kolam ini.
4. Simbol dan Warna Khas Nyi Roro Kidul
- Pelinggih ini dibalut dengan warna hijau, lengkap dengan patung naga hijau sebagai ancangan, melambangkan warna khas Nyi Roro Kidul.
5. Menjadi Tujuan Spiritualitas Lintas Agama dan Negara
- Tak hanya umat Hindu Bali, tetapi pemedek dari lintas agama di Indonesia serta wisatawan asing, seperti dari Inggris, Belanda, dan Australia, datang untuk berdoa dan memohon di pura ini.
6. Legenda Angker dan Sejarah Berdirinya
- Awalnya berupa rawa yang dianggap angker, tempat ini dikenal karena sering didatangi untuk memohon nomor togel. Konon, sang pendiri, Jro Petapakan, membangun pura ini setelah mendapat pawisik (petunjuk niskala) dari Ida Bhatari Ratu Ayu Manik Segara.
7. Sinyal Bencana dari Kolam Pura
- Kolam di pura ini dipercaya bisa memberikan tanda bencana. Bila air kolam bergolak atau ikan-ikan di dalamnya melompat, dipercaya akan terjadi peristiwa besar atau bencana di sekitar Singaraja. Contoh yang pernah terjadi adalah kerusuhan pada tahun 1999 dan banjir bandang pada tahun 2017.
8. Penampakan Ancangan Mistik
- Di areal pura sering muncul penampakan hewan mistik seperti ikan julit berwarna, buaya putih, dan ular piton. Konon, ular piton yang ditangkap dan dimasukkan dalam karung pernah menimbulkan suara tangisan yang dipercaya berasal dari sosok mistis.
9. Tempat Memohon Kesuksesan Karier Politik
- Pura ini sering didatangi pejabat politik untuk meminta restu sebelum mengikuti pemilihan, termasuk salah satu Bupati di Bali yang meminta pawisik dan akhirnya terpilih setelah berdoa di Pura Taman Alit.
10. Dewi Kwan Im juga Berstana di Pura Ini
- Unik, di Pura Taman Alit tidak hanya terdapat pelinggih Nyi Roro Kidul tetapi juga Dewi Kwan Im. Konon, bila menstanakan Nyi Roro Kidul, harus ada pelinggih Dewi Kwan Im sebagai penyeimbang spiritual.
11. Larangan Khusus dalam Persembahan
- Saat melukat, pemedek tidak diperbolehkan menghaturkan daging babi di Pura Taman Alit, karena aturan ini menjadi bagian dari ritual penghormatan khusus di pura.
Fakta-fakta ini menambah daya tarik Pura Taman Alit sebagai tempat wisata spiritual yang kental akan tradisi, sejarah, dan kepercayaan mistis yang unik bagi pengunjung lokal maupun mancanegara. ***
Editor : I Putu Suyatra