Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

JARANG DIKETAHUI! Pura Manik Batu: Tempat Malukat dengan Kisah Penyembuhan Ajaib di Denpasar

I Putu Suyatra • Sabtu, 7 Desember 2024 | 02:58 WIB

Pura Manik Batu di Denpasar
Pura Manik Batu di Denpasar

BALIEXPRESS.ID - Pura Manik Batu, salah satu tempat suci Hindu Bali di kawasan Subak Kerdung, Pedungan, Denpasar, menyimpan daya tarik spiritual yang jarang diketahui banyak orang.

Selain sempat “hilang” dan ditemukan kembali pada 2006, pura ini diyakini memiliki kekuatan penyembuhan berbagai penyakit, mulai dari fisik hingga psikologis.

Banyak cerita luar biasa tentang mereka yang sembuh setelah melakukan malukat di pura ini, seperti yang diungkapkan Jero Mangku Istri Ni Nyoman Rapen.

Petunjuk dari Mimpi hingga Kesembuhan yang Menakjubkan

Menurut Jero Mangku Rapen, sebagian besar orang yang datang ke Pura Manik Batu untuk malukat atau memohon penyembuhan mendapatkan petunjuk melalui mimpi atau pawisik.

“Rata-rata diarahkan oleh mimpi atau seseorang yang tanpa sengaja menunjukkan jalan ke sini. Mereka datang untuk nunas tamba atau malukat,” jelasnya.

Ia menuturkan, berbagai cerita kesembuhan ajaib telah terjadi di pura ini.

Salah satunya adalah seorang yang lumpuh bertahun-tahun mulai bisa berjalan normal setelah malukat.

Bahkan, ada anak dengan gangguan psikologis yang perlahan pulih setelah diajak malukat di sana.

Penyembuhan ini dipercaya meliputi penyakit medis maupun nonmedis.

Proses Malukat di Pura Manik Batu

Untuk melakukan malukat, pengunjung hanya perlu membawa beberapa sarana, seperti banten pejati, bungkak nyuh gadang untuk nunas tamba, dan bungkak nyuh gading untuk malukat.

Proses malukat diawali di nista mandala, yaitu di Beji Pura yang berada di sisi timur. Di sini, pemedek menghaturkan canang dan melakukan ritual pembersihan dengan air suci.

Setelah itu, mereka menuju madya mandala untuk menghaturkan canang di Palinggih Dewi Kwan Im.

Langkah terakhir adalah di utamaning mandala, tepat di depan padmasana pura, tempat banten pejati dihaturkan.

Di sini, Jero Mangku Rapen akan memimpin prosesi malukat dan memberikan tirta sudamala sebagai penutup.

Keajaiban dan Ketulusan Doa

Jero Mangku Rapen menegaskan bahwa ia hanya bertugas membantu memfasilitasi ritual, sementara kesembuhan sepenuhnya bergantung pada ketulusan hati pemohon dan kehendak Tuhan atau sasuhunan yang bersthana di Pura Manik Batu.

“Saya hanya bisa membantu. Kesembuhan tergantung pada ketulusan doa dan kehendak Tuhan,” ujarnya.

Waktu Malukat yang Fleksibel

Tidak ada batasan waktu untuk malukat di Pura Manik Batu. Pengunjung dapat datang kapan saja sesuai kebutuhan.

Namun, piodalan pura ini jatuh setiap enam bulan sekali, tepat pada Wraspati Umanis Dunggulan, yaitu Kamis saat Manis Galungan, yang menjadi momen khusus bagi umat untuk melakukan persembahyangan.

Pesan Spiritual dari Pura Manik Batu

Pura Manik Batu tidak hanya menjadi tempat spiritual yang sarat keajaiban, tetapi juga simbol kekuatan doa dan ketulusan hati.

Dengan proses malukat yang menyeluruh dan makna filosofis mendalam, pura ini menawarkan harapan bagi mereka yang mencari kesembuhan dan kedamaian. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#melukat #bali #hindu #denpasar #Pura Manik Batu