Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

RITUAL HINDU BALI! Upacara Nangluk Merana di Pantai Kuta: Pembersihan Aura Negatif dan Doa untuk Anugerah Lautan

Putu Resa Kertawedangga • Kamis, 5 Desember 2024 | 03:35 WIB
Ritual Hindu Bali Nangluk Merana di Pantai Kuta, Badung, Bali.
Ritual Hindu Bali Nangluk Merana di Pantai Kuta, Badung, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Bertepatan dengan Kajeng Kliwon Enyitan, Rabu (4/12), Desa Adat Kuta kembali menggelar Upacara Nangluk Merana lan Pamelepeh Sasih, yang telah menjadi tradisi tahunan di Pantai Kuta, kawasan wisata legendaris, Badung, Bali, ini.

Ritual Hindu Bali yang berlangsung sejak pagi hari ini bertujuan untuk membersihkan aura negatif dan memohon berkah dari Sang Hyang Baruna, penguasa lautan.

Bertempat di Pantai Kuta, upacara dimulai pada pukul 06.00 WITA dengan penghaturan tawur atau caru di Catus Pata, dilanjutkan dengan serangkaian prosesi yang menyebar di sejumlah persimpangan Desa Adat Kuta.

“Pelaksanaan prosesi ini mencakup perjalanan Pelawatan Barong dan Ratu Ayu yang berasal dari beberapa banjar di Kuta,” ujar I Komang Alit Ardana, Bendesa Adat Kuta.

Di antara titik-titik penting dalam prosesi ini adalah perempatan SD 1 Kuta, perempatan Jalan Blambangan sisi timur, serta kawasan Banjar Pelasa dan Banjar Pemamoran.

Setiap persimpangan yang dilewati dipercaya memiliki kekuatan energi yang perlu dinetralisir, untuk menjaga keseimbangan spiritual desa.

Salah satu sorotan utama dalam Upacara Nangluk Merana ini adalah tujuan pembersihan energi negatif yang dianggap dapat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.

“Kami juga memohon kepada Sang Hyang Baruna untuk memberikan anugerah laut, karena kami meyakini bahwa semua berkah berasal dari lautan,” tambah Alit Ardana.

Upacara kali ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Dulunya, setelah tawur di persimpangan, prosesi dilanjutkan menuju Pura Dalem Kahyangan, namun kini, karena masih dalam tahap perbaikan, Pelawatan kembali ke Payogan masing-masing.

Ke depannya, Desa Adat Kuta berencana membedakan pelaksanaan Upacara Nangluk Merana Pamelepeh Sasih dengan Nangluk Merana Pemahayu Jagat.

Pamelepeh Sasih akan tetap dipusatkan di Pantai Kuta, sementara Pemahayu Jagat akan dilakukan di Pura Dalem.

Dengan pelaksanaan upacara ini, diharapkan krama Desa Adat Kuta dapat tetap bersatu, menjaga kerahayuan, dan kerahajengan jagat demi keharmonisan hidup bersama. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#ritual #bali #Nangluk Merana #pantai kuta #hindu #tradisi #badung