Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri Hindu Bali di Pura Gunung Sari: Jejak Bale Raksasa dan Kebo Iwa di Gianyar

I Putu Suyatra • Minggu, 17 November 2024 | 14:07 WIB
Pura Gunung Sari di Desa Pakraman Wanayu-Mas, Bedulu, Gianyar
Pura Gunung Sari di Desa Pakraman Wanayu-Mas, Bedulu, Gianyar

BALIEXPRESS.ID - Di Desa Pakraman Wanayu-Mas, Bedulu, Gianyar, berdiri sebuah pura bersejarah yang menyimpan banyak cerita menarik, yakni Pura Gunung Sari.

Tempat suci Hindu Bali, ini tidak hanya menjadi saksi sejarah panjang peradaban Bali, tetapi juga menyimpan legenda yang memikat hati, salah satunya tentang keberadaan bale raksasa dengan 118 tiang, yang disebut-sebut sebagai tempat istirahat Mahapatih Kebo Iwa.

Kisah Kebo Iwa dan Pura Gunung Sari

Nama Kebo Iwa sudah tidak asing lagi dalam sejarah Bali kuno. Sebagai Mahapatih sakti dari Kerajaan Bedahulu, Kebo Iwa kerap dibandingkan dengan Gajah Mada dari Majapahit.

Legenda menyebutkan bahwa Pura Gunung Sari memiliki keterkaitan erat dengan sosoknya. Desa Wanayu-Mas sendiri dipercaya berasal dari nama sebuah hutan yang indah, menjadikan kawasan ini kaya akan nilai historis.

Menurut Bendesa Pakraman Wanayu-Mas, Ida Bagus Made Parsa, keyakinan mengenai bale raksasa ini berasal dari cerita turun-temurun.

Diperkirakan, Pura Gunung Sari sudah ada sejak abad VII, ketika ajaran Siwa-Budha mulai masuk ke Bali.

"Bale ini dipercaya sebagai tempat Kebo Iwa beristirahat atau mengumpulkan para panglimanya. Namun, bukti fisik bale ini kini hanya berupa gundukan tanah sepanjang lebih dari 100 meter dan lebar sekitar 20 meter," ungkapnya.

Jejak Bale Raksasa yang Tersisa

Walau tidak ditemukan sisa tiang atau struktur asli, keyakinan masyarakat tetap kuat. Gundukan tanah yang berada di sisi timur pura dianggap sebagai bekas lokasi bale tersebut.

Bahkan, menurut para tetua desa, tidak ada jejak fisik lainnya yang berhasil ditemukan.

"Generasi sebelum saya hingga generasi ayah saya tidak pernah menemukan jejak tiang bale ini. Mungkin sudah tertimbun atau rusak karena usia ribuan tahun," jelasnya.

Meski demikian, keberadaan gundukan ini menjadi simbol penting yang terus dihormati oleh masyarakat setempat.

Simbol Kebesaran Kebo Iwa

Bale raksasa dengan 118 tiang ini diyakini menjadi lambang keagungan dan kebesaran sosok Kebo Iwa.

"Jumlah tiang itu menunjukkan kebesaran bangunan pada masa itu. Cara orang Bali kuno memberi simbol adalah melalui bangunan yang besar dan megah," kata Ida Bagus Made Parsa.

Ia menambahkan, fungsi bale ini kemungkinan tidak hanya sebagai tempat istirahat, tetapi juga lokasi strategis untuk berkumpul dengan para panglima perang.

Hal ini mencerminkan peran Kebo Iwa sebagai pemimpin yang kuat dan strategis dalam menghadapi berbagai tantangan pada masanya.

Pura Gunung Sari sebagai Situs Purbakala

Saat ini, Pura Gunung Sari telah diakui sebagai salah satu situs purbakala, mengingat keberadaan berbagai peninggalan kuno yang masih terjaga.

Namun, kisah tentang bale raksasa Kebo Iwa ini belum mendapatkan pembuktian ilmiah yang kuat.

"Penelitian lebih lanjut memang diperlukan untuk membuktikan cerita ini. Meski demikian, cerita rakyat dan kepercayaan masyarakat tetap menjadi bagian penting dari sejarah Pura Gunung Sari," tutupnya.

Menguak Sejarah yang Terpendam

Legenda Pura Gunung Sari dan Kebo Iwa terus hidup dalam cerita masyarakat Desa Pakraman Wanayu-Mas.

Meskipun hanya melalui gundukan tanah dan cerita turun-temurun, kepercayaan terhadap keberadaan bale raksasa ini menjadi pengingat akan kejayaan masa lalu Bali yang penuh misteri.

Apakah suatu hari misteri ini akan terungkap? Atau tetap menjadi bagian dari warisan budaya yang sarat makna? Hanya waktu yang akan menjawabnya. *** 

 
Editor : I Putu Suyatra
#raksasa #bali #gianyar #Kebo Iwa #pura gunung sari #hindu #legenda