BALIEXPRESS.ID - Di tengah derasnya aliran Tukad Campuhan Pakerisan, Gianyar, Bali, berdiri megah patung Dewa Siwa yang duduk tenang di atas batu besar.
Pemandangan ini bukan hanya indah, tetapi juga menyimpan aura mistis yang memikat.
Konon, kawasan ini memiliki energi gaib yang kuat, diperkuat oleh kehadiran sosok gaib yang diyakini menjaga tempat suci tersebut.
Keunikan Campuhan: Dua Sungai Besar Bertemu
Campuhan, yang berarti "pertemuan," adalah titik pertemuan dua sungai purba Bali, Tukad Pakerisan dan Tukad Petanu.
Sungai-sungai ini tidak hanya menjadi saksi bisu peradaban Bali kuno, tetapi juga menyimpan sumber air hangat di tengah alirannya yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Sepanjang aliran Tukad Pakerisan dan Tukad Petanu, terdapat 108 mata air suci yang mengalir ke satu titik di Campuhan.
Tempat ini juga dikelilingi oleh pura-pura bersejarah seperti Pura Tirta Empul, Pura Mengening, dan Pura Gunung Kawi.
Di kawasan ini pula, relief dan prasasti kuno menggambarkan kehidupan masyarakat Bali pada masa lampau.
Penjaga Gaib dan Energi Mistis
Menurut Ida Bagus Pawitren, penjaga Pura Campuhan, dua sosok gaib, yaitu Buaya Putih dan Naga, sering terlihat di aliran sungai.
Keduanya dianggap sebagai penjaga sekaligus simbol pengantar arwah menuju nirwana.
"Saya pernah melihat langsung mereka melintas. Sosok-sosok ini adalah bagian dari energi suci yang menjaga kawasan Campuhan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Gus Aji, tokoh yang turut memprakarsai pembangunan Pura Campuhan, mengungkapkan bahwa patung Dewa Siwa di tengah sungai melambangkan pelebur mala (kesialan).
“Semua penderitaan dan energi negatif akan hanyut bersama aliran sungai ini,” jelasnya.
Keajaiban Malukat di Campuhan
Pura Campuhan tidak hanya menjadi tempat pemujaan, tetapi juga lokasi malukat (ritual pembersihan diri).
Banyak pamedek (umat Hindu) datang dari berbagai daerah dengan berbagai tujuan, mulai dari memohon keturunan hingga penyembuhan penyakit.
Gus Aji membagikan pengalaman spiritualnya: seorang ibu hamil yang menderita gangguan jiwa mengalami kesembuhan setelah malukat di pusaran air Campuhan.
"Setelah mandi di sini, depresinya berangsur membaik, dan malam itu dia bisa tidur nyenyak," tuturnya.
Pura yang Terjaga Kesuciannya
Meski memiliki aura mistis yang kuat, Pura Campuhan tetap terjaga kesuciannya.
Sebelum malukat, pamedek diwajibkan matur piuning (memohon izin) di sanggah dan menghaturkan pejati di Palinggih Dewa Siwa.
Namun, Gus Aji menyayangkan adanya oknum yang menyalahgunakan kesucian tempat ini untuk ritual yang tidak sesuai.
Mengungkap Harmoni Alam dan Spiritual
Terletak di antara Desa Tampak Siring dan Desa Selat, Bangli, Pura Campuhan menawarkan pengalaman spiritual yang tak terlupakan.
Untuk mencapainya, pengunjung harus menuruni puluhan anak tangga curam yang mengarah ke sungai yang dikelilingi rimbunan bambu.
Aura mistis, keindahan alam, dan energi spiritual membuat tempat ini menjadi destinasi unik yang wajib dikunjungi.
Bagi Anda yang ingin merasakan ketenangan jiwa dan energi penyembuhan, Campuhan Pakerisan adalah tempat yang penuh berkah dan keajaiban.
Jangan lupa, hormati kesucian tempat ini dengan mengikuti tata cara yang telah ditentukan. ***
Editor : I Putu Suyatra