Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Disebut Tirta Siwa, Ini Makna Tirta Pengentas dalam Upacara Kematian di Bali: Digunakan saat Ngaben atau Penguburan

Nyoman Suarna • Selasa, 3 Desember 2024 | 05:00 WIB
TIRTA PENGENTAS: Tirta pengentas biasanya digunakan saat upacara ngaben atau penguburan jenazah dalam ritual Hindu di Bali. Tirta ini juga disebut tirta Siwa.
TIRTA PENGENTAS: Tirta pengentas biasanya digunakan saat upacara ngaben atau penguburan jenazah dalam ritual Hindu di Bali. Tirta ini juga disebut tirta Siwa.

BALIEXPRESS.ID - Upacara ngaben, bagian dari upacara pitra yadnya dalam tradisi Hindu di Bali, tidak terlepas dari penggunaan tirta pengentas.

Sarana ini dianggap memiliki peran esensial, karena tanpa tirta pengentas, tujuan spiritual dari upacara ngaben diyakini tidak dapat tercapai.

Dosen Pendidikan Agama Hindu di STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Nyoman Ariyoga, menjelaskan bahwa tirta pengentas berfungsi untuk membimbing roh agar mencapai alam sunya, yaitu alam spiritual yang bebas dari keterikatan duniawi.

"Tirta pengentas merupakan sarana utama dalam upacara pengabenan. Fungsi utamanya adalah untuk memutus hubungan antara roh dengan unsur-unsur material di dunia," kata Ariyoga.

Tirta pengentas memiliki kedudukan yang sangat penting karena bertindak sebagai perantara spiritual.

Biasanya, tirta ini dibuat oleh seorang sulinggih, pemuka agama yang dianggap mampu menghubungkan manusia dengan Tuhan.

Secara umum, penggunaan tirta pengentas dibedakan menjadi dua prosesi dalam upacara pitra yadnya, yaitu:

  1. Saat Upacara Mependem atau Mekinsan di Pertiwi

Pada tahap ini, jenazah (sawa) yang akan dikuburkan terlebih dahulu diperciki tirta pengentas. Tujuannya adalah untuk mengarahkan roh agar dapat menemukan jalan menuju alam niskala.

 Baca Juga: Penjelasan Luna Maya dan Adegan Panas di Main Api: Netizen Heboh, Maxime Bouttier Pilih Tak Menonton

  1. Saat Upacara Ngaben

Pada prosesi ngaben, tirta pengentas digunakan untuk menuntaskan ritual pembakaran jenazah. Fungsinya adalah membebaskan roh dari ikatan duniawi, sehingga roh dapat mencapai alam sunya.

Tirta pengentas memiliki makna mendalam dalam tradisi Hindu Bali. Selain memutus hubungan roh dengan unsur material, tirta ini juga dipercaya mampu melebur pengaruh ikatan duniawi yang masih melekat pada roh.

Baca Juga: Presiden Prabowo Perkuat Langkah Strategis untuk Memberantas Narkoba hingga Tuntas

 "Tirta pengentas juga dikenal sebagai tirta Siwa karena dibuat oleh sulinggih yang berperan sebagai perantara umat dengan Tuhan," jelas Ariyoga.

Penggunaan tirta pengentas sejalan dengan tujuan utama upacara ngaben, yaitu mengembalikan unsur material ke asalnya dan membantu roh mencapai kualitas spiritual yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, tirta pengentas dianggap sebagai elemen terpenting dalam upacara pitra yadnya.

Dengan makna dan fungsi yang begitu besar, tirta pengentas tidak hanya menjadi simbol kesakralan, tetapi juga wujud keyakinan masyarakat Hindu Bali dalam proses perjalanan roh menuju alam yang lebih suci.

Editor : Nyoman Suarna
#kematian #bali #upacara #ngaben #hindu #pengentas #Tirta #siwa