Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

10 Fakta Menarik Pura Gunung Kawi Tampaksiring: Sejarah Mistis dan Keindahan yang Menawan di Tengah Perbukitan

I Putu Suyatra • Kamis, 31 Oktober 2024 | 14:08 WIB
Pura Candi Gunung Kawi di Banjar Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali
Pura Candi Gunung Kawi di Banjar Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali

BALIEXPRESS.ID - Terletak di Banjar Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali, Pura Gunung Kawi menjadi salah satu destinasi yang memikat wisatawan dengan keindahan sekaligus misteri sejarahnya.

Berada di kawasan aliran Sungai Pakerisan, pura yang menjadi situs budaya ini tak hanya menyuguhkan nilai sejarah, tetapi juga tantangan bagi para pengunjung.

Untuk mencapai area candi dan pura (tempat suci Hindu Bali), pengunjung harus melewati ratusan anak tangga, menambah kesan petualangan yang tak terlupakan.

Kisah Candi Tebing Gunung Kawi: Peninggalan Raja Anak Wungsu

Di sepanjang tebing barat dan timur Sungai Pakerisan, berdiri candi-candi yang penuh cerita.

Menurut Jero Mangku Gede Gunung Kawi, pemangku Pura Gunung Kawi, sejarah pura ini memiliki berbagai versi.

Salah satu sumber, yaitu Prasasti Tengkulak, menyebutkan bahwa pura ini dulunya adalah tempat pemujaan Raja Bali, Raja Anak Wungsu, putra Raja Udayana dan Ratu Gunapriya Dharmmapatni.

Setelah wafatnya Raja Udayana, tampuk kekuasaan diteruskan oleh putranya, Marakata dan kemudian oleh Anak Wungsu yang memerintah hingga tahun 1080.

Anak Wungsu pun akhirnya dihormati di Candi Gunung Kawi sebagai tanda penghormatan terakhir.

Detail Kompleks Candi yang Unik di Gunung Kawi

Kompleks Candi Gunung Kawi memiliki ciri arsitektur unik yang membedakannya dari candi-candi di Jawa.

Jika candi Jawa umumnya berbentuk tiga dimensi, candi-candi di Gunung Kawi dipahat pada ceruk tebing dua dimensi yang berfungsi melindungi pahatan di dalamnya.

Terdiri atas lima candi di sisi timur Tukad Pakerisan dan empat di sisi barat, satu lagi berada di arah tenggara, dekat Pura Bukit Gundul.

Keindahan candi-candi ini tidak hanya terletak pada pahatan tubuh candi, namun juga ceruk-ceruk di sekitarnya yang menjadi saksi sejarah dan tempat pelindung dari alam.

Di bagian timur, pada candi pertama tertulis prasasti "Haji Lumah I Jalu" yang menunjukkan candi ini sebagai tempat penyemayaman raja.

Sementara candi kedua memiliki prasasti "rwa-(da) kira" atau "rwa-(na) kira" yang diyakini sebagai dua putra raja.

Piodalan dan Tradisi Sakral di Pura Gunung Kawi

Piodalan di Pura Gunung Kawi berlangsung setiap enam bulan pada hari Kuningan, sementara upacara besar "Ngusaba" digelar setiap tahun pada Purnama Sasih Katiga.

Seluruh prosesi ini dijalankan oleh masyarakat Banjar Peneka atau Desa Gunung Kawi, yang memegang peran penting dalam menjaga tradisi di kawasan suci ini.

Keberadaan upacara-upacara ini menghidupkan kembali kisah para leluhur yang pernah memerintah di masa silam.

Pura Gunung Kawi tak sekadar destinasi wisata; ia adalah napak tilas sejarah, keindahan alam, dan tradisi Bali yang terjaga di tengah arus zaman.

Setiap langkah di anak tangga menuju candi bukan hanya perjalanan fisik, namun juga perjalanan menuju masa lalu Bali yang penuh misteri.

