BALIEXPRESS.ID - Di balik rimbunnya hutan konservasi Pulau Serangan, Denpasar, Bali tersembunyi sebuah pura yang penuh dengan kisah mistis dan keunikan spiritual, Pura Beji Dalem Sakenan.
Berada di wilayah Tunggak Tiing, pura ini menjadi bagian dari kompleks Pura Sakenan yang terkenal, namun lokasinya yang terpencil dan minim penunjuk arah membuatnya jarang diketahui khalayak.
Meski begitu, pada hari-hari tertentu seperti Purnama, Tilem, dan Kajeng Kliwon, pura ini ramai didatangi umat dengan berbagai tujuan khusus.
Daya Tarik Malukat dengan Air Laut di Pura Beji
Salah satu daya tarik utama Pura Beji Dalem Sakenan adalah tempat panglukatan (penyucian diri) yang menggunakan air laut sebagai medianya.
Ritual ini dipercaya mampu melebur energi negatif dalam tubuh, terutama bagi mereka yang menderita penyakit akibat pengaruh niskala (ilmu hitam).
“Biasanya mereka datang dengan membawa Nyuh Gading (kelapa kuning), tetapi ini bukan keharusan. Mereka juga bisa membawa Pajati atau Soda, itu sudah cukup untuk melakukan malukat,” jelas Anak Agung Ngurah Bagus Aryana, yang akrab disapa Turah Mangku, penjaga pura ini.
Pengobatan Penyakit yang Tak Kunjung Sembuh
Kepercayaan terhadap kekuatan spiritual Pura Beji semakin kuat, terutama bagi mereka yang datang dengan keluhan penyakit berat yang tak kunjung sembuh meski telah diupayakan secara medis.
“Banyak yang sakit tahunan datang ke sini setelah tak berhasil diobati dokter. Mereka akhirnya sembuh setelah memohon tamba (obat) di pura ini,” ungkap Turah Mangku.
Ia menambahkan bahwa penyakit akibat ilmu hitam biasanya memiliki gejala berbeda dari penyakit medis.
“Kalau sakit niskala, dokter sering kali memberikan diagnosa yang berbeda-beda karena penyebabnya tidak terlacak secara logis,” jelasnya.
Sejarah Pembangunan Penuh Pro dan Kontra
Proses pembangunan Pura Beji Dalem Sakenan juga tak luput dari kontroversi. Di awal renovasi, pura ini sempat tidak diakui sebagai bagian dari Pura Sakenan.
Namun, kepercayaan bahwa pura ini merupakan palinggihan Bhatara Baruna dan Ratu Niang Sakti perlahan mendapat pengakuan setelah berbagai bukti spiritual terungkap.
“Awalnya banyak yang meragukan, tapi melalui petunjuk niskala, Ida Bhatara di sini membuktikan bahwa ini adalah Beji milik beliau,” cerita Turah Mangku, yang dengan penuh keikhlasan menggunakan dana pribadinya untuk menyelesaikan renovasi pura pada tahun 2000.
Tradisi dan Pantangan di Pura Beji
Bagi umat yang ingin tangkil (berkunjung) ke Pura Beji, Turah Mangku menegaskan bahwa tak ada pantangan khusus kecuali cuntaka (masa duka atau menstruasi). Selain itu, umat bebas menghaturkan persembahan sesuai keikhlasan.
Piodalan Pura Beji Dalem Sakenan sendiri dirayakan bertepatan dengan Tumpek Kuningan, bersamaan dengan piodalan di Pura Sakenan.
Rahasia Patung-Patung Misterius
Tak hanya keunikan ritualnya, Pura Beji juga menyimpan misteri di balik sejumlah patung dengan sosok unik yang tersebar di kawasan ini.
Apa makna patung-patung tersebut? Ikuti kelanjutannya di tulisan seri kedua yang akan mengungkap lebih dalam pesona dan misteri Pura Beji Dalem Sakenan.
Pura Beji Dalem Sakenan bukan sekadar pura biasa, melainkan tempat yang menyimpan energi spiritual luar biasa.
Dengan kisah mistis dan daya tarik malukatnya, pura ini terus menjadi tujuan bagi mereka yang mencari kesembuhan dan ketenangan jiwa.
Akankah Anda menjadi salah satu saksi dari keajaiban spiritual yang tersembunyi di tengah hutan Serangan? ***
Editor : I Putu Suyatra