Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Unik Tempat Suci Hindu Bali, Pura Manik Batu: Sempat "Hilang" Puluhan Tahun, Kini Menjadi Favorit Peserta Tes CPNS

I Putu Suyatra • Sabtu, 7 Desember 2024 | 01:42 WIB

Pura Manik Batu di Denpasar, Bali.
Pura Manik Batu di Denpasar, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Di balik gemerlap Denpasar, terdapat sebuah tempat suci Hindu Bali, yang menyimpan sejarah dan daya tarik mistis. Pura Manik Batu, yang terletak di kawasan Subak Kerdung, Pedungan, Denpasar, memiliki kisah unik karena sempat “hilang” selama puluhan tahun sebelum ditemukan kembali pada 2006.

Keberadaan pura ini tidak hanya menjadi daya tarik spiritual tetapi juga populer di kalangan mereka yang mempersiapkan diri untuk tes CPNS.

Misteri Pura yang Sempat Hilang

Pura Manik Batu pertama kali dibangun pada tahun 1874, namun keberadaannya memudar seiring waktu hingga akhirnya “hilang”.

Baru pada 4 Mei 2006, tepat di Hari Umanis Galungan, pura ini ditemukan kembali oleh Jero Mangku Nyoman Dauh, pemilik lahan di kawasan itu.

Ia menemukan pondasi kuno berbentuk segi empat saat mencangkul gundukan tanah di areal sawahnya.

Kejadian ini diperkuat oleh fenomena kerauhan yang dialami rekannya, yang menyebut pondasi tersebut sebagai sthana Dewi Sri.

Menurut Pekaseh Subak Kerdung, I Wayan Tama, pura ini sebelumnya dikenal sebagai Pura Ulun Suwi, pura subak yang berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewi Sri.

Karena kurangnya perawatan selama era penjajahan, pura ini perlahan tertimbun dan terlupakan.

Tempat Favorit Memohon Kelancaran Tes CPNS

Sejak ditemukan kembali, Pura Manik Batu telah menjadi tujuan utama bagi mereka yang akan mengikuti tes CPNS.

Pemangku pura, Jero Mangku Nyoman Dauh, mengungkapkan bahwa banyak pemedek yang datang untuk berdoa memohon kelancaran dalam menjawab soal tes.

Meski keberhasilan tergantung pada ketulusan doa, sebagian besar pemedek yang lulus seleksi kembali untuk menghaturkan sesajen sesuai janji mereka.

“Biasanya mereka membawa banten pejati sebagai persembahan. Sebagian besar yang tahu tentang pura ini mendengar dari cerita mulut ke mulut,” jelas Jero Mangku.

Keunikan Pura Manik Batu

Pura ini tidak hanya menjadi tempat bersthananya Dewi Sri, tetapi juga dihormati sebagai tempat pemujaan Dewa Tri Murti (Brahma, Wisnu, Siwa) beserta sakti-Nya, termasuk Dewi Saraswati, Ida Ratu Dalem Nusa, dan bahkan Dewi Kwan Im.

Dengan keberadaan palinggih yang beragam, Pura Manik Batu menjadi tempat doa yang universal bagi berbagai kebutuhan spiritual.

Makna Filosofis di Balik Nama

Nama “Manik Batu” sendiri memiliki makna mendalam.

“Manik” berarti bibit atau benih, sedangkan “Batu” melambangkan kemunculan.

Secara keseluruhan, nama ini dapat diartikan sebagai sumber kehidupan yang muncul kembali setelah lama hilang.

Akses Menuju Pura

Mencapai Pura Manik Batu membutuhkan sedikit usaha. Dari Jalan Raya Pulau Bungin, Pemogan, masuk ke Gang IX, lalu terus ke selatan hingga tembus ke persawahan.

Dari sini, perjalanan sekitar 1 kilometer akan membawa pengunjung ke kawasan Subak Kerdung.

Papan nama yang menandai pura ini memandu pengunjung menuju lokasi yang tenang dan penuh nuansa spiritual.

Warisan Spiritual yang Terjaga

Pura Manik Batu kini berdiri sebagai simbol warisan budaya dan spiritual yang tak tergantikan.

Keberadaannya mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga tempat suci, sekaligus memberikan harapan dan semangat bagi mereka yang berjuang dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk tes CPNS. *** 

 Baca Juga: Tak Sembarangan, Perhatikan hal yang pantang dilakukan di areal Ulu rumah

Editor : I Putu Suyatra
#bali #dewi kwan im #hindu #denpasar #Pura Manik Batu #cpns