BALIEXPRESS.ID - Di balik kesakralan Bali yang sarat dengan tradisi spiritual Hindu, tersembunyi sebuah tempat penglukatan purba bernama Patirtaan Tadah Uwuk atau dikenal juga dengan sebutan Penglukatan Panca Durga Panugrahan Pancaka Tirta.
Berlokasi di Banjar Uma Anyar, Desa Nyalian, Klungkung, patirtaan ini sempat terisolasi dan terlupakan.
Namun kini, tempat penuh sejarah dan filosofi ini kembali direnovasi untuk menjaga warisan leluhur.
Makna Tadah Uwuk yang Mendalam
Menurut I Nengah Suparta, Tokoh Adat Banjar Uma Anyar, istilah Tadah Uwuk berasal dari dua kata: Tadah yang berarti kematian atau peleburan, dan Uwuk yang bermakna cairan atau "air mayat" atau tempat.
Filosofinya menggambarkan proses spiritual di mana air di patirtaan ini dipercaya mampu melebur segala kekotoran diri, baik secara fisik maupun spiritual.
"Air mayat" yang dimaksud di sini bukanlah air jasad manusia, tetapi air peleburan yang melambangkan penyucian diri dari segala kekotoran, seperti yang dijelaskan dalam kitab Saramuscaya," ungkap Suparta.
Sejarah Patirtaan dalam Lontar Kuno
Dalam Lontar Budha Kecapi Cemeng, disebutkan bahwa mata air ini berada di bawah Pura Dalem dan sebuah kuburan bernama Setra Ganda Mayu.
Mata air yang keluar dari celah bebatuan tersebut dipercaya memiliki kekuatan magis untuk melebur segala sarwa mala (kekotoran dalam diri).
Konon, tempat ini adalah lokasi pertapaan Budha Kecapi, seorang pertapa legendaris.
"Mata air ini menjadi simbol pelebur kekotoran, dengan Pura Dalem sebagai stana Dewa Siwa yang memiliki fungsi serupa," tambah Suparta.
Keunikan Lima Pancoran Penuh Makna
Patirtaan Tadah Uwuk memiliki lima pancoran yang mewakili simbolisasi pertemuan Bhatara Siwa dan Bhatari Durga.
Masing-masing pancoran memiliki khasiat spiritual dan kesehatan:
- Pancoran Hyang Sri Durga: Mengobati penyakit kulit seperti cacar dan jerawat.
- Pancoran Hyang Dari Durga: Membersihkan lapisan Pranamaya Kosa dari pengaruh negatif seperti sumpah atau desti.
- Pancoran Hyang Sukri Durga: Menyembuhkan gangguan mental dan kejiwaan.
- Pancoran Hyang Raji Durga: Melebur rasa dendam, iri, dan kebencian.
- Pancoran Hyang Dewi Durga: Membantu jiwa yang terbelenggu Wasana Karma, seperti kutukan atau sial.
Tata Cara Penglukatan yang Sakral
Suparta menekankan pentingnya tata cara melukat di tempat ini. Pemedek (umat yang datang) diwajibkan mengenakan pakaian adat, seperti kamen.
Proses melukat dimulai dari pancoran Hyang Sri Durga dan berlanjut ke pancoran lainnya sesuai urutan, guna menyucikan tubuh hingga jiwa secara bertahap.
Kilas Balik dan Harapan ke Depan
Dulu, sebelum ada sistem irigasi, warga sekitar menggunakan mata air ini untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun, lokasinya yang terjal membuat tempat ini perlahan ditinggalkan.
Kini, upaya revitalisasi Patirtaan Tadah Uwuk diharapkan dapat menghidupkan kembali fungsinya sebagai tempat spiritual sekaligus wisata budaya yang unik.
Apakah Anda tertarik merasakan kekuatan magis mata air ini? Temukan rahasia penyucian jiwa di Patirtaan Tadah Uwuk, warisan purba yang kembali bersinar. ***
Editor : I Putu Suyatra