Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Luhuran Bingin, Tempat Suci Hindu Bali yang Simpan Banyak Rahasia: Pantangan Unik dan Pengaruh Besar di Tengah Kota Denpasar

I Putu Suyatra • Minggu, 17 November 2024 | 17:50 WIB
Pura Luhuran Bingin di Denpasar, Bali
Pura Luhuran Bingin di Denpasar, Bali

BALIEXPRESS.ID - Terletak di Jalan Letda Made Putra, Denpasar, Pura Luhuran Bingin tak hanya dikenal sebagai tempat nunas taksu dan tamba.

Pura ini juga memiliki sejumlah pantangan unik yang diyakini membawa dampak besar bagi warga sekitar.

Salah satu pantangan yang paling dijaga oleh tiga banjar di kawasan ini adalah larangan membawa pengantin atau jenazah melewati depan pura. Apa yang terjadi jika aturan ini dilanggar?

Pantangan yang Wajib Dijaga: Larangan Melewati Depan Pura

Warga tiga banjar yang mengelilingi Pura Luhuran Bingin, yaitu Banjar Abasan, Kayumas Kelod, dan Kayu Mas Kaja, memegang teguh pantangan ini.

Jika dilanggar, diyakini bahwa prosesi upacara pengantin atau jenazah akan terganggu, bahkan bisa kacau balau.

Menurut Jero Mangku I Wayan Ari Budiasa, pemangku Pura Luhuran Bingin, pelanggaran pantangan ini tidak jarang membawa hambatan yang signifikan.

“Ketika larangan ini dilanggar, keluarga yang bersangkutan harus segera memohon maaf dengan menghaturkan banten guru piduka. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan harmoni dan menanggulangi kekacauan yang terjadi,” jelasnya saat ditemui di pura, Rabu (13/6).

Persiapan Sakral Menjelang Piodalan

Menjelang piodalan, suasana di Pura Luhuran Bingin berubah menjadi lebih khusyuk. Tujuh hari sebelum upacara, diadakan ritual matur mapikeling sebagai bentuk persiapan spiritual dan material.

“Kami menghaturkan sesajen mapikeling sebagai tanda persiapan odalan. Setelah itu, pengamong akan mulai ngayah, memasang wastra, dan persiapan lainnya,” tambah Mangku Ari.

Piodalan di Pura Luhuran Bingin berlangsung selama tiga hari, bertepatan dengan Anggara Kasih Medangsia, dan biasanya dihadiri pemedek dari berbagai daerah seperti Bukit Pecatu, Gulingan Mengwi, hingga wilayah lainnya di Bali.

Kehadiran mereka diyakini terkait ikatan leluhur yang tak terputus hingga kini.

Tempat Memohon Kelancaran Karier dan Pemilihan Umum

Selain sebagai tempat spiritual, Pura Luhuran Bingin sering menjadi tujuan pemedek yang ingin memohon kelancaran dalam berbagai urusan duniawi.

Tak sedikit orang yang datang untuk berdoa agar sukses dalam pemilihan umum, baik untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif maupun meraih jabatan penting di instansi pemerintahan.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terletak di tengah kota dan terlihat sederhana, Pura Luhuran Bingin memiliki pengaruh besar bagi para pemedeknya, baik dalam urusan spiritual maupun duniawi.

Rahasia di Balik Tampilan Sederhana

Dari luar, pura ini terlihat kecil dan sederhana, namun siapa sangka, di dalamnya terdapat area seluas 20 are yang terdiri dari tiga Pura Ibu.

“Palinggih yang ada di sini mencakup kalangan Pasek Gel-Gel, trah Kerajaan Majapahit, dan Sasuhunan Agung yang berstana di Pura Luhuran Bingin itu sendiri,” ungkap Mangku Ari.

Kesan sederhana dari luar sering membuat pengunjung pertama kali terkejut saat melihat betapa luasnya pura ini.

“Orang sering bilang, dari luar terlihat kecil, tapi begitu masuk ke dalam, barulah mereka sadar luasnya jauh berbeda,” tambahnya.

Menyimpan Sejuta Misteri dan Kharisma

Pura Luhuran Bingin bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga penjaga tradisi dan simbol persaudaraan yang kuat di antara tiga banjar sekitarnya.

Pantangan, sejarah, dan pengaruh spiritualnya membuat pura ini menjadi magnet bagi pemedek dari berbagai kalangan.

Tertarik untuk mengunjungi? Pastikan Anda menghormati tradisi dan menjaga niat baik sebelum memasuki kawasan penuh makna ini. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Pura Luhuran Bingin #pantangan #hindu #denpasar #tamba #taksu