Fakta Menarik Pura Gunung Kawi Tampaksiring yang Sarat Misteri dan Keindahan

  1. Terletak di Lokasi yang Sakral
    Pura Gunung Kawi berada di aliran Sungai Pakerisan yang dianggap suci dan penuh energi spiritual dalam tradisi Bali. Sungai ini juga dikelilingi banyak pura dan candi, yang menunjukkan pentingnya tempat ini sebagai pusat keagamaan sejak zaman kuno.

  2. Melewati Ratusan Anak Tangga untuk Mencapai Lokasi
    Pengunjung harus menuruni sekitar 300 anak tangga untuk sampai ke area candi. Perjalanan ini membuat pengunjung merasa seperti tengah memasuki dunia lain, semakin menambah suasana mistis dan kekhidmatan yang khas.

  3. Tempat Pemujaan Raja Anak Wungsu
    Berdasarkan Prasasti Tengkulak, pura ini dulunya adalah tempat pemujaan bagi Raja Anak Wungsu, putra Raja Udayana. Anak Wungsu adalah tokoh penting dalam sejarah Bali, dan candi di Pura Gunung Kawi dianggap sebagai tempat istananya di alam baka.

  4. Candi Tebing dengan Arsitektur Dua Dimensi yang Unik
    Tidak seperti candi-candi di Jawa yang berbentuk tiga dimensi, candi di Gunung Kawi dipahat langsung pada dinding tebing dalam bentuk dua dimensi. Bentuk ini selain estetis juga melindungi candi dari cuaca sehingga tetap awet hingga kini.

  5. Terdapat Lima Kompleks Pura yang Berdekatan
    Pura Gunung Kawi tidak berdiri sendiri, melainkan dikelilingi lima pura utama: Pura Gunung Kawi, Pura Puncak, Pura Kawan, Pura Bukit Gundul, dan Pura Melanting. Setiap pura memiliki fungsi dan cerita tersendiri yang memperkaya nilai sakral tempat ini.

  6. Prasasti Tertua yang Menggunakan Aksara Kediri Kuadrat
    Salah satu prasasti yang ditemukan di candi pertama dan kedua menggunakan aksara Kediri Kuadrat dari abad ke-11, menandakan bahwa kawasan ini sudah ada sejak periode Kediri di Jawa Timur dan erat kaitannya dengan kebudayaan Hindu-Buddha Nusantara.

  7. Ceruk Ceruk di Sekitar Candi sebagai Tempat Bermeditasi
    Di sekitar candi dan di bagian selatan kompleks, terdapat ceruk-ceruk yang diyakini menjadi tempat meditasi bagi para biksu atau pertapa yang datang mencari ketenangan. Ceruk ini juga digunakan sebagai pelindung candi dari cuaca.

  8. Piodalan dan Ngusaba yang Sakral
    Pura Gunung Kawi memiliki piodalan setiap enam bulan sekali pada hari Kuningan dan upacara besar Ngusaba setahun sekali di Purnama Sasih Katiga. Kedua upacara ini menjadi momen penting bagi masyarakat Desa Gunung Kawi untuk menghormati para leluhur.

  9. Situs Cagar Budaya Berusia Lebih dari 1.000 Tahun
    Dengan keberadaan prasasti yang berasal dari abad ke-11, Pura Gunung Kawi telah berdiri lebih dari 1.000 tahun dan masih terjaga keasliannya hingga kini. Hal ini menjadikan Pura Gunung Kawi sebagai salah satu situs bersejarah tertua di Bali.

  10. Pesona Alam yang Memukau
    Pura Gunung Kawi tidak hanya menawarkan keindahan bangunan candi, tetapi juga pesona alam yang mengelilinginya. Pemandangan sawah hijau dan sungai yang mengalir jernih di kawasan ini menciptakan pengalaman wisata yang memadukan sejarah, keindahan, dan spiritualitas dalam satu tempat.

Setiap fakta di atas menjadikan Pura Gunung Kawi tak hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga destinasi spiritual dan budaya yang kaya akan sejarah serta keindahan alam yang memikat hati. *** 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #gianyar #pura gunung kawi #mistis #hindu #sejarah